Klub Haus Buku

23 Mei 2008

Wajah Kabinet Presiden Gus Dur

Filed under: Gus Dur,Politik Nasional — opungregar @ 17:45

Sumber : Harian Media Indonesia

Memuat segala sesuatu secara instan, Indonesia memang jagonya. Mulai dari membuat kopi instan dan mie instan, sampai dengan pembuatan kabinetpun, kita sanggup melakukannya secara instan. Dalam waktu dekat ini, kalau tidak salah, pada hari perayaan Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1999, kabinet yang lahir dari situasi,kondisi, dan semangat instan ini, kabarnya akan di umumkan pada publik. Tentang bagaimana wajah dari kabinet pilihan Gus Dur nanti, agaknya cukup mudah untuk di tebak. Paling tidak, sifat dan pembawaan Gus Dur yang selalu bersifat akomodatif terhadap berbagai kelompok dan kemungkinan,cukup memberi petunjuk yang mengantar kita pada dugaan bahwa kabinet mendatang pasti berwajah penuh keanekaragaman dengan aroma aliran politik yang membaur – tetap memberi kesan kuat: yah, begitulah Gus Dur, Presiden Republik Indonesia yang baru.

Sementara Megawati yang sekarang menjabat wakil Presiden, sudah dapat di tebak pasti akan membiarkan Gus Dur membentuk kabinetnya secara leluasa. Hal ini dapat dengan mudah di duga akan di lakukan Megawati karena sikapnya yang sangat taat kepada aturan main – yang dalam kaitan ini memberikan sepenuhnya hak perogratif dalam menentukan susunan kabinet ketangan seorang Presiden. Kalau toh ada portofolio yang di jadikan sebagai bagian tanggung jawabnya sebagai wakil Presiden,bisa jadi Megawati hanya akan membatasi pilihannya pada bidang ekonomi dan keuangan yang telah sejak lama di persiapkan oleh partainya, jauh jauh hari sebelum perebutan kursi Presiden berlangsung. Dengan kata lain, usulan dari kubu Megawati agaknya akan di lakukan dengan menyodorkan 2 atau 3 nama yang terkait dengan bidang kerja dalam wilayah tanggung jawab yang di inginkannya.

Dalam hal ini sikap Megawati yang menyerahkan dan mempercayai sepenuhnya tanggung jawab politk kepada Presiden terpilih untuk menjalankan tugas sebagai kepala pemerintahan tertinggi di negeri ini. Dengan demikian, seluruh tanggung jawab politik menjadi sepenuhnya ada pada Gus Dur. Sementara, secara sektoral tanggung jawab bidang ekonomi cenderung berada di tangan Megawati.

Melalui pembidangan wilayah tanggung jawab ini, maka masalah keamanan agaknya akan diberikan kepada siapapun yang diberi jabatan sebagai menko polkam. Dalam kaitan ini, satu hal yang menarik adalah terbetiknya berita bahwa jabatan menteri pertahanan dalam kabinet mendatang akan di serahkan kepada individu yang berasal dari kelompok sipil. Tentu saja, personal yang mengemban tugas ini adalah seseorang yang mestinya pernah berpengalaman dalam kerja yang berhubungan dengan masalah masalah pertahanan, minimal dalam wilayah konsep dan pemikiran. Dengan demikian maka siapa – siapa yang akan menjabat sebagai Panglima TNI Angkatan Darat, angkatan laut, dan angkatan udara menjadi menarik untuk di perhatikan, selain tentunya jabatan Panglima TNI yang membawahi ketiga angkatan tersebut.

Masih dalam kaitan perubahan di atas, dalam hal ini kedudukan Kepolisian Republik Indonesia menjadi perlu untuk di pertanyakan. Kepada siapa Kapolri mendatang harus bertanggung jawab? Sebagai penanggung jawab keamanan kedudukan lembaga kepolisian menjadi sangat strategis dalam mewarnai kehidupan menuju terbentuknya suatu “civil society”, sebagaimana yang di harapkan oleh semangat menuju Indonesia Baru. Menempatkan alur tanggung jawab pada garis komando secara gegabah, bisa jadi merupakan langkah awal yang bermuatan negatif. Dalam situasi dan kondisi seperti sekarang ini, menempatkan garis komando dan pertanggung jawaban langsung kepada Presiden,agaknya merupakan kebijakan yang memberi kemungkinan bagi Kepolisian Republik Indonesia membangun citra dan kewibawaannya yang sangat di butuhkan oleh situasi dan kondisi yang ada sekarang ini.

Kembali menyoal masalah kabinet serba “instan” ini, yang saya maksud adalah suatu kabinet yang di benttuk dalam waktu yang sangat terbatas dengan persiapan dan kesiapan yang sangat terbatas pula. Dengan demikian, mengharapkan suatu kabinet yang ideal agaknya menjadi kurang realistis. Secara pribadi, saya berkeyakinan bahwa faktor kedekatan dan faktor “like and dislike” masih sulit unutk di kesampingkan. Belum lagi, upaya yang mencoba mengadopsi seluruh kelompok yang berangkat dari semangat rekonsiliasi nasional. Hal ini, bukan tidak mungkin akan memperkuat munculnya berbagai kepentingan kelompok yang mencoba menjadikan susunan kabinet sebagai pijakan strategis untuk menenangkan tujuan politik kelompok maupun partainya masing – masing.

Terlepas dari siapapun yang akan duduk dalam jabatan menteri pada kabinet mendatang, berbagai pekerjaan rumah bidang politik, hukum, dan ekonomi telah menanti mereka di ambang pintu kementerian masing masing. Penanganan dan penyelesaian kasus Aceh, Irian, Maluku,dan terahkir masah tuntutan merdeka yang datang dari para mahasiswa di Ujung Pandang, merupakan kerja politik pemerintahan mendatang yang harus di hadapi dengan capaian target menjamin keutuhan bangsa sebagai hasil ahkir – yang harus di pertanggung jawabkan pemerintahan Gus Dur kepada para wakil rakyat di lembaga MPR. Belum lagi bila dalam kabinet Gus Dur nanti terdapat individu yang oleh masyarakat dapat di kaitkan dengan dosa Orde baru di masa lalu, maupun semasa pemerintahan Habibie. Reaksi masyarakat, terutama kaum mahasiswa, merupakan suatu kerja politik yang agaknya cukup menyita waktu dan pikiran dan yang akan berdampak pada kwantitas maupun kwalitas kerja pemerintah.

Tantangan yang cukup besar dan sangat menentukan adalah penanganan di bidang ekonomi. Memulihkan kepercayaan pasar, menghidupkan kembali roda perekonomian sektor rill, serta upaya mengurangi angka pengangguran merupakan kerja besar yang tidak mudah untuk diatasi. Oleh karenanya,bila portofoiio bidang ekonomi menjadi tanggung jawab Megawati, maka memilih personal yang berkwalitas dan “market friendly” menjadi keharusan. Bila hal ini dapat di lakukan, satu hal yang dapat merintangi kerja para menteri bidang ekuin ini adalah penuntasan kasus Bank Bali. Dengan kata lain, reformasi hukum yang menjamin adanya kepastian hukum yang merupakan syarat utama sukses dan tidaknya kerja para menteri bidang ekuin dalam memulihkan kepercayaan pasar terhadap pemerintahan yang baru ini.

Nah, siapapun individu yang ditunjuk dalam jabatan menteri pada kabinet mendatang sebaiknya tak perlu bersuka ria dan berpesta pora buat jabatan yang di raihnya. Justru yang harus di lakukan adalah melakukan sembahyang tahajud dan berdoa: ya Allh, berilah saya kekuatan lahir bathin.

Buat para menteri di kabinet mendatang, selamat bekerja dan berdoa! .

1 Komentar »

  1. Terima kasih, telah mengunjungi blog Klub Haus Buku, informasi dan komentar yang Anda tinggalkan dan apa yang Anda harus sampaikan, apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan, sangat bermanfaat bagi kami. Kami ingin terus berinteraksi dengan Anda dan menciptakan hubungan social melalui diskusi online lewat blog ini.
    Kami dari komunitas Klub Haus Buku mencoba membangkitkan kembali sprit Gemar-Membaca Mengasyikkan dan Membikin Hidup Lebih Bermakna. Komunitas ini juga mendiskusikan banyak hal tentang buku dan dunia perbukuan yang telah sedemikian maju dan berkembang pesat di Indonesia.
    Kunjungi terus blog ini dan tinggalkan pesan, saran dan apa pun saja komentar, demi kebaikan dan kebersamaan selalu bermanfaat bagi khalayak ramai pilih salah satu blog ini untuk posting komentar Anda, di alamat ini : http://klubhausbuku.WordPress.com, http://klubhausbuku.blogspot.com, http://bookhunerclub.yahoo/group.com, http://my.opera.com.Opungregar.blog, http://opungregar’s.Weblog.WordPress.com, http://redingcomunity.WordPress.com, http://my.opera.com/Regard/blog
    Salam, Opung Regar

    Komentar oleh opungregar — 30 Juli 2008 @ 02:21 | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: