Klub Haus Buku

27 Agustus 2008

“Drama Obama”

Filed under: Author,Barack Obama,Politik Internasional — opungregar @ 21:54
Tags:
POLITIKA

Sumber : Kompas Cetak, Selasa, 26 Agustus 2008 | 02:26 WIB

Oleh Budiarto Shambazy

Pekan depan berbagai survei akan membuktikan duet ”Obiden” (Barack Obama dan Joseph Biden) bisa memenangi pilpres Amerika Serikat. Itu pun masih bergantung pada siapa cawapres John McCain yang ditentukan akhir Agustus.

Sekitar sebulan terakhir popularitas Obama turun, McCain malah naik. Akhir pekan lalu, sebuah survei membuktikan, mereka sama-sama kuat dipilih 47 persen responden.

Obama tanpa Biden mulai menimbulkan keraguan karena baru hebat sebatas pidato. Walau tampil sebagai tokoh harapan, ia beberapa kali terjebak arus politik Washington yang mapan.

Misalnya, ia mendukung kebijakan Presiden George Walker Bush menyadap pembicaraan telepon warga. Obama mulai mencla-mencle dalam soal penarikan pasukan dari Irak: mau langsung atau bertahap?

Obama menawarkan perubahan, tetapi kurang merinci perubahan yang ia maksud pada tingkat kebijakan yang konkret. Pesta ”Obamamania” telah berakhir, pemilih mulai sinis terhadap ”Oba-me” alias Obama- sentris yang ”I story”. Lebih penting lagi, muncul pertanyaan pokok, ”Can you lead us?” Sebab, AS bukan negara biasa karena satu-satunya adidaya yang menentukan hajat hidup dunia.

Namun, Obama bukanlah Presiden George W Bush, Bill Clinton, George HW Bush, Ronald Reagan, Jimmy Carter, Gerald Ford, Richard Nixon, atau Lyndon Johnson. Ia setara dengan Presiden John F Kennedy: pemimpin berbakat.

Pemimpin berbakat ”terlahir sebagai pemimpin”. Mereka tak lahir tiap hari dan sering kali pergi meninggalkan arena lebih cepat daripada orang biasa.

Misalnya, di lapangan hijau ada Diego Armando Maradona, dalam politik kita ada Soekarno, di dunia musik Barat ada John Winston Lennon, dan di tingkat global ada pula Nelson Mandela.

Tiap orang boleh mengaku belajar kepemimpinan, merasa mampu jadi gembala, atau busung dada punya pengikut setia. Mereka bukanlah ”pemimpin”, tetapi hanya ”pemimpi”.

Tak satu pun bintang yang akan mampu mengulang gocekan Maradona menipu pemain-pemain Inggris di Piala Dunia 1986 di Meksiko. Kualitas Pele, Franz Beckenbauer, Michel Platini, atau Ronaldo tak seujung kelingking Maradona.

Di negeri ini sudah terlalu banyak ”Soekarno jadi-jadian”. Mereka sudah mati-matian mau kayak Bung Karno, tetapi apa daya enggak pernah jadi.

Mana ada pula musisi yang mampu meledakkan ”Beatlemania” yang diotaki Lennon? Hanya dalam hitungan jam lahirlah magnum opus bernama Imagine, yang membuat bulu kuduk bergidik begitu mendengarnya.

Dan, saya yakin tak satu pun manusia yang sanggup mempertahankan prinsip seperti Mandela. Ia dibui puluhan tahun oleh rezim apartheid di Afrika Selatan tanpa pernah kehilangan hati nurani, tekad perjuangan, akal sehat, dan… senyum dikulum.

Tentu saja Obama, Bung Karno, Maradona, dan Mandela berbeda. Namun, mereka memiliki keuntungan komparatif dibandingkan orang biasa: mereka lebih mudah membangun karisma.

Ia bukan barang setengah jadi, dijahit jadi politikus sejak usia 20 tahunan. Ia bukan lulusan perguruan tinggi sembarangan, melainkan dari Harvard dan orang hitam pertama yang memimpin redaksi majalah hukum universitas bergengsi itu.

Ia bukan senator tingkat state atau pusat, tetapi juga penulis ulung yang sekitar 15 tahun lalu melahirkan karya dramatis, Dreams from My Father. Ia bukan pewacana sejati, tetapi menuangkan renungan tentang bangsanya lewat The Audacity of Hope.

Di atas semua itu, ia berhasil membangun karisma selama bertahun-tahun. Ia berkeringat meniti buih perlahan-lahan, menaiki anak tangga satu per satu, dan mendaki bukit langkah demi langkah sampai ke puncak.

Di lain pihak, pemimpin berbakat juga punya kelemahan. Bung Karno hidup poligami, Lennon berlidah tajam, Maradona terjebak narkoba, dan Mandela bukan orator hebat.

Bagaimanapun, kelemahan pemimpin berbakat juga menjadi magnet punya daya tarik luar biasa besar. Obama sempat dijuluki ”Obambi” karena seperti Bambi, anak rusa tak berdosa dalam buku A Life in the Woods karya Felix Salten.

Keluguan politik Obambi salah satu faktor yang memukau pemilih. Keluguan itu yang menyadarkan bangsa AS bahwa momentum kebangkitan politik harapan dan perubahan amat terlalu sayang untuk tak segera dimanfaatkan.

McCain tak lebih dari kepanjangan tangan rezim Presiden Bush. Ciri kepemimpinan Presiden Bush tak lebih dari politik smear and fear yang menakut-nakuti semua orang di Bumi ini, termasuk rakyatnya sendiri.

Entah sudah berapa pemimpin dan negeri asing yang anti-AS, yang dituding evil (jahat) yang mesti dijauhi. Lama-kelamaan rakyat AS pun, yang akhirnya saling curiga, bertanya sendiri, ”Sebenarnya yang evil itu siapa sih?”

Sebelum ”Drama Obama” berlangsung, rakyat AS tak menaruh perhatian lagi pada politik. Mereka dikelabui habis-habisan oleh Presiden Bush lewat dongeng senjata pemusnah massal Irak.

Kini keadaan berbalik 180 derajat. Perhatian dunia terfokus pada saat Konvensi Partai Demokrat di Denver sampai hari-H, 4 November 2008.

Tak ada yang khawatir McCain bisa mengalahkan Obama yang diperkuat Biden, sang politikus kawakan. Saya hanya khawatir kita di sini tak belajar dari ”Drama Obama”.

Dalam politik kadang berlaku kiasan, ”We are too dumb to be govern”. Ya, Anda tahulah apa maksudnya

9 Komentar »

  1. BBC Indonesia, Demokrat AS bahas luar negeri *Konvensi Partai Demokrat AS di Colorado, menyoroti kebijakan luar negeri dan keamanan dengan pidato oleh Joe Biden dan Bill Clinton

    Komentar oleh BBC Indonesia — 28 Agustus 2008 @ 17:32 | Balas

  2. John McCain, Barack Obama pause to praise one another at forum
    Los Angeles Times Thu, 11 Sep 2008 11:28 PM PDT
    At Columbia University, McCain praises his rival’s work as a community organizer. Obama returns the compliment. On a day when the presidential candidates put aside politics to commemorate the seventh anniversary of the Sept. 11 terrorist attacks, Republican nominee John McCain distanced himself from comments made by his running mate, Sarah Palin, who derided Democratic rival Barack Obama’s …

    Komentar oleh Yahoo! Alerts — 14 September 2008 @ 00:31 | Balas

  3. Barack Obama isn’t elitist
    Hot Springs Village Voice Tue, 16 Sep 2008 5:30 PM PDT
    I was amazed that the Republican convention speakers spent so much time saying that Barack Obama is an elitist who would raise taxes and virtually no time talking about what they would do to turn this country around. Well, what Obama has proposed would NOT raise the taxes of the middle class.

    Komentar oleh Yahoo! Alerts — 18 September 2008 @ 08:51 | Balas

  4. The latest from My Yahoo! Blog, Race for the White House.
    The suspense and drama of the 2008 presidential election is heightening and tightening as we fast approach Election Day. Regardless of whom you support or don’t support, we can all agree this race for the presidency is not just historical, but one of the most exciting races we’ve seen in recent history. It’s a real-life, nail-biting drama that’s being played out on TV, news outlets, the Internet, and at dinner tables and water coolers all across the nation. Who will win? Who will be the next President of the United States? We’ll all find out the finale on November 4, 2008. Until then, stay on top of the latest developments with the help of these related feeds: For full news coverage and opinions on the 2008 presidential election, add the Yahoo! News: Elections feed. The Wall Street Journal’s Capital Bureau provides political analysis and opinions from the Beltway with their feed ‘ WSJ.com: Washington Wire ’. From the official website of John McCain’s 2008 Campaign for President, check out the ‘ John McCain Report Blog ’ . From the official website of Barack Obama’s 2008 Campaign for President, check out the ‘ Obama: HQ ’ blog. For the latest posts from the official Republican National Committee blog, add the ‘ GOP.com: Blog ’ feed. For the latest posts from the official blog of the Democratic National Committee, try adding the ‘ Democratic National Committee: Blog ’ to your page. Helen My Yahoo! Editorial Team

    Komentar oleh Yahoo! Alerts — 18 September 2008 @ 09:18 | Balas

  5. Barack Obama still holds slim lead, state polls show
    Los Angeles Times via Yahoo! Alerts Fri, 03 Oct 2008 10:27 AM PDT
    Obama’s support edges upward, with fewer voters remaining undecided. Some McCain backers voice concern about the Democrat’s advantage. Both sides claimed victory in Thursday’s much-anticipated vice presidential debate, but on Friday the contours of the presidential contest remained much as they have been for weeks: Barack Obama holding a narrow advantage even as fewer voters are left to ..

    Komentar oleh Yahoo! Alerts — 4 Oktober 2008 @ 22:58 | Balas

  6. Clinton: ‘You are helping to elect Barack Obama and I thank you’
    Fort Pierce Tribune via Yahoo! Alerts, Wed, 01 Oct 2008 12:14 PM PDT
    To rock star cheers, former President Clinton wasted little time Wednesday mentioning U.S. Sen. Hillary Clinton, D-NY, and Democratic presidential candidate Barack Obama, in a move to soothe wounded feelings among supporters of his wife. Clinton’s trip to Florida was his first field campaigning for Obama since the Democratic National Convention.

    Komentar oleh Yahoo! Alerts — 4 Oktober 2008 @ 23:06 | Balas

  7. BBCIndonesia.com via email Opung_regar, 01 Oktober, 2008 – Published 22:51 GMT* Senat didesak dukung paket *Para pemimpin Senat dari Republik dan Demokrat mendesak agar versi terbaru paket penyelamatan ekonomi disetujui.

    Komentar oleh BBC Siaran Indonesia — 4 Oktober 2008 @ 23:35 | Balas

  8. Barack Obama shows independent side, ‘burbs like John McCain
    Boston Herald Mon, via Yahoo! Alerts 29 Sep 2008 9:03 PM PDT
    Vital independent voters are beginning to back Barack Obama while suburbanites side with John McCain, new polls show. With the presidential race still too close to call,..

    Komentar oleh Yahoo! Alerts — 5 Oktober 2008 @ 00:13 | Balas

  9. John McCain: Barack Obama too partisan on bailout
    Chicago Sun-Times Mon, via Yahoo! Alerts 29 Sep 2008 3:26 PM PDT
    DES MOINES, Iowa — Republican presidential candidate John McCain says Barack Obama and his allies have injected unnecessary partisanship into efforts to pass bailout legislation for the financial industry.

    Komentar oleh Yahoo! Alerts — 5 Oktober 2008 @ 00:15 | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: