Klub Haus Buku

7 Juni 2008

Perombakan Besar-besaran Kebijakan Pendidikan

Filed under: Pendidikan — opungregar @ 21:37
Tags:

Disadur :oleh Kelompok Reading Community

Pelayanan pendidikan di Inggris ditetapkan pada tahun 1944 dan hal ini dilakukan secara merata disegala aspek pendidikan. Pemerintah menyediakan sekolah-sekolah bagi sejumlah pelajar yang berusia antara 5 – 16 tahun. Dan hampir semua pendidikan lanjutan di fokuskan kepada bidang/sekolah teknik dan keguruan.

Sekolah teknik ini ditetapkan pada tahun 1989 sedangkan keguruan pada tahun 1992. Universitas mempunyai status sendiri walaupun pendanaanya masih bergantung kepada pemerintah. Selain dana pemerintah juga berasal dari, donatur, bantuan komite universitas dan dewan dana universitas.

Dari situlah, sekolah teknik merubah status mereka menjadi universitas dan mereka mampu memberikan gelar sendiri tanpa campur tangan pihak luar. Persaingan bagi para pelajar juga memberikan respon kepada pemerintah untuk menyediakan lebih banyak pendidikan lanjutan. Sehingga, dewan pendanaan pendidikan inggris berusaha untuk mengumpulkan dana sebanyak mungkin.

Pada tahun 1979 terjadi perombakan besra-besaran terhadap kebijaksanaan dalam bidang pendidikan, disaat pemerintah konservatif memegang kekuasaan. Pemerintah mengumumkan tentang penetapan kurikulum dan standar nilai yang harus ditetapkan disekolah-sekolah. Pada tahun 1976, P.M Jamers Callaghan membacakan pidatonya di Ruskin College yang membahas tentang sistem pendidikan dan standar yang akan ditetapkan disekolah-sekolah. Pertemuan (Perdebatan yang hebat ) ini masih dilanjutkan dengan beberapa rentetan rapat di awal tahun 1977. Rapat/pertemuan tersebut juga membicarakan mengenai kesalahan-kesalahan/serangkaian catatan hitam dalam dunia pendidikan dan juga beberapa kritikan terhadap sistem pendidikan. Menurut beberapa orang komentator (eg Kogan, 1985). Keseluruhan ini adalah bagian dari kesepakatan bersama yang telha dibahas pada Bab I. pendapat terhadap hal tersebut dan metoda pendidikan sangat beragam.

Proses untuk melibatkan sekolah dalam bidang politik telah dimulai pada tahun 1979 dan pengawasan terhadap pendidikan dilakukan oleh team pengawas. Dalam pidatonya di Ruskin College, James Callaghan menegaskan bahwa para orang tua sangat mencemaskan tentang standar pendidikan dan dengan lajunya DES membutuhkan pengawasan dan ketetapan kurikulum wajib (P.17).

Pada tahun 1979 pemerintah membuat 2 perubahan penting sekaligus. Pertama, merombak peraturan yang tidak mewajibkan peraturan yang tersebut tidak ada hubunganya dengan alasan ideologi, tetapi hanya untuk mengatur kebutuhan masyarakat dengan mengurangi pengeluaran masyarakat secara merata. Dan pada tahun 1980 dewan pendidikan mengeluarkan suatu kewajiban bagi tiap sekolah untuk mengembangkan potensi mereka, sehingga memungkinkan para orang tua untuk memilih banyak sekolah bagi putra-putri mereka, jadi tidak hanya memilih satu sekolah dalam suatu wilayah saja. Dan pemerintah memberikan dana untuk mendirikan beberapa sekolah dan juga memberikan beasiswa kepada sebagian siswa untuk belajar di sekolah khusus. Pada tahun 1981 terdapat pemotongan besar-besaran bagi dana universitas. Sebagian dari universitas tersebut mengalami pengurangan bantuan lebih drai 40 %. Namun bagi sekolah lanjutan (politeknik) masih mendapat dana dan pengawasan dari NAB yang dimulai pada awal tahun 1982. Bagi pemerintah sendiri, kerjasama antara NAB dan dewan pendanaan Universitas sangat diperlukan untuk mengawasi sistem pendidikan.

Usaha ini dilakukan untuk mengurangi pengeluaran, sekurang-kuranngya menjaga pengeluaran tersebut tetap berada dibawah rata-rata. Dan untuk mewujudkannya, maka pemerintah memberikan wewenang penuh kepada pemerintah daerah untuk mengurangi pengeluaran mereka. Dan dari pengamatan yang dilakukan, hampir dari ½ (separoh) dana untuk daerah dihabiskan untuk pendidikan.

2 Komentar »

  1. Berapa gelintir guru atau dosen di Indonesia ini yang sudah menulis buku? Tampaknya keadaan masih miris karena dunia pendidikan kerap lepas dari dunia penerbitan karena guru/dosen tidak mau dan mampu menulis buku. Padahal, menulis buku adalah salah satu jalan dahsyat untuk meningkatkan karier dan frofesionalitas seorang pendidik.
    Tunggu apa lagi? Mau menulis buku dengan mudah? Mau tahu rahasia menggunakan empat metode pemetaan ala Bambang Trim dengan teknik tahapan, teknik butiran, teknik aliran, dan teknik tanya jawab? Penulis lebih dari 70 judul buku ini akan membeberkan rahasia dunia penulisan dan penerbitan secara gamblang, terutama bagi mereka yang berprofesi sebagai guru/dosen.

    Komentar oleh Trim Management — 24 Juni 2008 @ 21:16 | Balas

  2. Kelihatannya, kita belum berani melakukan perombakan besar-besaran bidang pendidikan, seperti yang dilakukan oleh Inggris pada tahun 1944. Di mana separoh dana dihabiskan untuk membiayai pendidikan. Melihat kondisi hasil ujian nasional, di salah satu sekolah yang siswanya tidak ada satu pun yang lulus, telah menimbulkan berbagai penafsiran terhadap tujuan pemerintah terhadap penetapan standar yang akan ditetapkan di sekolah-sekolah.

    Komentar oleh vina — 27 Juni 2008 @ 07:41 | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: