Klub Haus Buku

7 Juni 2008

Psikologi Kognitif

Filed under: Psikologi — opungregar @ 22:00
Tags:

Disadur Oleh Kelompok Pecandu Buku

Menyatakan bahwa : informasi barangkali diperoleh, dipertanyakan, didapatkan kembali untuk penggunaan yang akan datang jika pelajar dibentuk, relevan, dan dibangun atas kehadiran ilmu pengetahuan.

Kognitif bertanggung jawab dengan kajian-kajian konsep pemahaman individu, kemampuan memecahkan masalah, dan kemampuan memberikan alasan. Program kognitif sering diorganisir dalam jumlah besar, dan telah dibangun dalam peralatan memori yang dibangkitkan oleh pelajar untuk membantu pelajar menyimpan dan menggunakan informasi di masa yang akan datang.

Model kognitif memberi pelajar suatu kendali yang memperkenalkan kerangka konsep, dan dengan mengandalkan pembelajaran yang berbasiskan pengalaman dan penemuan.[1]

13 Komentar »

  1. PemebelajaranmModel kognitif biasanya dirancang untuk pelatihan orang dewasa. Model ini seringkali diterapkan dalam pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan oleh lembaga-lembaga pelatihan yang dikelola oleh pemerintah melaui departemen-departemen, yang mempunyai badan pelatihan dan lembaga-lembaga non departemen, seperti Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Lazimnya pelatihan semacam ini berbasikan peserta didik. Tetap[i model ini tidak tertutup kemungkinan untuk diterapkan dalam pendidikan yang berbasiskan guru dan pelatih yang diterapkan dalam sekolah-sekolah tetap. Menurut Anda bagaimana ? Elvina Diah (Kontributor KlubHausBuku.Blogspot.com)

    Komentar oleh Elvina Diah — 10 Juni 2008 @ 08:25 | Balas

  2. Kajian-kajian konsep, prinsip dan prosedur memang lazim diterapkan dalam pelatihan orang dewasa. Pelatihan ini berbasis pengalaman peserta didik. Salah satu tujuan dari penerapan model kognitif dalam proses belajar mengajar orang dewasa adalah menggali pengalaman peserta sebanyak mungkin. Maksud lainnya untuk lebih memudahkan dalam proses evaluasi peserta didik. Peserta didik memang diusahakan supaya terbentuk sedemikian rupa dengan membanjirnya informasi dan kemajuan ilmu pengetahuan dan tekknolog, di mana perubahan-perubahan terjadi sangat cepat setiap saat. Dalam kontek pembalajaran di Indonesia penerapan ini bisa diperkenlkan dalam pelatihan-pelatihan luar sekolah, walaupun mungkin dalam sistem pendidikan kita hal ini sudah mulai dilirik oleh para pakar pendidikan dan para guru yang dapat menyesuaikan situasi dan kondisi proses belajar mengajar yang diselenggarakan. Mendiskusikan masalah pendidikan memang menarik setidaknya untuk menambah pemahaman kita tentang kemajuan pendidikan di negeri kita. Bagaimana dengan teman-teman yang lain ?

    Komentar oleh Dian Fariyani — 10 Juni 2008 @ 08:36 | Balas

  3. Kajian-kajian konsep, prinsip dan prosedur memang lazim diterapkan dalam pelatihan orang dewasa. Pelatihan ini berbasis pengalaman peserta didik. Salah satu tujuan dari penerapan model kognitif dalam proses belajar mengajar orang dewasa adalah menggali pengalaman peserta sebanyak mungkin. Maksud lainnya untuk lebih memudahkan dalam proses evaluasi peserta didik. Peserta didik memang diusahakan supaya terbentuk sedemikian rupa dengan membanjirnya informasi dan kemajuan ilmu pengetahuan dan tekknolog, di mana perubahan-perubahan terjadi sangat cepat setiap saat. Dalam kontek pembalajaran di Indonesia penerapan ini bisa diperkenlkan dalam pelatihan-pelatihan luar sekolah, walaupun mungkin dalam sistem pendidikan kita hal ini sudah mulai dilirik oleh para pakar pendidikan dan para guru yang dapat menyesuaikan situasi dan kondisi proses belajar mengajar yang diselenggarakan. Mendiskusikan masalah pendidikan memang menarik setidaknya untuk menambah pemahaman kita tentang kemajuan pendidikan di negeri kita. Bagaimana dengan teman-teman yang lain ? Saya berkomentar untuk tulisan Pengenalan Andragogi+pedagogi. Sementara komentar ini adalah untuk deskripsi psikologi kognitif. Saya rasa ini bukan duplikasi dari komentar saya terdahulu.

    Komentar oleh Dian Fariyani — 10 Juni 2008 @ 08:43 | Balas

  4. Terima kasih kunjungan dan komentarnya. Mari teruskan mendiskusikan apa saja tentang kemajuan berbagai ilmu pengetahuan. Juga beri komentar terhadap buku apa saja yang Anda baca dan kirimkan ke Klub Haus Buku atau ke blog readingcomunity.wordpress.com/
    Jangan biarkan hari-hari berlalu tanpa baca buku. Tularkan terus kegemaranmu membaca, timba ilmunya dapatkan pengetahuan sebanyak mungkin dari kegiatan membaca. Karena psikologi kognitif mencakup semua pengenalan dan kesadaran berpikir manusia.Bahwa belajar seumur hidup itu memang penting bagi siapa saja. Terima kasih.

    Komentar oleh opungregar — 10 Juni 2008 @ 23:11 | Balas

  5. Pengembang teori belajar kognitif dapat disebut beberapa nama yang tak asing lagi dalam dunia pendidikan. Tiga tokoh utama yang acap kali dijumpai antara lain adalah Koffka, Kohler, dan Wertheimer, di mana menurut mereka belajar adalah proses mengembangkan pemahaman terhadap konteks sejumlah hubungan di dalam suatu persoalan menuju pembentukan tingkah laku.

    Komentar oleh subhani — 18 Juni 2008 @ 18:22 | Balas

  6. Untuk waktu yang sangat lama, menurut para ahli psikologi dan ahli pendidikan proses-proses belajar kognitif seringklai tidak dipersoalkan selama proses belajar. Padahal proses belajar kognitif merupakan proses berpikir dengan menggunakan logika deduktif dan induktif, yakni kemampuan menyimpulkan yang ditarik dari proposisi formal dan kemampuan mempertimbangkan hal khusus kepada yang umum. Karena kurangnya kepedulian terhadap belajar kognitif itulah antara lain yang membuat banyak para guru cemas akan kualitas anak didiknya. Bahwa inti dari teori belajar kognitif ialah pentingnya perilaku. Di mana perilaku yang tidak dapat diamati pun dapat dipelajari. Ini merupakan keyakinan para ahli psikologi kognitif.(Insan Mhs. STAIN Batusangkar).

    Komentar oleh opungregar — 18 Juni 2008 @ 22:16 | Balas

  7. Mengajar, –ujar Bertrant Russel dalam kumpulan karangan “Pergolakan Pemikiran”– lebih daripada pekerjaan-pekerjaan lainnya, telah mengalami transformasi selama duaratusan tahun terakhir dari satu profesi kecil, dengan keahlian tinggi yang hanya dinikmati oleh segelintir orang, menjadi suatu bidang jasa umum yang besar dan penting. Profesi ini katanya mempunyai tradisi yang besar dan terhormat, membentang dari awal sejarah manusia hingga masa-masa modern seperti sekarang ini. Namun menurutnya tiap guru zaman modern diilhami oleh cita-cita ideal para pendahulunya, sekarang dikejutkan oleh kenyataan bahwa fungsinya bukan lagi untuk mengjarkan apa yang diyakininya, melainkan untuk menanamkan keyakinan-keyakinan serta kebodohan-kebodohan yang dipandang berguna oleh mereka yang memerintahkannya. Bagaimana menurut Anda? Mari kita diskusikan, satu kalimat saja Anda berpartisipasi akan sangat berarti bagi kami.

    Komentar oleh opungregar — 29 Juni 2008 @ 12:21 | Balas

  8. Kalau kita bicara tentang psikologi kognitif, maka yang terbayang di benak kita para tokoh pendidikan, pakar pendidikan, para guru dan sekalian murid-murid, mulai dari kelompok bermain play group, Taman kanak-kanak, murid sekolah dasar, hingga sekolah menengah tingkat atas. Bersamaan dengan itu kita juga teringat akan teori-teori yang sudah dijejali oleh para guru, dosen, dan buku-buku yang kita baca.
    Saya teringat kepada Rober Gange, tentang teori klasifikasi yang dikemukakannya, Ia mendasarkan teori pengetahuan perilaku dan kognitif. Nampaknya Ia berhasil membedakan beberapa bentuk kecakapan dan memberi definisi pada setiap kecakapan itu. Menurutnya kecakapan sikap misalnya merupakan kemampuan meilih tindakan dengan satu cara ketimbang cara lain. Ia mencontohkan memilih untuk mengerjakan PR ketimbang pergi kebioskop.

    Komentar oleh Dra. Ayang Primawati, M.Pd — 5 Juli 2008 @ 14:15 | Balas

  9. Kemaren, ketika kita membicarakan strategi-strategi kognitif, barangkali ada yang terlupakan, yang tidak sempat dipertanyakan atau setidaknya diulas meski secara sepintas saja. Maksud saya beberapa teori pengetahuan kognitif yang lazim disebut sebagai teori pengolahan informasi. Jerome Bruner, misalnya, berupaya menggabungkan informasi tentang perkembangan anak dengan informasi tentang pembelajaran manusia. Teori ini menunjukkan kesulitan-kesulitan membangun sebuah teori pengajaran yang sistematis. Jadi bagaimana agar teori kognitif ini bisa menggiring ke proses pemikiran internal hingga mampu meraih prestasi yang diharapkan.

    Komentar oleh Drs. Adropen, M.Pd — 5 Juli 2008 @ 14:43 | Balas

  10. Sebelum lebih jauh membahas Cerita yang layak muat atau terbit, ada baiknya kita simak dahulu apa yang dikatakan oleh para pakar psikolog tentang dunia anak. Begini katanya;
    Pertama, “… anak usia sekolah dasar itu mempunyai ciri-ciri yang khas, yang berbeda dengan psikologi perkembangan balita atau remaja. Baik dalam perkembangan fisik, kognitif, dan bahasa, serta perkembangan sosial emosional mereka.”
    kedua … klik aja http://alimuakhir.multiply.com/journal/item/65/Artikel_Menulis_Cerita_yang_Layak_Muat

    Komentar oleh Ali Muakhir — 18 Juli 2008 @ 19:32 | Balas

  11. Robert Gagne mendasarkan gagasan-gagasannya pada teori pengetahuan perilaku dan kognitif. Ia membedakan beberapa bentuk kecakapan, seperti kecakapan intelektual, kecakapan verbal, kecakapan motorik, kecakapan sikap, masing-masing mempunyai definisi dan kegunaannya. Para guru seringkali mengartikan ini sebagai proses berpikir. Bagi Gagne kategori tersebut merupakan hasil akhir dari sebuah pembelajaran dan bukan sebagai proses yang menyebabkan munculnya pengetahuan. Sementara bagi Kelvin Seifert, perbedaan itu merefleksikan pengaruh psikologi perilaku, dengan fokus perhatiannya pada prestasi nyata.ketimbang pengolahan informasi internal.

    Komentar oleh Indria Sari — 25 Juli 2008 @ 01:40 | Balas

  12. Komnitas baca buku adalah komunitas baca buku dan pencinta buku yang mempromosikan buku dan dunia perbukuan. Kami mengajak seluruh penerbit untuk gabung dan mengiklankan produksi bukunya
    di blog klub hasu buku baik di http://klubhausbuku/blogspot.googlegroup,
    http://klubhausbukuyahoogroup.com, https://klubhausbuku.wordpress.com, http://my.opera.blog.com.regar, http://My.Opera.Blog.Com.Regard. http://www.klubhausbuku.blogspot.com

    Komentar oleh opungregar — 27 Juli 2008 @ 18:10 | Balas

  13. Mengikat Makna, Kaifa 2001
    Sebelum lebih jauh membahas Cerita yang layak muat atau terbit,ada baiknya kita simak dahulu apa yang dikatakan oleh para pakar psikolog tentang dunia anak. Begini katanya;
    Pertama, “…anak usia sekolah dasar itu mempunyai ciri-ciri yang khas, yang berbeda dengan psikologi perkembangan balita atau remaja.Baik dalam perkembangan fisik,kognitif, dan bahasa,serta perkembangan sosial emosional mereka.” Kedua..klik aja http://alimuakhir.multiply.com/journal/item/65/Artikel_ Menulis_Cerita_ yang_Layak_ Muat

    Ali Muakhir Pengelola Rumah Kreative LineProduction(Konsultan Penerbitan dan Agen Naskah buku Anak dan Remaja) Komp.Bandung Indah Raya Blok C II/ No. 5 Bandung 40286 phone 08156003219 http://www.alimuakhir. multiply. com http://www.line-production .com

    Komentar oleh Ali Muakhir — 10 Agustus 2008 @ 19:46 | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: