Klub Haus Buku

23 Mei 2008

Pada 100 Tahun Lalu Rakyat Sumatera Tidak Tidur

Filed under: Politik Lokal — opungregar @ 14:16
Tags:
HARKITNAS

KOMPAS/ANDREAS MARYOTO / Kompas Images
Peneliti KITLV, Basyral Hamidy Harahap, tengah berbicara dalam seminar memperingati 100 tahun Kebangkitan Nasional di Universitas Negeri Medan, Kamis (22/5). Ia mengatakan, pada 100 tahun lalu, peran rakyat Sumatera ada dalam Kebangkitan Nasional tercermin dalam kehadiran tokoh Soetan Cahyangan.

Jumat, 23 Mei 2008 | 03:00 WIBSetiap kali peringatan Kebangkitan Nasional, rakyat Indonesia selalu mengaitkannya dengan Boedi Oetomo. Memori seperti ini dinilai terlalu sempit. Memori ini hanya mengaburkan fakta seolah-olah orang lain di lain tempat tidak berperan aktif alias hanya tidur saja.

”Yang lain tidak tidur. Ada kebangkitan di tempat lain, bukan hanya Boedi Oetomo,” kata sejarawan Universitas Negeri Medan (Unimed), Ichwan Azhari, dalam seminar peringatan 100 tahun Kebangkitan Nasional di Unimed, Kamis (22/5).

Ia mengatakan, kisah Boedi Oetomo ini menjadi salah satu bukti bahwa pengajaran sejarah yang terlalu tersentral dan mengabaikan para pemain lain dalam panggung sejarah. Negara terlalu dominan untuk membentuk wacana sejarah yang menjadi milik nasional. Padahal, sejarah-sejarah lokal mempunyai peran yang tidak kecil.

”Di samping tokoh-tokoh dari Boedi Oetomo, pada saat itu ada Soetan Cahyangan yang berasal dari Sumatera dan berperan aktif di dalam Indische Vereniging,” katanya mencontohkan.

Soetan adalah pendiri dan sekaligus ketua pertama Indische Vereniging. Organisasi ini dinilai juga lebih heterogen dibandingkan dengan Boedi Oetomo.

Soal Soetan Cahyangan, peneliti KITLV, Basyral Hamidy Harahap, juga menyatakan, berdasarkan penelitian yang dilakukannya, Indische Vereniging mencakup komponen-komponen yang lebih luas. Keberadaan Soetan Cahyangan mempunyai peran aktif dalam organisasi yang berdiri lima bulan setelah Boedi Oetomo.

Sementara sejarawan asal Belanda, Hans van Miert, mengatakan, banyak alasan tanggal pendirian Boedi Oetomo dijadikan Hari Kebangkitan Nasional, tetapi ia menyatakan Indische Verenging mencangkup kalangan yang lebih luas. Meski demikian, ia mengkritik Indische Vereniging sangat moderat.

Ichwan mengatakan, pengajaran sejarah di sekolah yang cenderung tersentral sangat membahayakan.

Ia mencontohkan, ketika membaca sejarah Kebangkitan Nasional dengan materi yang ada sekarang, anak-anak di luar Jawa tidak akan tersentuh. Akibatnya, mereka akan mengabaikan sejarah yang ada.

”Hal seperti ini sangat membahayakan. Pertama, terjadi pembodohan. Kedua, akan memunculkan apatisme. Ketiga, akan muncul perlawanan terhadap memori yang selama ini telah mengikat kita sebagai bangsa,” tuturnya.

Ichwan berharap, sejarah lokal perlu dimasukkan dalam pengajaran sejarah sehingga terjadi proses transendensi kisah-kisah dalam sejarah ketika siswa mendapat pengajaran sejarah.

Ichwan cenderung menyarankan adanya perubahan komposisi materi pengajaran sejarah dari yang hampir seluruhnya tersentral menjadi terdesentralisasi sehingga peran tokoh lokal dalam sejarah masuk ke pengajaran.

Cara ini akan menyentuh sisi kebatinan siswa sehingga akan muncul memori kebangsaan yang lebih baik. Dalam konteks ini, sejarah Kebangkitan Nasional masih perlu memasukkan peran berbagai tokoh dan organisasi yang ada saat itu, bukan hanya Boedi Oetomo. (MAR)

1 Komentar »

  1. Terima kasih, telah mengunjungi blog Klub Haus Buku, informasi dan komentar yang Anda tinggalkan dan apa yang Anda harus sampaikan, apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan, sangat bermanfaat bagi kami. Kami ingin terus berinteraksi dengan Anda dan menciptakan hubungan social melalui diskusi online lewat blog ini.
    Kami dari komunitas Klub Haus Buku mencoba membangkitkan kembali sprit Gemar-Membaca Mengasyikkan dan Membikin Hidup Lebih Bermakna. Komunitas ini juga mendiskusikan banyak hal tentang buku dan dunia perbukuan yang telah sedemikian maju dan berkembang pesat di Indonesia.
    Kunjungi terus blog ini dan tinggalkan pesan, saran dan apa pun saja komentar, demi kebaikan dan kebersamaan selalu bermanfaat bagi khalayak ramai pilih salah satu blog ini untuk posting komentar Anda, di alamat ini : http://klubhausbuku.WordPress.com, http://klubhausbuku.blogspot.com, http://bookhunerclub.yahoo/group.com, http://my.opera.com.Opungregar.blog, http://opungregar’s.Weblog.WordPress.com, http://redingcomunity.WordPress.com, http://my.opera.com/Regard/blog
    Salam, Opung Regar

    Komentar oleh opungregar — 30 Juli 2008 @ 02:14 | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: