Klub Haus Buku

2 September 2008

Dengan Membaca Hidup Lebih Bermakna

Filed under: Debate Buku,Gemar-Membaca,Komentar Buku — opungregar @ 22:43
Tags:

Komentar Buku

Judul Buku : Spritual Reading : Hidup Lebih Bermakna dengan Membaca
Penulis : Dr. Raghib As-Sirjani & Amir Al-Madari, Alih Bahasa : H. Sarwedi MH Hasibuan, Lc, Penerbit : Aqwam, Tahun Terbit : 2007, Tebal : xii + 210

Oleh Aminuddin Siregar

Salah satu yang tetap menjadi bagian terbsar dari banyak hal yang di hadapi oleh bangsa Indonesia ialah persoalan minat baca yang relative bermasalah. Seperti yang pernah dikemukan oleh Oni Suryaman, bahwa membaca adalah symbol kemajuan sebuah peradaban, (Timbangan Buku), Kompas, Minggu (maaf saya lupa tanggalnya). Kalau ia merupakan symbol peradaban, maka kegiatan membaca menjadi sangat penting bagi siapa saja.

Itu artinya, membaca perlu mendapat perhatian semua orang dan semua pihak, termasuk kalangan pendidik itu sendiri. Setidaknya para murid, mahasiswa, dan kaum terpelajar lainnya tidak dapat mengabaikan tentang arti penting dan perlunya membaca dalam artian mampu mengambil makna dan pengertian dari setiap bahan bacaan yang dibaca seseorang.

Kalau dilihat dari kebutuhan seseorang atau orang per orang, terhadap bahan bacaan, tentulah sangat beragam, baik yang menyangkut tujuan dan sasaran membaca setiap orang. Bahkan bisa pula kita amati sejauh mana dampak membaca terhadap peningkatan kualitas kinerja, kualitas belajar dan pemahaman, ketika tujuan membaca adalah bagi peningkatan karier.

Rosevelt sendiri tidak menyadari bahwa dampak membaca yang dijalaninya setiap hari selama berada di Gedung Putih justru sangat luar biasa dalam pencapaian hasil kerjanya..

Sebenarnya hal-hal seperti di atas itu sudah diketahui para pakar pendidikan, dan berupaya menerapkan bagaimana kegiatan membaca ini dapat meningkatkan prestasi para siswa SMA misalnya.

Para guru sebenarnya telah mencoba berulang kali membahas hal ini. Namun persoalan ini tetap merupakan masalah aktual dibicarakan. Dengan kata lain, menumbuhkan minat baca adalah pekerjaan rumah tiada akhir. Karena itu menjadi tanggungjawab semua pihak, walaupun gerakan pemberantasan buta aksara dianggap selesai.

Banyak orang mengira bahwa membaca bukan kebutuhan, melainkan sekedar hobi dan keisengan semata. Padahal menurut para pengamat dan pakar pendidikan, membaca justru membuat hidup kita lebih bermakna, mebuat pikiran tercerahkan dan membuat kita menjadi banyak tahu.

Oleh karena itu pihak pemerintah melalui kementerian pendidikan nasional tidak henti-hentinya mencanangkan gerakan meningkatkan minat baca. Baik pada tingkatan usia pra sekolah maupun usia lanjut. Termasuk apa yang disebut long life education, yakni belajar seumur hidup. Orang-orang sukses dan berhasil dalam meningkatkan kualitas hidup dan cita-citanya, yang kita sebut otodidak, mereka inilah sebenarnya yang melakukan praktik belajar seumur hidup.

Mereka adalah orang-orang yang memiliki keterampilan membaca, mempunyai kemampuan tinggi memahami, mengambil makna dan pengertian dari setiap bacaan yang mereka baca. Umunya bacaan itu adalah berupa buku.

Dalam hal membaca buku inilah, masyarakat Indonesia dianggap masih tergolong memiliki minat baca rendah bila dibandingkan dengan Negara-negara maju, seperti Jepang, Amerika, dan lain sebagainya di mana masyarakatnya telah menjadikan kegiatan genmar-membaca sebagai sikap hidup.

Jadi menurut hemat kita, membangkitkan kembali sprit kegiatan gemar-membaca tidaklah berhenti, meskipun dalam konteks masyarakat modern, kemajuan yang dicapai sudah sedemikian mangagumkan. Namun untuk memajukan cara berpikir, memperluas wawasan, dan menimba lebih banyak ilmu pengetahuan melalui buku, maka dibutuhkan usaha tak henti dan sejumlah metode.

Sebab bagaimana pun tidak selalu sama, baik kemampuan maupun dalam memanajemebi memori masing-masing individu manusia. Termasuk dalam keragaman seperti ini pula perlunya membaca secara sistematis dan metode khusus agar dapat menyususn secara rapi jenis-jenis bacaan yang sudah tersimpan dalam memori kita. Itu pula sebabnya mengapa mendiskusikan buku perlu dilakukan, sebagai upaya meningkatkan minat baca di tengah masyarakat..

Buku Spritual Reading, karangan Dr. Raghib As-Sirjani bersama Amir Al Madari ini, mencoba memberi gambaran menyeluruh tentang pentingnya membaca, sebagai kebutuhan yang sangat pokok dalam prinsip dalam kehidupan kita dalam zaman modern seperti sekarang ini, sebagaimana dikemukakan oleh Raghib As-Sirjani dalam buku yang menurut saya sangat bermanfaat bagi siapa saja yang ingin menelaah dan mengetahui segala sesuatu tentang dunia.

2 Komentar »

  1. pastinya daonk …. karena dengan membaca kita bisa menggenggam dunia …

    Komentar oleh Muda Bentara — 7 September 2008 @ 11:42 | Balas

  2. Adakah cara belajar membaca, menulis, dan berhitung yang menyenangkan? Sebab, anak-anak terkadang merasa jenuh dan malas untuk belajar. Sehingga terkadang membuat orangtua habis pikir bagaimana membimbing anaknya agar rajin belajar.
    Jawabannya, ada. Yaitu dengan menggunakan metode media belajar yang tepat, sesuai dengan usia anak. Melalui metode yang tepat, anak tidak akan merasa jenuh dalam belajar, bahkan jadi menyenangkan sehingga ia terus bersemangat dalam belajar…
    Selengkapnya: http://agromedia.net/20080905245/Info/Belajar-Calistung-yang-Menyenangkan.html

    Komentar oleh Redaksi Kami — 13 September 2008 @ 23:14 | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: