Klub Haus Buku

23 Mei 2008

Kabinet Ekonomi Gus Dur

Filed under: Gus Dur,Politik Nasional — opungregar @ 17:40

Sumber : Harian Media Indonesia

Bagaimana kekuatan tim ekonomi kabinet KH Abdurrahman Wahid? tidak ada yang bisa menjawab\ dengan nada optimis. Bahkan pelaku pasar dan praktisi ekonomi lebih banyak bersikap optimis. Mereka ragu apakah tim ekonomi kabinet Gus Dur itu mampu mengangkat ekonomi Nasional dari keterpurukan. Pasar tampaknya masih meragukan kemampuan sebagian besar menteri, mengingat banyak muka-muka baru yang tidak dikenal kapasitasnya. Selain itu, sebagian besar dari mereka adalah ‘pekerja’ partai. Mereka mempertanyakan apakah tim ekonomi mempunyai visi yang jelas untuk memulihkan ekonomi itu dengan penuh keraguan-keraguan. Ini kelihatan dari pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan di lantai bursa dan pergerakan kurs rupiah. Mereka cendrung wait and see sampai ada manuver yang jelas. Sejak pengumuman nama-nama kabinet pekan lalu, reaksi pasar cendrung bernada kecewa. Kabinet ini dinilai lebih mementingkan kompromi politik dari pada profesionalisme.

“Tim ekonomi yang muncul tidak seperti yang kita harapkan, wajar kalau kami ragu untuk mengambil posisi,”kata Alfian, seorang pelaku pasar modal.

Kepala Perwakilan Bank Dunia di Indonesia, Mark Baird juga tidak yakin benar dengan kemampuan tim ekonomi. Kita perlu melihat dulu dan tunggu saja, “ kata Baird.

lll

Dalam tim ekonomi Gus Dur sebenarnya ada dua nama yang sudah cukup dikenal pasar, yakni Kwik Kian Gie (Menko Ekuin) dan Laksamana Sukardi yang dipercaya sebagai Menteri Negara Penanaman Modal dan Pembinaan BUMN. Tetapi mereka ternyata tidak cukup kuat untuk menjadi jaminan memulihkan kepercayaan.

Sebab ada anggota tim ekonomi yang sangat strategis, tapi belum di kenal pasar, seperti Menkeu Bambang Sudibyo dan Memperindag Yusuf Kalla. Pelaku pasar belum kenal track record mereka sehingga sulit untuk memperkirakan arah kebijakannya.

Banyak yang menilai tim ekonomi di bawah Kwik tidak cukup tangguh untuk mengatasi krisis ekonomi yang demikian parah, karena minim pengalaman dan keahlian di bidang ekonomi makro. Padahal ini penting, karena persoalan yang di hadapi lebih banyak pada masalah-masalah makro.

Ekonomi dari UGM, Tony Prasentiantono menilai kekeliruan yang paling mendasar dalam tim ekonomi Gus Dur itu adalah kombinasi tim yang semuanya berlatar belakang ekonomi mikro. Tak satupun dari mereka yang memiliki latar belakang ekonomi makro.

Kwik Kian Gie misalnya, selama ini lebih dikenal sebagai ahli dibidang ekonomi perusahaan. “Tapi kalau diamati analisa dan komentar makronya yang dimuat dikoran, banyak kelemahan, “kata Tony. Bambang Sudibyo juga begitu. Dia seorang akademis yang bergelar doktor akutansi dan diduga pemahamannya mengenai masalah makro sangat kurang karena tidak mangamati secara detail bagaiman perkembangan ekonomi.

Laksamana Sukardi adalah seorang insinyur yang berpengalamn di bidang perbankan. Sedangkan Yusuf Kalla selama ini dikenal sebagai pengusaha sukses di Ujung Pandang. Artinya seorang yang sehari-hari lebih menggeluti masalah mikro.

“Dilihat dari tiga itu saja, tidak ada yang kuat secara makro. Saya khawatir juga, karena itu mereka perlu diperkaya oleh staf yang memiliki pandangan makro sangat kuat, “kata Tony. Menurut dia, ini lebih mudah ketimbang merevisi kabinet kalau nanti ternyata reaksi pasar sangat negatif.

Dengan latar belakang seperti itu, tampilnya mereka menjadi hal yang kontra produktif dan membebani (liabilities) bagi Gus Dur – Mega yang tadinya sudah mulai diterima pasar.

Sukowaluyo, Ketua komisi IX DPR yang membawahi masalah keuangan dan perencanaan melihat seperti. Sebagai sesama alumni UGM, Sukowaluyo menyadari benar kalau Bambang Sudibyo tidak begitu dikenal pasar.

Dia belum akrab dengan pasar. Saya bukan meragukan. Sebagai alumni UGM saya bangga ada alumni UGM yang jadi menteri keuangan, “ kata dia.

Analisa Danareksa Securities, Raden Pardede menilai dalam menentukan kabinet, Gus Dur lebih banyak mempertimbangkan partai ketimbang profesional, sehingga keputusan tersebut terkesan kurang bijaksana dan terlalu compromise.

Agar tak terlalu kedodoran, ekonom UGM, Sri Adiningsih kemudian mengusulkan agar tim ekonomi Gus Dur itu diperkuat. Atau dibantu oleh ekonom tangguh, yang menguasai masalah makro.

Misalnya, Bambang Subdibyo yang akuntan di dampingi dirjen yang berwawasan ekonom yang bagus, karena masalah yang dihadapi sangat berat, “Bukan berarti saya tak percaya dengan Pak Bambang, karena pasti dia juga tahu masalah makro,”

Selain soal kemampuan tadi, banyak pihak juga meragukan kekompakan tim itu, karena diantara mereka belum begitu mengenal secara pribadi. Apalagi, mereka berangkat dari spektrum politik yang berbeda. Kwik merefleksikan untuk kelompok PDI – P, Bambang Sudibyo datang dari kalangan Poros Tengah, khususnya PAN. Tentu butuh waktu cukup lama bagi tim ini untuk bisa kompak. Apalagi, keahlian mereka menangani masalah makro belum teruji. Kwik hanya pengamat yang lebih pada teoritis.

Melihat susunan kabinet yang ada, Adam Schwarz pengamat politik Indonesia dari John Hopkins University AS menilai bahwa bidang ekonomi tampaknya tidak menjadi prioritas utama bagi Gus Dur. Menurut dia, rekonsiliasi nasional lebih mengemukakan sebagai akibat azas kompromi dalam menyusun kabinet.

Kusnanto Anggoro memperkirakan kabinet baru ini akan menghabiskan waktu beberapa bulan, sekitar 3 – 6 bulan untuk belajar ketimbang menyelesaikan masalah yang secara riil ditemui di lapangan.

Bagaimana kelangsungan ‘hidup’ ekonomi Indonesia untuk priode satu tahun ke depan, masih sulit diramal. Bahkan tahun depan, ada yang memperkirakan akan terjadi ‘transfer, kekuasaan atau MPR akan bersidang kembali kalau terjadi kegagalan dalam kebijakan ekonomi.

Sepanjang kepastian soal kebijakan soal kebijakan jitu belum ada, reaksi pasar masih sangat fluktuatif. Selama itu pula, tindakan pasar akan sangat dipengaruhi oleh komentar-komentar yang bermunculan.

Yang pasti, sekarang pasar menunggu apakah kabinet ini mampu menjawab dan mengatasi persoalan Bank Bali, rekapitulasi bank, restrukturisasi corporate. Ini jelas ujian cukup untuk membawa Indonesia keluar dari krisis. Kalau ada progres yang baik, tentu masalah itu bisa diselesaikan, setelah itu baru pasar bereaksi. Tapi yang pasti, Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia, Mark Baird menegaskan pencairan dana bantuan IMF sangat tergantung pada keberanian dalam penyelesaian skandal Bank Bali. Kalau ini tidak tuntas, bisa jadi bantuan yang sudah dijanjikan itu tidak akan jadi ngucur. Ini jelas sangat berbahaya dan menghawatirkan, sebab cadangan devisa kita tinggal untuk dua bulan. Setelah itu bagaimana lagi ? l fan

1 Komentar »

  1. Terima kasih, telah mengunjungi blog Klub Haus Buku, informasi dan komentar yang Anda tinggalkan dan apa yang Anda harus sampaikan, apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan, sangat bermanfaat bagi kami. Kami ingin terus berinteraksi dengan Anda dan menciptakan hubungan social melalui diskusi online lewat blog ini.
    Kami dari komunitas Klub Haus Buku mencoba membangkitkan kembali sprit Gemar-Membaca Mengasyikkan dan Membikin Hidup Lebih Bermakna. Komunitas ini juga mendiskusikan banyak hal tentang buku dan dunia perbukuan yang telah sedemikian maju dan berkembang pesat di Indonesia.
    Kunjungi terus blog ini dan tinggalkan pesan, saran dan apa pun saja komentar, demi kebaikan dan kebersamaan selalu bermanfaat bagi khalayak ramai pilih salah satu blog ini untuk posting komentar Anda, di alamat ini : http://klubhausbuku.WordPress.com, http://klubhausbuku.blogspot.com, http://bookhunerclub.yahoo/group.com, http://my.opera.com.Opungregar.blog, http://opungregar’s.Weblog.WordPress.com, http://redingcomunity.WordPress.com, http://my.opera.com/Regard/blog
    Salam, Opung Regar

    Komentar oleh opungregar — 30 Juli 2008 @ 02:25 | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: