Klub Haus Buku

6 September 2008

Twilight : Stephanie H. Meyer

Filed under: Komentar Buku,Novel,Twilight — opungregar @ 20:31
Tags:

Diambil dari blog tante paling lucu seduniaa…kiriman Ike via Bibliophile, 04 September 2008. Terim’s, Ike.

Kamu kenal vampir? Sejauh mana? Sedekat apa? Gimana rasanya kalau ternyata orang yang paling dekeeet sama kita, itu ternyata vampir? Gimana kalau ternyata kita mencintai dan dicintai vampir? Jawabannya bisa kamu baca dalam Twilight, novel Remaja terbitan Maret 2008 oleh GPU ini… (hayyyah epilog-nya jijay)

Aku emang rada telat buat nge-review twilight ini. Tapi gak papa yah daripada gak sama sekali… Kalauuu ajah, kamu mau tanya ke mbah Wiki (pedia), kamu bakal dapetin bahwa vampir itu, emang luar biasa.:

Vampir adalah tokoh fiksi berupa setan yang suka menghisap darah manusia. Ia akan keluar pada malam hari, menyamar sebagai kelelawar untuk menghisap darah orang-orang yang sedang tidur. Korban (yang dihisap) akan menjadi vampir juga.

Dalam dunia modern, vampir bisa menjelma sebagai kelelawar, serigala bahkan gumpalan gas. Mereka mempunyai taring yang panjang untuk mengigit darah manusia. Mereka harus menjauhkan diri dari sinar matahari. Vampir dapat dibunuh dengan cara menikam jantungnya.

Itu kalo kata mbah wiki. Tapi di halaman 199 kita dapat menemukan percakapan:
“jangan tertawa-tapi bagaimana kau bisa keluar di siang hari?”
Bagaimanapun juga ia tertawa. “Mitos”
“terbakar matahari?”
“Mitos.”
“Tidur di peti mati?”
“Mitos”. Ia ragu sesaat, lalu nada suaranya berubah aneh. “Aku tidak bisa tidur”.
Butuh beberapa saat bagiku untuk memahami jawabannya. “Sama sekali?”
“Tidak pernah”, katanya, suaranya nyaris tidak terdengar. Ia menengok ke arahku dengan ekspresi sedih.

Itu tadi baru salah satu contoh bahwa vampir di twilight ini bukan vampi biasa alias bvb.

Tokoh utama di Twilight ini adalah Isabella Swan gadis 17 tahun yang selama hidupnya belum pernah berpacaran sama sekali. (Dalam kasus gw sendiri, 19 tahun). Bella dikisahkan pindah meninggalkan kota Phoenix yang bersuhu 23 derajat Celcius, langit cerah, biru tanpa awan – ke kota kecil Forks di semenanjung Olympic, barat laut Washington yang frekuensi hujannya lebih sering dan langitnya hampir selalu tertutup awan.

Bella merasa setengah hati meninggalkan Phoenix demi menjaga kebahagiaan ibunya, dalam menjalani pernikahan barunya – dengan Phil, seorang pemain sepakbola di liga kecil Amerika sana. Kali ini, Bella akan tinggal bersama ayahnya, Charlie sang Kepala Polisi Forks.

Tentu saja, kedatangannya sebagai siswa baru di High School-nya menjadi pusat perhatian, tambah-tambah semenjak kedekatannya dengan si Ganteng Maut, Edward Cullen.

Edward Cullen,17 tahun sang vampir itu LUAR BIASAAA tampan. Tubuhnya atletis, suaranya indah, jago piano, giginya sehat sempurna-tanpa taring. Pokonya dahsyat abiezz. Namun ia terkenal dingin dan angkuh terhadap wanita. (Ahh belom ketemu tante Angga aja kali tuh hahahahah)

Edward Cullen ini merupakan anak adopsi dokter Carlislie dan Esme Cullen. Ia (ceritanya) bersaudara dengan Emmet dan Alice Cullen. Anak-anak lainnya yang diadopsi dokter Cullen adalah si kembar Rosalie dan Jasper Hale.

Mengapa Edward sangat-sangat tertarik dengan Bella (selain jawabannya karena blom ketemu tante Angga), kalau elo pernah membaca novel Perfume karya Suspend, maka elo bisa menghayati bagaimana kekuatan indra penciuman bekerja. Aroma Bella yang semerbak bunga menarik perhatian Edward untuk menyedot darah dan mengambil jiwanya. Edward adalah vampir tobat yang sudah lama pantang sedot darah manusia. mas jodi-percikanku, dia diet manusia). Tapi Edward tetaplah Edward yang vampir. Setengah mati dia menampik Bella, malah membuat ia tambah dekat dan tidak sanggup meninggalkan Bella. Simak perkataan Edward:

“Bagiku kau rasanya seperti semacam roh jahat yang dikirim langsung dari nerakaku sendiri untuk menghancurkanku. Aroma yang menguar dari kulitmu… kupikir akan membuatku gila pada hari pertama itu. Dalam satu jam itu aku memikirkan seratus cara berbeda untuk memancingmu keluar dari ruangan itu bersamaku, agar aku bisa berdua saja denganmu…”

Dan juga percakapan romantis (yang gak mungkin juga ada yang ngomong gini ke gw):

“Jadi maksudmu, aku semacam heroin bagimu?” godaku, berusaha mencairkan suasana.
Ia langsung tersenyum, sepertinya menghargai usahaku. “ya kau adalah heroin bagiku.”

Awalnya Bella tidak mengetahui Edward itu vampir, namun setelah Jacob Black –tetangga desa sebelah– memberitahukannya, dan karena setiap hampir mati, Edward selalu menyelamatkannya, setelah tahu ia malah tidak mempermasalahkan kevampirannya itu. Malah, Bella bersedia menjadi vampir demi selalu bersama-sama dengan kekasihnya. FYI, kalo elo disedot vampir diumur 17 maka elo akan selamanya menjadi vampir umur 17 tahun.

Proses cinta-cintaan Bella dan Edward mendominasi novel ini, dan ini kadang bikin lelah, bikin capek dengan penceritaan Edward yang keren lah, suaranya bagus lahh blablabla yang bulak balik dikisahkan tante Stephenie. Bikin mupeng juga hahahhaha. Novel ini baru mengalami ketegangan saat Bella diajak oleh keluarga Cullen untuk menonton pertandingan bisbol yang mereka mainkan. Ketika itu, ada 3 vampir (Laurent, James dan Victoria) yang kebetulan sedang melintas, bergabung, dan mencium aroma ke-manusia-an Bella.

“Kalian bawa snack?” tanya mereka.

James, vampir tak diundang itu menjadi terobsesi oleh bau Bella, dan Alice-saudara kandung Edward- yang dapat mengetahui masa depan berujar: Bella menjadi incaran.

Lantas,,, bagaimanakah serunya kejar-kejaran mereka? Apakah Bella akhirnya menjadi vampir? temukan jawabannya sendiri, hehehhehe. Dijamin puas.

9 Komentar »

  1. “When you loved the one who was killing you, it left you no options.If you life was all you had to give, how could you not give it? If it was someone you truly loved?” –Breaking Dawn, Stephenie Meyer, page 1-2

    The astonishing, breathlessly anticipated conclusion to the Twilight Saga, Breaking Dawn illuminates the secrets and mysteries of this spellbinding romantic epic that has entranced millions.

    Just click http://khatulistiwa.net to buy. More cheaper than buy in Amazon. Because of its free delivery.

    Note: Limited stock.www.khatulistiwa.net, Amazon-nya Indonesia

    Komentar oleh Khatulistiwa Online — 13 September 2008 @ 21:46 | Balas

  2. halo..halo pengikut setia edward and bella.. ada gud news, niy..kemarin ku ke gramedia plaza semanggi,,dengan harapan buku ketiga dari twilight saga dah keluar..ternyata eh ternyata belum juga..karena rasa penasaran, ku nanya deh ke mas-mas yang lagi beresein buku..kata dia buku ECLIPSE belum keluar tapi dah
    bisa dipesen secara inden..lalu ku nanya ke customer service dan ternyata itu bener..Kita bisa mesen Buku Eclipse sedara inden dan dapet potongan 10%..lumayan, kan..kalo gak salah bates waktunya smp tgl 24 september..jadi kalo mau,,cpetan yah mesen bukunya.. ~PoeT’s~ via Bibliophile_GPU

    Komentar oleh Fullmoon141269 — 15 September 2008 @ 23:34 | Balas

  3. ikutan komentar:
    Kalo Bella hampir mendekati, karena dia digambarkan gadis canggung dan agak lemah , jadi ga butuh yang cantiknya gimanaaaa gitu, tapi Edward kok ga ya? karena gambaran Edward kan tampan seperti malaikat gitu, jadi kurang sreg aja….(kurang malaikat dan badannya kurang seperti pragawan, kiasan yang ada pada Twilight) Tapi gambar/ slide promosi Filmnya (yang matanya Edward bisa menyala) kereeen banget, sampe aku pasang di Wallpaper komputerku nih! Oia, Jacob Black juga kurang sreg tuh….(ga sesuai dgn bayangan)

    Komentar oleh Lilly Luciani — 17 Oktober 2008 @ 09:47 | Balas

  4. Duh jadi pengen punya pacar vampire deh….
    tp kayak edward…..
    haha…..ngarep……

    Komentar oleh mey........ — 12 November 2008 @ 14:42 | Balas

  5. lebih seru baca yang midnight sun…

    Komentar oleh Rydisa — 4 Desember 2008 @ 13:18 | Balas

  6. kalau vampir 2 kayak di flm tsb… cool en kweereeen abis… pasti para cewek2 akan ngantri buat jadi pacar vampire.Nggak masalah bok, apalagi mereka baek hati… mimpi kalee he he he

    Komentar oleh erna — 27 Desember 2008 @ 21:59 | Balas

  7. Iya gw juga mau, udah cakep, baik, kuat, bisa semi terbang2 pula, mau banget klo ada versi vampir edward di jakarta🙂

    Komentar oleh anggie — 13 Januari 2009 @ 21:26 | Balas

  8. coba kalo aku jadi Bella huahuahauhauha…. Ga mungkiiiiiiiiiin deh kayaknya :))

    Komentar oleh R4TU — 29 Januari 2009 @ 09:58 | Balas

  9. everyday dream about becoming bella

    Komentar oleh elisabeth — 15 April 2009 @ 17:56 | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: