Klub Haus Buku

15 Juni 2008

Kiat Menulis Resensi Buku

Filed under: Kiat Menulis,Resensi Buku — opungregar @ 16:23
Tags:

Menulis resensi atau kritik buku sebenarnya nggak sulit. Kalau mau, kamu juga bisa. Nah, berikut ini ada beberapa tips agar kamu piawai menulis resensi.
* Tulisan resensi yang menggambarkan sinopsis harus sesuai dengan isi buku. Banyak peserta yang terdaftar dalam kompetisi ini ternyata kurang memahami isi buku sehingga sinopsis mereka berbeda dengan isi buku. * Ketajaman analisa. Setelah memahami isi buku, kamu harus bisa menilai apakah isi buku bermanfaat atau tidak ? Jika memang bagus, beri penjelasan di mana letak sisi bagus itu. Begitu pun sebaliknya. Di samping itu, kamu harus pula menguasai pengetahuan lain sebagai bahan pembanding isi buku yang hendak kamu kritisi itu, termasuk di dalamnya menyikapi masalah yang ditampilkan buku tersebut.
Asal kamu tahu, prosentase terbesar kriteria penilaian ada pada ketajaman analisa. Di sini, kamu harus bisa mengaitkan masalah lain yang ada dengan masalah yang diangkat buku itu. Dari sini, gagasan kamu dan isi buku mengenai masalah yang sama, bisa bertemu. Tentu saja kamu bisa mengungkapkan ketidaksetujuan atas gagasan penulis buku yang bersangkutan. Pada saat yang sama, kamu juga harus menawarkan argumen untuk mendukung pendapatmu.
* Gunakan bahasa yang terstruktur, lugas, dan jelas sehingga memudahkan pembaca memahami maksud kamu. Melalui bahasa semacam itu, kamu bisa menulis ulang isi atau materi yang terkandung dalam buku, kemudian mengkritisi isinya jika ada yang dinilai kurang tepat. Selain itu, penulis resensi juga harus memiliki kemampuan memahami isi buku secara benar.
* Terakhir, hindari penggunaan kalimat yang panjang dan bertele-tele. Kalimat panjang bisa mengaburkan pesan yang akan disampaikan. Jangan lupa, pilih kata-kata yang tepat untuk merangkai tulisan resensimu. Dengan cara ini, niscaya pembaca akan gampang memahami maksud kamu. Tidak sulit, kan? Oke deh, selamat mencoba. berbagai sumber/cho.

 

Sumber: http://www.republika.co.id
www.klubhausbuku.com 

opungregar@gmail.com

——————————–
File ini merupakan posting Yasmin Agency pada tanggal 10 Juli 2003, atau arsip posting no 317
Jika anda ingin membaca berkaitan resensis buku lainnya silakan buka arsip posting no 372
Jika ada kesulitan silakan hubungi moderator

 

23 Komentar »

  1. Kata orang menulis itu adalah bakat bawaan sejak lahir. Benar atau tidak saya tidak tahu. Tetapi yang saya alami ialah sulitnya mengatasi hambatan menulis. Sehingga ide-ide yang sering muncul tidak pernah dapat saya tuangkan dalam sebuah tulisan. Setelah saya baca “Kiat Menulis Resensi Buku” saya kembali termotivasi. Hanya saja perlu saya belum tahu apakah klub haus buku juga punya kiat-kiat menulis yang akan didiskusikan. Maksud saya tidak hanya mendiskusikan isi buku tetapi bagaimana isi buku yang saya baca itu bisa dituangkan dalam sebuah tulisan. Saya berterima kasih kepada komunitas klub haus buku yang memuat informasi ini. Bagi saya ini sangat berguna dan bermanfaat. Kalau teman-teman lain yang punya kiat misalnya membangun sebuah kalimat, atau mengatasi hambatan menulis, mungkin banyak anggota komunitas klub haus buku ini yang bisa jadi penulis atau jago meresensi buku. Jadi tidak hanya sekedar memberi komentar. Terima kasih.

    Komentar oleh Alvin Surur — 17 Juni 2008 @ 06:02 | Balas

  2. Cara Mudah Menjadi Jurnalis
    Buku ini ditulis berangkat dari dua hal. Pertama, masih sangat
    kurangnya buku panduan atau penuntun yang berkaitan dengan dunia pers,
    karena kebanyakan buku-buku yang beredar masih bersifat teoritis dan
    akademis. Tentu saja, hal semacam ini kurang bisa memenuhi kebutuhan
    praktis para jurnalis pemula.
    Kedua, banyak perkembangan menarik di dunia pers, salah satunya muncul
    dari sisi perkembangan teknologi yang begitu cepat dan bisa dikatakan
    kurang sebanding dengan kemajuan yang dicapai di dunia jurnalistik,
    kalopun ada, itu lebih dikarenakan meningkatnya tuntutan dan daya
    kritis pembaca.
    Pembaca media cetak sekarang ini tidak mau lagi disuguhi dengan
    berita dangkal atau lempang-lempang saja, yang biasa di kenal sebagi
    straight news. Mereka menginginkan berita yang lebih dalam ketika
    mengekplorasi fakta, yang dikenal sebagai analysis news. Bahkan lebih
    jauh lagi, berita investigasi ( investigasi news ) dan berita-berita
    yang sifatnya bombastis, menciptakan suatu keingintahuan yang baru.
    Bila kita liat dari sisi lain, Profesi Jurnalis atau Wartawan, di era
    sekarang ini sangat terbuka lebar bagi siapun, baik bagi para sarjana
    dari latar belakang disiplin ilmu jurnalistik, komunikasi hingga
    berbagai macam latar belakang pendidikan lainnya. Tertarik untuk
    terjun ke bidang yang “Dinamis” dan kaya akan tantangan ini.
    Profesi jurnalis atau wartawan, bukan lagi monopoli sarjana lulusan
    jurusan ilmu komunikasi massa.
    Buku ini amat tepat untuk menjabatani kekurangan tersebut, sebagai
    panduan yang praktis untuk menyelami lebih dalam berbagai bentuk
    tulisan jurnalistik yang pada akhirnya akan memperluas wawasan serta
    cakrawala pemikiran.
    Akhirnya bagi siapapun, baik jurnalis atau wartawan pemula, mahasiwa
    ilmu komonikasi massa, atau mereka para penulis muda, buka yang
    dilengkapi dengan berbagai contoh tulisan atas kejadian konkret ini
    wajib untuk dimiliki dan dijadikan sebagai salah satu bahan rujukan.

    COMING SOON AT DIWANPUBLISH. COM
    Halaman : 204 hal
    Penulis : Drs.A.A Shahab
    Penerbit : Diwan Publishing,
    Jakarta. Cetakan Pertama Mei 2008

    Komentar oleh Diwan Publish — 17 Juni 2008 @ 23:37 | Balas

  3. Harus Bisa! Seni Memimpin ala SBY
    Drs. Dino Patti Djalal
    Red and White Publishing, Juni 2008
    http://www.inibuku. com – “Ide untuk menulis buku ini datang ketika suatu hari saya membersihkan meja kerja saya, dan menemukan segumpulan nota-nota tulisan tangan SBY yang tersimpan di laci. Presiden SBY sering menulis nota-nota ini dalam rapat Kabinet kepada menteri dan stafnya, umumnya berisi instruksi, klarifikasi, atau meminta dicarikan informasi.
    Ketika membenahi nota-nota ini, saya langsung sadar bahwa ini bukan arsip biasa: ini adalah sidik jari dari era politik penting yang kelak akan dipelajari di sekolah dan kampus. Dan sidik jari SBY ini ada dimana-mana: dalam berbagai keputusannya, pidatonya, gebrakannya,pikirannya, tindakannya, konflik batinnya– semua ini adalah jejak-jejak sejarah yang masih segar di depan mata. Dari sinilah timbul gagasan untuk membuat catatan harian untuk merekam peristiwa-peristiwa di Istana.
    Dalam menulis catatan harian ini, saya menjadi semakin terekspos terhadap satu tema dasar: kepemimpinan. Mata saya semakin terbuka bahwa sebagian besar masalah nasional kita sangat berkaitan erat dengan faktor kepemimpinan. Dengan kepemimpinan yang baik, maka krisis akan teratasi, konflik dapat diselesaikan, dan negara semakin maju.
    Sebaliknya, dengan kepemimpinan yang buruk, korupsi semakin parah, ekonomi jadi terpuruk dan reformasi akan mundur. Faktor kepemimpinan,karenanya, bisa menjadi kunci sukses atau penyebab kegagalan.”- Drs. Dino Patti Djalal.
    Dan .. banyak judul-judul buku baru lainnya yang memang benar-benar baru dari berbagai penerbit, jadi jangan lupa klik buku baru pada saat Anda singgah di http://www.inibuku. com.

    Terima kasih
    http://www.inibuku. com – toko buku online
    Pesan melalui telpon : 021 421-2057 atau 021 422-9857

    Komentar oleh opungregar — 18 Juni 2008 @ 23:11 | Balas

  4. Assallamualaikum,
    Kalau ada penulis yang ngeblog, lalu tulisan-tulisan di blog dia bagus semua…itu sih biasa!
    Tapi kalau ada dokter atau insunyur atau fotografer atau pengusaha yang ngeblog, dan tulisan di blog mereka sangat bagus, disukai oleh banyak orang, padahal mereka tak pernah merasa sebagai penulis, NAH,
    INI BARU HEBAT!!!
    Apakah Anda mengenal blogger yang seperti itu? Blogger yang tak pernah
    merasa sebagai penulis, tapi tulisan-tulisan mereka sangat bagus? Bila ada, yuk rekomendasikan mereka pada kami.
    Kenapa? Karena situs BelajarMenulis.com sedang mengadakan event menarik: Belajar Menulis.com’s Blogwriter Awards 2008.
    Lewat ajang ini, kami hendak menunjukkan bahwa ternyata banyak blogger yang sangat berbakat di bidang penulisan, namun mereka hingga hari ini belum pernah merasa bahwa mereka penulis hebat. Semoga dengan award ini, mereka jadi termotivasi untuk menjadi penulis yang lebih hebat lagi.
    Bagi Anda yang bisa memberikan masukan yang bagus, berkesempatan untuk mendapatkan ebook GRATIS “Smart Writing” karya Jonru. Berminat? Info selengkapnya, klik http://www.belajarmenulis.com/blogwriter/
    Thanks dan wassalam Jonru

    Founder PenulisLepas.com
    http://www.penulislepas.com/v2
    Telp: 0852-1701-4194 / 021-9829-3326
    YM: jonrusaja
    Belajar Menulis Jarak Jauh, Kapan Saja di Mana Saja, Berlaku Internasional
    http://www.SekolahMenulisOnline.com

    Komentar oleh Jonru — 19 Juni 2008 @ 22:15 | Balas

  5. ALIH PROFESI, NULIS BUKU?
    Mengapa tidak? Banyak penulis yang beralih profesi dari pekerjaan mapan menjadi penulis buku, seperti Tom Clancy, M. Fauzil Adhim, Leman, dan lainnya. Namun, menulis buku juga bisa menjadi profesi sampingan ataupun profesi pendukung ibarat ‘sekoci’ yang siap menyelamatkan: WAKTU, GAGASAN, dan PENGHASILAN Anda. Karena itu, tidak salah jika para calon pensiunan juga memilih MENULIS BUKU sebagai jalan hidup selanjutnya. Para pebisnis sukses memilih MENULIS BUKU sebagai aktualisasi kesuksesan mereka. Para trainer/public speaker/motivator memilih MENULIS BUKU untuk menguatkan bargaining position atau positioning mereka.
    Lalu, mengapa tidak Anda belajar sekaligus berlatih menulis buku pada ahlinya. Belajar dan berlatih dengan tatap muka langsung sehingga Anda akan mendapatkan pengalaman dan impresi yang berarti untuk MOTIVASI MENULIS, AKSI MENULIS, dan MANAJEMEN DIRI SEBAGAI PENULIS. Ikuti training inspiratif bersama BAMBANG TRIM dengan tajuk: “Fundamental of Writing: Menulis Buku untuk orang Awam” Hubungi: Trimcomm di Telp./Faks. 022-6641607
    Irma (081320200363)Yulia (08562163695)

    Komentar oleh Trim Management — 19 Juni 2008 @ 22:27 | Balas

  6. Untuk rekan-rekan daerah Tangerang dan sekitarnya.Yang berminat silahkan datang, ITs FREE …
    Assalaamu’alaikum,
    Sebagai agenda perdana, kita coba menggabungkan antara Belajar Linux dan Menulis artikel Linux. Mengingat masih banyak pengguna pemula Linux (termasuk kita-kita) yang masih butuh info lebih lanjut tentang add/remove software di Linux, InsyaAllah hari Sabtu besok kita coba belajar bareng tentang ini di rumah saya.
    Agendanya kita belajar :
    1. Add/Remove Software di distro Ubuntu/Blankon, OpenSuse (yg besok mau rilis versi 11), Mandriva, Fedora/CentOS/ RedHatEnterprise lewat internet dan lewat DVD repositori.
    2. Add/Remove Software dari file .deb dan .rpm
    3. Add/Remove Software dari compile source file .tar.gz
    4. Belajar menuliskan hasil belajar bareng dalam sebuah artikel.

    Waktunya : Sabtu besok (21 Juni) jam 1-4 sore.
    Tempat : Jl. H Ridan (dekat perumahan Banjar Wijaya)Cipondoh,Tangerang
    Kontak arah : 02171130170 (Yusuf)
    Peserta diharapkan tidak lupa membawa Distro Linux+Repo Lengkap untuk Ubuntu, openSuse, Mandriva, Fedora.Mumpung masih ada waktu sampai hari Sabtu, buruan cari DVD Repo, terus kita oprek bareng hari Sabtu besok.(Yusuf Kurniawan)

    MigrasiLinux
    Jl. Taman Makam Pahlawan Taruna no. 3 Tangerang.
    Info Center : 021 – 71130170
    email : support@migrasilinu x.com
    http://www.migrasilinux. com http://www.migrasilinux.com

    Komentar oleh Yusuf Kurniawan wrote: — 19 Juni 2008 @ 23:15 | Balas

  7. Undangan Workshop
    Menerbitkan media bagi sebuah instansi atau perusahaan, baik berupa majalah, bulletin ataupun newsletter memegang peranan yang sangat penting dewasa ini. Selain menjadi sarana untuk memberitakan berbagai perkembangan instansi/perusahaan , media juga mampu menjadi sarana menambah pengetahuan, memacu kinerja dan menumbuhkan semangat kebersamaan. Namun ada dua kendala yang lazim dihadapi pengelola, yaitu pengadaan & editing naskah serta penampilan visual media yang masih belum mampu menarik.
    Dalam hal pengadaan naskah, skill menulis & editing naskah, serta wawasan jurnalistik pengelola media menjadi kunci utama. Adapun pada sisi penampilan, kemampuan pengelola dalam mengoperasikan program desain dan layout, ilmu grafika dan juga penerbitan adalah modal utama.
    Untuk itu, sebagai upaya meningkatkan kemampuan-kemampuan tersebut, kami mengundang Bapak/Ibu dan atau staf pengelola media di lingkungan instansi/perusahaan Bapak/Ibu untuk mengikuti workshop

    Komentar oleh Intermedia Network — 19 Juni 2008 @ 23:57 | Balas

  8. Seandainya Guru dan Dosen Menulis Buku
    Berapa gelintir guru atau dosen di Indonesia ini yang sudah menulis buku? Tampaknya keadaan masih miris karena dunia pendidikan kerap lepas dari dunia penerbitan karena guru/dosen tidak mau dan mampu menulis buku. Padahal, menulis buku adalah salah satu jalan dahsyat untuk meningkatkan karier dan profesionalitas seorang pendidik.
    Tunggu apa lagi? Mau menulis buku dengan mudah? Mau tahu rahasia menggunakan empat metode pemetaan ala Bambang Trim dengan teknik tahapan, teknik butiran, teknik aliran, dan teknik tanya jawab? Penulis lebih dari 70 judul buku ini akan membeberkan rahasia dunia penulisan dan penerbitan secara gamblang, terutama bagi mereka yang berprofesi sebagai guru/dosen.

    Komentar oleh Trim Management — 20 Juni 2008 @ 00:13 | Balas

  9. Dari Hartati Nurwijaya
    Menyambut Pesta Buku Jakarta 2008; Buku Anak Islam.
    “If there’s a book you really want to read but it hasn’t been written yet, then you must write it.”
    ~Toni Morrison (Wanita Pemenang Hadiah Nobel 1993 di bidang literature)tatia30@yahoo.com

    Komentar oleh readingcomunity — 20 Juni 2008 @ 12:08 | Balas

  10. Dalam rangka mengasah skill writing dan apresiasi sastra di kalangan remaja, Komunitas matapena bakal menggelar kegiatan “Liburan Sastra di Pesantren” pada Kamis-Sabtu, 10-12 Juli 2008. Ini adalah pelatihan sastra yang dikemas dengan nuansa liburan, meliputi teknik penulisan dan apresiasi puisi, cerpen, novel, dan drama. Dengan metode fasilitasi dan memanfaatkan potensi alam dan lokal. Eh, tapi apa asyiknya sih berlibur di Pesantren?
    Jangan salah sangka dulu, kawan. Pesantren yang ini dijamin tak kalah asyik dibanding tempat-tempat lain sejenis bumi perkemahan. Namanya Pesantren Kali Opak LKiS Yoyakarta. Lokasinya persis di pinggiran Kali Opak yang memanjang di kawasan timur Jogja. Berdampingan dengan bukit Bangkel yang pas banget buat para pencari ide dan gagasan. Apalagi di saat pagi dan sore. Dalam kegiatan ini kamu akan diajak menelusuri keindahan alam khas Kali Opak dan Bukit Bakel.
    Nggak cuma itu, liburan kali ini dijamin unik karena ada proses bersastra. Belajar dari pengalaman para penyair, cerpenis, novelis, penulis naskah drama, juga aktor teater nasional. Ada Gus Mus*, Ahmad Tohari, D. Zawawi Imron, Jadul Maula, Evi dawati, Jony Aryadinata, dan Kajay Habib. Ditemani oleh para penulis novel Matapena, ada Isma Kazee, Mahbub Djamaluddin, Shachree M Daroini, Zaki Zarung, Pijer Sri Laswiji, Ruslan Ghofur, Ully Maftuhah, S. Tiny, Hilma Anis, dan Camilla Hisni. Dan yang nggak kalah penting adalah berkarya. Siapa bilang yang bisa berkarya hanya para sastrawan atau penyair ternama. Setiap isi kepala dan hati adalah sumber karya, dan nggak ada alasan untuk membiarkannya beku lalu mati tanpa diwujudkan dalam karya. Kamu bisa pilih, antara apresiasi puisi, cerpen atau novel, naskah drama atau lakonkannya. Muntahkan semua kreativitas teman-teman dalam malam puncak, festival sastra dan teater. Yang juga akan dimeriahkan oleh pentas wayang multimedia Kajay Habib, pentas teater oleh Komunitas Sangkal, dan orasi budaya dan pembacaan puisi oleh Gus Mus * dan D. Zawawi Imron.

    Komentar oleh lkis Aksara — 21 Juni 2008 @ 20:22 | Balas

  11. Gunakan Indera Menulis
    Suatu saat di mal saya memperhatikan dua anak kecil, dua-duanya anak perempuan. Mereka terlibat pembicaraan menarik tentang boleh dan tidak boleh. Anak yang satu menasihati anak yang lain. Saya menggunakan mata untuk mengamati gerak-gerik mereka tanpa mereka ketahui. Saya “memasang” telinga untuk mendengarkan dialog mereka yang khas anak-anak.
    Mengapa hal seperti ini harus saya lakukan? Profesi spesialis saya dalam menulis adalah menulis buku anak. Karena itu, saya pun menggunakan dua indera anugerah Tuhan, yaitu pelihatan (meskipun saat ini saya berkacamata minus belasan) dan pendengaran. Hasil melihat dan mendengar lalu saya simpan dalam memori. Memori ini kemudian bisa saya gunakan kembali ketika mulai menulis buku anak. Alhasil, dialog yang kita ciptakan bisa benar-benar khas anak-anak. Hasil melihat bisa menggambarkan suasana atau tingkah anak sebenarnya. Hasil mendengar bisa digunakan untuk memutar kembali rekaman suara anak sehingga dialog yang disusun bersumber dari memori ‘voice’ bahasa anak yang terekam.
    Sahabat saya seorang praktisi NLP ketika saya terangkan hal begini menyebutkan dengan takjub bahwa itulah salah satu cara pemograman kata-kata yang bersumber dari syaraf, itulah cara NLP sebenarnya. Bahkan, cara-cara ini dikemas secara marketing oleh Joe Vitale menjadi hypnotic writing.
    Saya menggunakan cara ini juga ketika melakukan tugas menulis (order) biografi maupun autobiografi. Saya berusaha menyelami pribadi orang/ tokoh yang ditulis dengan mengamati gerak-geriknya dan kebiasaannya. Lalu, saya merekam ‘voice’ orang atau tokoh tersebut sehingga masuk ke dalam memori saya. Lalu, rekaman ‘voice’ dalam hati tadi digunakan ketika mulai mengetikkan kata-kata di dalam tuts. Alhasil, seolah orang itu yang sedang bicara tentang dirinya dan saya hanya tinggal menuliskan.
    Bagaimana dengan indera lain seperti penciuman dan perasa? Anda bisa gunakan hal ini untuk mengisahkan sesuatu secara dramatis. Perhatikan: “Bau daging kambing bakar begitu menyengat, tetapi tidak kumungkiri menerbitkan selera juga. Apalagi jika daging itu sudah dilumuri dengan kecap terbaik. Wuih, akan terasa menggurat lidah!” Ketika menulis ini, pasti kita memanggil memori penciuman daging kambing bakar dan bau kecap, mungkin kecap Bango atau ABC. Karena itu, penulis yang baik selalu memiliki memori penciuman apakah itu bau pizza, bau kencur, bau kamper, bau amoniak, bau karbit, bau sampah, bau bangkai, atau bau parfum.
    Perasa juga sama, baik itu dengan lidah maupun dengan kulit. Seorang penulis bisa mengisahkannya dengan baik jikalau ia memang pernah merasakannya dan merekamnya dalam memorinya. Ia bisa menceritakan bagaimana kulit yang terbakar, kulit yang tertusuk duri, atau lidah yang merasakan buah peria.
    Memori adalah daya tampung otak yang dialirkan oleh kabel-kabel syaraf sesuai dengan berfungsinya panca indera kita dengan baik. Kalau salah satu tidak berfungsi, yang lain akan menghasilkan daya lebih kuat. Seseorang yang tidak bisa melihat, daya pendengaran dan terutama indera keenamnya (intuisi) bisa berkembang baik. Karena itu, seorang penulis buta sekalipun, dapat menulis dengan baik dan mendalam.
    Sungguh anugerah Tuhan memang luar biasa, bahkan untuk kita yang hendak menulis. Jangan sepelekan penggunaan indera ini sebagai kapasitas menghasilkan tulisan yang berdaya atau dalam bahasa Joe Vitale, tulisan yang menghipnosis. Hal-hal menakjubkan dari tulisan Anda bisa terjadi.
    Lihat bagaimana respons pembaca terhadap penulis yang benar-benar menggunakan fitur- fitur inderanya. Ada yang berterima kasih, ada yang merasa tertolong, ada yang merasa terhibur, ada yang merasa mendapat solusi, bahkan ada yang mengurungkan niat untuk bunuh diri. Dan jangan pernah mengira bahwa anak-anak tidak mampu merespons atau mengapresiasi karya-karya Anda ini. Saya yakin penulis produktif cerita anak seperti Ali Muakhir, sudah merasakan respons menakjubkan dari orangtua si anak atau bahkan si anak sendiri. Saya pribadi pun sudah merasakan–telah ada puluhan bahkan mungkin ratusan SMS yang saya terima dari anak-anak pembaca buku saya. Dahsyatnya, mereka mengapresiasi tulisan saya seperti kemampuan apresiasi orang dewasa, bahkan ditingkahi dengan pertanyaan-pertanya an yang mengejutkan.
    Bagaimana dengan Anda? Masih tidak bisa menulis, padahal sudah ada lima indera yang masih berfungsi dengan baik? Yap, tidak peduli siapa pun Anda, Anda sebenarnya bisa menulis! Salam,

    Komentar oleh Bambang Trim — 21 Juni 2008 @ 20:33 | Balas

  12. Ketika harga buku naik,penerbit dan penulis yang mempunyairoyalty(berdasarkan prosentase harga buku)akan naik juga….tidak ditulis khawatir ada pajaknya!. Tapi untuk penerjemah dan editor yang hasil kerjanya dihitung per halaman(ukuran kertas, spasi dan font diperhitungkan) atau perkarakter belum tentu …naik juga. Ini bisa terjadi akibat dengan PERJANJIAN antara penerbit dengan penerjemah & editor tidak jelas apalagi hanya persetujuan lisan tentang besarnya …. editor atau penerbit. Kalaupun tertuang di tulisan butir-butir perjanjiannya kurang detail. Posisi penerjemah dan editor bisa sulit lagi kalau ternyata buku yang diterjemahkan sudah masuk daftar hak cipta penulis/penerbit luar yang sudah ada perwakilannya di Indonesia.Sebab… Harus berbagi dengan mereka para pemegang hak cipta. Yang lebih parah posisi tawar yang rendah pada seorang Editor, padahal secara pengalaman atau senioritas seorang editor bahasa asing adalah yang sudah biasa menerjemah. Tapi secara …. sama dengan penerjemah.
    Akhirnya banyak penerjemah emoh menjadi editor,apalagi mututerjemahan dari penerjemah jelek. Mereka lebih suka menerjemahkan sendiri daripada memperbaiki banyaknya kesalahan penerjemah lain. Buku terjemahanpun akhirnya menjadi korban, banyak buku yang terbit yang kurang bermutu dalam segi terjemahan. Misalnya, untuk buku-buku Islam rasa bahasa Arab masih kental dibanding bahasa Indonesiannya.
    Akibatnya bukunya hanya mudah dikonsumsi oleh orang-orang yang sudah ngaji dan susah untuk orang-orang awam. Tentu saja fungsi buku Islam sebagai media dakwah akhirnya terhambat karena faktor bahasa.
    Pemotongan paragraph/kalimat karena ketidakmengertian penerjemah sering ditemui oleh teman saya editor yang sudah 8 tahun berkecimpung dipenerjemahan buku Islam berbahasa arab. Entah paragraph itu syair atau materi yang dinggap tidak penting bahkan mengganggu terjemahan versi penerjemah akhirnya dihilangkan. Sungguh ini merupakan kelalaian penyebab beberapa untaian informasi. yang mungkin dianggap berharga oleh penulis asli tidak sampai kepada pembacanya. Kesalahan lainyang sering terjadi adalah dijumpai beberapa istilah dalam bahasa arab yang terdapat di dalam hadist nabi diterjemahkan di luar konteksnya, walaupun secara terjemah di kamus sudah benar. Penyebabnya penerjemah yang tidak mau/malas melihat penjelasan/syarah istilah di hadist
    tersebut di buku-buku penjelasan/syarah dari hadist tersebut di buku-buku para Ulama

    Komentar oleh Sarana Hidayah — 24 Juni 2008 @ 23:57 | Balas

  13. Ngobrol Bareng dr.Yo (Penulis Novel LANANG)

    Kenal dengan dr.Yo? Itu tuh penulis yang sedang naik daun saat ini. Novelnya jadi fenomena.
    Sebagai novel yang menghentak tema-tema sastra di Indonesia. Keilmiahan, rekayasa genetik, kloning berubah menjadi enak dinikmati dan kejutan-kejutan sastra pada novel ini. Beliau memadukan latar belakangnya sebagai dokter hewan dengan “kegregetan” pembaca akan tema yang jarang diungkap di dunia pernovelan kita.
    Nah, kalau ingin menimba ilmunya dari dr.Yo silahkan datang di Pertemuan KMB (Komunitas Menulis Bogor), yang diadakan pada:
    HARI & TANGGAL : SABTU, 05 JULI 2008
    WAKTU : 10:00 sd 15:00 WIB / selesai
    TEMPAT : SAUNG AKI BARI, di PPLH MATOA – CIAPUS BOGOR
    (lokasi 100 m ke arah kanan, dari pertigaan Ciapus/akhir rute angkot)
    PENGISI ACARA : Bp. Yonathan Rahardjo
    TEMA :Thema Penulisan Lingkungan (expanding master point/subject)
    Demikian undangan ini kami sampaikan dan ucapan terimakasih atas segala perhatian yang diberikan.

    Salam,
    Komunitas Menulis Bogor (KMB) ~

    Komentar oleh Jendela Online — 3 Juli 2008 @ 16:21 | Balas

  14. BEASISWA PELATIHAN MENULIS ARTIKEL (FORUM MUDA PARAMADINA)ANGKATAN V
    Bersama Farid Gaban | 1, 8, 15, dan 22 Agustus (pukul 19.00-21.00 WIB)

    Forum Muda Paramadina, kembali memberikan beasiswa pelatihan menulis artikel. Pelatihan menulis ini didesain agar peserta dapat menulis dengan ringkas dan jelas, serta mengirimkan artikel tersebut ke media massa. Beasiswa ini hanya dikhususkan untuk mahasiswa/i (S1 & S2). Bagi kalangan umum yang juga tertarik ikut dikenakan biaya sebesar Rp. 300.000,- per-orang.

    Pelatihan ini diadakan, setiap Jumat (pukul 19.00-21.00 WIB). Peserta pelatihan ini dibatasi maksimal 15 orang. Hal ini berguna agar pelatihan dapat berjalan efektif dan terjadi interaksi antara peserta dan instruktur. Pelatihan ini diadakan dalam empat sesi.

    Komentar oleh Ahmad Rifki — 14 Juli 2008 @ 19:02 | Balas

  15. Membaca, Menulis, dan Mengajar, sepertinya merupakan kegiatan yang tak terpisahkan. Ketika orang membaca apa saja, terlints dinenaknya untuk menuliskan, setidaknya untuk sebuah catatan. Lalu ketika seseorang menuliskan sesuatu ia pun perlu membaca. Kemudian akan terbersit pula dalam pikiran bagaimana mengajarkannya. Setidaknya menularkan pengetahuan itu kepada orang lain, agar bermanfaat.
    Menulis, sekarang ini menjadi sangat digemari dan banyak peminat. dalam waktu yang berdekatan ada lomba penulisan Esai Tentang Ahmad Wahib, dan ada lomba penulisan esai tentang Cerpen Korea. Jadi membaca, menulis dan mengajar bisa dijadikan sebagai sikap hidup seseorang.

    Komentar oleh Klub Haus Buku — 16 Juli 2008 @ 11:37 | Balas

  16. Profil penulis Cari Aku di Canti
    Wa Ode Wulan Ratna lahir di Jakarta, 23 Agustus 1984. Masih terdaftar sebagai mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Negeri jakarta. Sering berapresiasi dalam berbagai sayembara penulisan cerpen. Cerpen-cerpennya pernah menjuarai sayembara, antara lain creative Writing Institute (CWI) 2005, sayembara cerpen tema Melayu Dewan Kesenian Riau (DKR) 2005, Krakatau Award Dewan Kesenian Lampung (DKL) 2005.

    Komentar oleh Lingkar Pena — 16 Juli 2008 @ 17:46 | Balas

  17. Profil penulis Sepasang Mata untuk Cinta yang Buta
    Noor H. Dee lahir di Depok, Maret 1982. Pernah bekerja sebagai pemasak di hotel dan restorann. Mendirikan perpustakaan jalanan di Depok, aktif di berbagai media gratisan: Jurnal Omong Kosong, dan lain-lain. Cerpennya pernah dimuat di Suara Karya dan buku kumpulan cerpen Kupu-Kupu dan Tambuli.

    Komentar oleh Lingkar Pena — 16 Juli 2008 @ 17:47 | Balas

  18. Informasi dari Grup Salamadani, penerbit pendatang baru dengan semangat memajukan dunia buku Indonesia. Grup Salamadani membuka kesempatan bagi para peminat dunia buku untuk mengikuti SMART EDITOR TRAINING dan TES KEMAMPUAN DASAR EDITING BUKU senilai Rp2.500.000 secara GRATIS. Peserta dibatasi dengan sistem seleksi hanya untuk 25 orang. Untuk itu, Salamadani hanya mencari kader-kader terbaik di dunia penerbitan yang memiliki motivasi tinggi, kreativitas berkelas, dan bervisi penuh isi.Informasi selengkapnya, hubungi bandungbook@yahoo.co.id

    Komentar oleh Bambang Trim — 17 Juli 2008 @ 20:35 | Balas

  19. Ada beberapa hal yang menjadi hambatan terbesar dalam menulis seperti, munculnya anggapan dalam pikiran kita, segala sesuatnya akan tetap mengingatnya; kita cenderung malas menggunakan catatan ketika suatu ide muncul atau gagasan penting yang mesti disampaikan; tidak tahu mengenai tulisan apa yang hendak dibuat; kurang mengenali pokok utama yang perlu disampaikan dalam tulisan; dan tujuan tulisan seringkali tidak terlebih dahulu kita petakan. Kecenderungan-kecenderungan seperti inilah yang kemudian menghambat seseorang untuk menulis, akibatnya gagasan sentral yang semula sudah ada dalam ingatan hilang begitu saja.

    Komentar oleh Neni Emilda — 29 Juli 2008 @ 00:30 | Balas

  20. Terima kasih, telah mengunjungi blog Klub Haus Buku, informasi dan komentar yang Anda tinggalkan dan apa yang Anda harus sampaikan, apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan, sangat bermanfaat bagi kami. Kami ingin terus berinteraksi dengan Anda dan menciptakan hubungan social melalui diskusi online lewat blog ini.
    Kami dari komunitas Klub Haus Buku mencoba membangkitkan kembali sprit Gemar-Membaca Mengasyikkan dan Membikin Hidup Lebih Bermakna. Komunitas ini juga mendiskusikan banyak hal tentang buku dan dunia perbukuan yang telah sedemikian maju dan berkembang pesat di Indonesia.
    Kunjungi terus blog ini dan tinggalkan pesan, saran dan apa pun saja komentar, demi kebaikan dan kebersamaan selalu bermanfaat bagi khalayak ramai pilih salah satu blog ini untuk posting komentar Anda, di alamat ini : http://klubhausbuku.WordPress.com, http://klubhausbuku.blogspot.com, http://bookhunerclub.yahoo/group.com, http://my.opera.com.Opungregar.blog, http://opungregar’s.Weblog.WordPress.com, http://redingcomunity.WordPress.com, http://my.opera.com/Regard/blog
    Salam, Opung Regar

    Komentar oleh opungregar — 30 Juli 2008 @ 02:11 | Balas

  21. Salam takzim,Saya mau nulis artikel tentang training kepenulisan yang banyak
    diadakan pegiat perbukuan, jurnalistik, maupun sastra. Jika ada teman-teman yang pernah ikut training tersebut, silakan komentar, seperti apa sih bentuk, tawaran, maupun kelebihan dan kekurangannya. Kalau perlu disertai pendapat apa training tersebut layak disarankan atau diwaspadai.Terima kasih. Wartax

    Komentar oleh Anwar Holid — 4 Agustus 2008 @ 16:31 | Balas

  22. KIAT MENULIS ALA JK ROWLING
    Dalam wawancara dengan BBC untuk feature “Author on The Spot” yang
    ditujukan untuk anak-anak, JK Rowling memberi kiat-kiat penulisan yang cukup
    efektif bagi penulis “junior”. Mau tahu tips-tipsnya?, kunjungi http://dienaulfaty.wordpress.com/2008/08/08/kiat-menulis-ala-jk-rowling/
    Regards,Diena Ulfaty http://dienaulfaty.wordpress.com

    Komentar oleh Diena Ulfaty — 9 Agustus 2008 @ 14:56 | Balas

  23. (Tips Menulis) Mencari Ide
    Mencari Ide bisa jadi kegiatan paling menyebalkan atau malah menyenangkan. Menyebalkan jika dah cari jungkir balik, pi belom dapat juga. Menyenangkan jika baru saja imajinasi mengembara, ide langsung dapet, apalagi idenya cemerlang. Mencari ide itu gampang-gampang susah, ya Mas? Ya begitulah.
    Sebetulnya ada cara buat cari ide nggak? Yang pasti harus mengoprimalkan seluruh indra kita.
    Kalo secara teori ada nggak? Saya belom pernah baca, tapi paling tidak ada dua cara yang bisa kita lakukan untuk mencari ide. Apaan tuh? Cara pasif dan cara aktif.

    Jelasin dong.

    Komentar oleh Ali Muakhir — 16 September 2008 @ 17:58 | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: