Klub Haus Buku

12 Desember 2009

PERSEFTIVE (pernah di muat di visual art edisi 31)

Filed under: Hari Prasetyo — opungregar @ 17:27

*Hari Prasetyo

Jakarta. Perselftive yang menjadi akronim dari Personal, Self dan Perspective adalah sebuah judul yang hendak diketengahkan oleh sejumlah mahasiswa dan mahasiswi jurusan seni rupa Universitas Negeri Jakarta ketika menggelar karya-karya mereka dalam Seminar Persiapan Tugas Akhir Karya Inovatif sebagai upaya menempuh tugas akhir.
Sebanyak empat belas mahasiswa dan mahasiswi yang tergabung dalam pameran tersebut mencoba mengetengahkan tema pada lingkup manusia dan lingkungannya. Kesemuanya membawa perspektif yang berbeda dalam menerjemahkan konsep manusia dan lingkungannya. Ari Suprayogo, Chairunisa, Dwiputri Restiani, Galih R. Santosa, Gunawan Wibisono, Hamdi Ahadi, JJ Adibrata, Khairul Ramdhani, Murniati, M. Sigit Budi S., Nenis Fauziah, Purwanto, Rahmat Muslim, dan Triyanugrah Harefa adalah sejumlah mahasiswa dan mahasiswi yang turut serta dalam pameran tersebut.
Dalam pengantar katalog pameran, Drs. Eddy Fauzi Effendi M.Sn selaku kepala jurusan seni rupa Universitas Negeri Jakarta menuliskan bahwa sebagai individu dan anggota masyarakat , mahasiswa seni rupa terus mencari cara untuk eksis dan mengemukakan pikiran serta hasratnya melalui berkarya. Karya seni rupa sebagai hasil pikir dan rasa mereka, merupakan realitas kehidupan yang dimaknai sebagai perspektif yang dapat ditinjau dari kompleksitas atau dianggap sederhana saja. Demikian pula dari kaca mata perupa tindakan manusia terhadap lingkungannya dapat dilihat dari sisi negatif dan positif. Antara lain ketika mahasiswa seni rupa mersepon fenomena kehidupan berdasarkan pengalaman berinteraksi antar individu, antar sosial, dan antar lingkungannya. Para mahasiswa seni rupa menuangkan hasil perenungannya, kegelisahannya, masalah dan gagasannya dalam karya Seminar Persiapan Tugas Akhir Karya Inovatif ke dalam bahasa visual melalui medium rupa dan unsur estetik pada karya-karya mereka.
Dari karya-karya yang dipamerkan saat ini kriteria di atas tampak pada karya media ambient Galih R. Santosa tentang pollution effect terhadap polusi udara, pada karya komik Rahmat Muslim, Character Profile of Panarumbak yang mengingatkan kita pada kearifan alam, serta pada karya lukis Gunawan Wibisono yang mengangkat tema mengenai pengaruh negatif televisi dalam kehidupan. Sebagian perupa ini merenungkan posisi dirinya sebagai manusia yang memiliki hak hidup walaupun kondisi situasi mengepung mereka secara internal seperti yang dituangkan pada karya lukis Triyanugrah Harefa alias Roky yang berjudul introvert dan ragu untuk menjadi diri sendiri, atau pada karya grafis lino Khairul Ramdhani yang mengusung kehidupannya yang berlatar belakang hidup sebagai Punk, demikian pula dengan karya patung cetak Dwi Putri Restiani yang merindukan kehidupan masa kecil yang penuh dengan permainan dan fantasi dengan teman-teman setianya yang ditampilkan pada karya patungnya yang berjudul Aku dan Pussy, Pussy dan Aku.

Menyimak karya-karya yang disuguhkan dalam “Perselftive” tersebut seraya memberikan kita sebuah cerminan yang sangat besar bagi kita untuk merenungkan kembali ke-eksisan diri kita sebagai manusia yang nyata-nyata dituliskan sebagai mahluk individu dan mahluk sosial dengan lingkungan sekitarnya dalam berbagai sudut pandang dan ragam penyajian yang berbeda.
Selain karya lukis, drawing, patung, komik, media ambient, desain produk dan grafis murni, Perselftive sebagai sebuah pameran juga menyajikan bentuk interaktif lain bagi masyarakat umum yang ingin berapresiasi dan berinteraksi di dalamnya. Dalam pameran tersebut beragam acara menarik pun di gelar seperti diskusi yang mengangkat tema “Kecenderungan Visual perupa Muda Dalam Lingkungan Akademis” dengan pembicara Sem Cornelius Bangun (Kritikus Seni Rupa), Ade Darmawan dan Dida Ibrahim.
Hal menarik lainnya adalah digelarnya workshop Lino Cut dan Workshop Origami Batik yang terbuka untuk umum. Menyinggung workshop yang digelar, workshop origami batik adalah hal yang sangat berbeda dan memberikan warna tersendiri. Mengingat bahwa workshop ini menggabungkan dua budaya yang jelas-jelas berbeda. Batik adalah kesenian asli yang berasal dari Indonesia dan Origami adalah kesenian tradisional khas Jepang yang telah membahana. Sebanyak 25 orang masyarakat umum mengikuti workshop tersebut dipandu oleh para tutor selaku pameris seperti Nenis Fauziah, Chairunisa dan Dwiputri Restiani.
Menurut mereka, batik sebagai karya seni asli Indonesia sudah seharusnya dapat bersaing di pasar Internasional dan melahirkan inovasi dalam penyajiannya. Karena beragam bentuk penyajian yang dapat diterapkan dalam batik dan menjadikannya sebagai lapangan pekerjaan baru. Sedangkan origami yang kita kenal sebagai kesenian melipat khas jepang sangat fleksibel penerapannya. Hasil karya origami dapat dibuat dan diproduksi secara masal, dan kini semakin marak diminati di pasaran baik lokal maupun internasional. Sebut saja lampion ataupun boneka kertas yang sangat terkenal sebagai hiasan ataupun cinderamata dai negeri sakura. Jadi, mengapa tidak jika kita memadukan dua kesenian tersebut dalam satu media, sehingga akan menghasilkan karya seni yang inovatif, menarik, dan laku di pasaran.
Output yang dihasilkan dari workshop origami batik yang digelar tersebut adalah para peserta pada akhirnya mampu membuat sejumlah benda fungsional seperti tas, ikat pinggang, sandal, ataupun boneka kecil yang sangat menarik. Pameran tersebut digelar sejak tanggal 19 Juni hingga 2 Juli 2009, di Galeri Japan Foundation, Gedung Summitmas I Lantai 2, Jl. Jendral Sudirman Kav.61-62, Jakarta.

*Hary Prasetiyo Mahasiswa UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: