Klub Haus Buku

DENGAN MEMBACA HIDUP LEBIH BERMAKNA

Resensi Buku

Judul Buku : Spritual Reading : Hidup Lebih Bermakna dengan Membaca

Penulis : Dr. Raghib As-Sirjani & Amir Al-Madari

Alih Bahasa : H. Sarwedi MH Hasibuan, Lc

Penerbit : Aqwam

Tahun Terbit : 2007

Tebal : xii + 210

Oleh Aminuddin Siregar

Salah satu yang tetap merupakan bagian terbesar dari banyak masalah yang di hadapi oleh bangsa Indonesia ialah persoalan minat baca yang relative bermasalah. Sejumlah pakar pendidikan, sebenarnya telah mencoba berulang kali membahas hal ini. Namun persoalan ini tetap merupakan masalah aktual dibicarakan. Dengan kata lain, menumbuhkan minat baca adalah pekerjaan rumah tiada akhir. Karena itu menjadi tanggungjawab semua pihak, walaupun gerakan pemberantasan buta aksara dianggap selesai.

Banyak orang mengira bahwa membaca bukan kebutuhan, melainkan sekedar hobi dan keisengan semata. Padahal menurut para pengamat dan pakar pendidikan, membaca justru membuat hidup kita lebih bermakna, mebuat pikiran tercerahkan dan membuat kita menjadi banyak tahu. Oleh karena itu pihak pemerintah melalui kementerian pendidikan nasional tidak henti-hentinya mencanangkan gerakan meningkatkan minat baca. Baik pada tingkatan usia pra sekolah maupun usia lanjut.

Terbukti bahwa program nasional pendidikan anak usia dini (PAUD) sangat gencar disosialisaikan dan mendapat respon langsung dari kalangan masyarakat luas. Program PAUD ini dalam kurikulamnya ternyata salah satunya memuat pengenalan membaca, meski diramu dengan kegiatan bermain lebih ditonjolkan. Seperti kita ketahui bahwa pepatah lama yang mengatakan “malu bertanya sesat di jalan”.

Dalam kaitan ini anak-anak dituntun untuk membaca setiap tanda dan rambu-rambu yang tersedia agar tidak tersesat menelusuri lingkungan tempat di mana anak-anak tersebut diajak belajar sambil bermain. Ini juga dimaksudkan agar anak-anak terbiasa membaca dan mengetahui lebih banyak kosa kata di masa awal memasuki prasekolah. Termasuk juga agar mereka mengetahui jalan yang hendak dituju.

Sekarang ini muncul istilah baru yang mengatakan bahwa “malu membaca sesat di jalan”. Ini benar, ketika malu membaca nama jalan, nama kota, pelakat, dan rambu-rambu lainnya yang terdapat di hampir setiap sudut kota dan daerah. Maka kita akan tetap merasa asing dan menjadi tidak akrab seperti yang dilantunkan, misalnya oleh Ariel “Peterpan” yang menggambarkan sebuah kota mati ketika tanda-tanda kehidupan tidak ditemukan.

Menentukan Bacaan

Menurut penulis buku ini, membaca bisa dijadkan sebgai konsep hidup. Agar kita menjadikan kegiatan membaca sebagai konsep hidup, kita harus megetahui terlebih dahulu cara menumbuhkan minat baca. Cara ini harus didahului dengan menentukan bacaan. Ini bisa dilakukan secara bersama dan akan muncul bermacam-macam dan beragam bentuknya. Berbeda antara sesorang dengan orang lainnya.

Tetapi ada hal penting yang perlu mendapat perhatian dalam hal cara menentukan bacaan dalam konteks menumbuhkan minat baca, yang oleh Dr. Raghib As-Sirjani & Amir Al-Madari dirinci sebanyak 10 cara menentukan bacaan, yaitu Pertama, Tujuan membaca, dimaksudkan agar setiap kita membaca bermanfaat buat diri sendiri dan orang. Misalnya berguna bagi ibu, bapak dan anak-anak kita. Bisa juga untuk teman dan sahabat kita. Banyak lagi tujuan yang bias kita tetapkan sendiri.

Kedua. Menyusun perencanan dalam membaca, cara ini juga penting, untuk melihat fasilitas yang ada, sehingga kita bisa menyesuaikan dengan kebuthan, misalnya kita akan membaca 1 buku dalam waktu 2 bulan. Ketiga Mengatur waktu, berkaitan dengan perencanaan yang kita tetapkan, untuk menentukan jadwal waktu secara terencana. Meskipun bisa juga kita menggunakan waktu ketika menunggu antrian di Bank di Apotik, atau tempat-tempat lain yang mengharuskan kita memang antri.

Keempat. Mulailah setahap demi setahap; cara ini dimaksudkan agar kita tidak lekas bosan atau berhenti dari membaca. Sementara kita belum sampai pada inti sebenarnya dari pesan yang disampaikan penulisnya. Dengan memulanya melalui tahapan-tahapan ini akan membuat kita lebih bersmangat dan lebih antusias dalam memenuhi keingintahuan kita tentang yang menjadi tujuan kita tadi. Kelima Totalitas dalam membaca, maksudnya kegiatan membaca bukan sekedar hobi, melainkan pekerjaan yang sangat terpuji, karena membutuhkan pemikiran, waktu, uang dan kesungguhan, termasuk pengorbanan meluangkan wakttu untuk menuliskannya agar tidak mudah terlupakan.

Keenam. Teratur dalam mengikat makna; menjaga keteraturan dalam membaca merupakan cara menambil ilmu dengan sistem pencatatan yang tertata rapi. Kerapian juga akan mrndorong naluri kita untuk terus membaca dan menggali ilmu dari apa yang kita abaca. Ketujuh Buatlah perpustakaan di rumah; bahwa perpustakaan di rumah sangat penting, agar setiap anggota keluarga kita juga ikut menikmati bacaan apa saja yang baik-baik dan bermanfaat bagi kehidupan dan meningkatkan kualitas hidunya dalam kehidupan sehari-hari. Ini juga dimaksudkan untuk menghindari rasa bosan.

Kedelapan Sampaikan apa yang Anda baca; cara ini juga menjadi penting selain melatih kita untuk mengasah yang sudah kita baca, juga memberi manfaat bagi teman, sahabat dan kepada siapa saja kita menyampaikan yang kita baca. Ini sama dengan ungkapan, “sampaikanlah walau satu ayat”. Dalam kaitan inilah kita perlu membentuk kelompok membaca di antara teman-teman kita. Kesembilan Bantu sahabat dan teman Anda dalam membaca; membantu teman atau sahabat merupakan cara yang sangat berguna karena bisa mengadakan pertemuan sekali seminggu misalnya. Atau disesuaikan dengan kebutuhan kelompok. Di mana satu sama lain bisa bertukar informasi baru tentang topik yang dibaca oleh masing-masing anggota kelompok.

Kesepuluh carilah ilmu dari para Ulama, Ahli, Pakar dan para Guru, di mana cara ini kita bisa menggunakan metode bimbingan, bila buku yang kita baca menyangkut tema-tema yang berat, seperti filsafat sejarah atau yang sesuai denan pengetahuan yang diminati atau bidang studi yang memerlukan penjelasan lebih mendalam.

Diperlukan Prioritas

Apabila kita telah mengetahui bagaimana cara menumbuhkan minat baca dengan jelas dan secara meyakinkan, maka akan lebih mudah bagi kita untuk menumbuhkan minat baca kita. Kemudian kita akan lekas tertarik membaca apa saja, meskipun barangkali hal tersebut tidak terkait langsung dengan bidang studi yang kita peroleh di bangku kuliah.

Menumbuhkan minat baca tetap perlu digerakkan, seperti halnya yang dicanangkan oleh Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono, akan pentingnya gerakan baca surat kabar. Baik membaca surat kabar, majalah, jurnal dan lain sebagainya, maupun membaca, buku tetap perlu ditingkatkan. Sebab dengan membaca kita akan mengetahui lebih banyak tentang segala yang berkaitan dengan kebutuhan mikro untuk mengubah pola pikir dan pandangan kita terhadap perkembangan yang begitu cepat..

Salah satu contoh adalah perkembangan media elektonik dan digital yang semakin mencemaskan para penerbit. Sehingga penerbitan dan percetakan mesti berkolaborasi untuk masuk dalam pergaulan bisnis global melalui internet. Pernah suatu saat para penerbit buku dan surat kabar, termasuk majalah khawatir akan keberadaan media global yang disebut dengan E-book, di mana setiap orang bisa baca buku dengan santai dilayar computer tanpa bersusah payah cari buku, tinggal klik akan muncul buku yang kita minta.

Gerakan menumbuhkan minat baca menurut Dr. Raghib As-Sirjani & Amir Al-Madari diperlukan prioritas terhadap bacaan yang haus menjadi pedoman dan menjadikan hidup kita menjadi bermakna dan ini sjalan degan wahyu pertama yang diturunkan Allah Subhanahuwata’ala, untuk pertamakalinya disampaikan oleh Malaikat Jibril kepada Rasulullah, yakni kalimat “Bacalah”. Jadi prioritas pertama adalah membaca Al-Qur’an.

Prioritas kedua adalah membaca Al-Hadits dan yang ketiga membaca ilmu-ilmu agama. Sementara untuk prioritas keempat, bubu-buku yang sesuai dengan spesialisasi ilmiah tertentu. Kelima, buku tentang analisis sejarah. Keenam , buku tentang politik. Ketujuh buku tentang pendapat orang lain. Kedelapan, buku tentang Syubhat seputar Islam. Kesembilan, Buku tentang pendidikan anak. Kesepuluh, buku tentang hiburan. Kalau semua prioritas ini dapat kita lakukan maka hidup akan menjadi lebih bermakna.

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: