Klub Haus Buku

23 Mei 2008

22 Hari Menebar Teka-Teki

Filed under: Gus Dur,Politik Nasional — opungregar @ 17:47

Sumber : Harian Media Indonesia

Pemerintah Gus Dur, baru merumur tiga pekan.Tapi berbagai langkah kontraversial telah ditempuh. Presiden KH Abdurahman Wahid yang lebih suka dipanggi Gus Dur, bukanlah tukang sulap yang sanggup mengubah keadaan dalam tempo sekejap. Krisis ekonomi yang berbuntut pada krisis politik, krisis kepercayaan, bahkan ancaman disintegrasi, ikut ramai-ramai masuk ke “kantong” Gus Dur sebagai agenda mendesak diselesaikan.

Tapi, agaknya Gus Dur tak sabar untuk segera menuntaskan berbagai persoalan tadi, sama tak sabarnya dengan masyarakat yang menunggu manuver-manuver cantiknya sebagaimana yang selalu ia lakukan jauh sebelum dirinya masuk ke istana. Karena itulah, sesaat setelah mengucapkan sumpah sebagai presiden RI ke empat, Gus Dur langsung mencanangkan perbaikan ekonomi sebagai agenda pertamanya. Ini diikuti penanganan berbagai masalah diberbagai mulai dari Aceh, Ambon, Riau, dan Irian Jaya.

Hal itu masih ditambah lagi dengan keinginannya mengejawantahkan kembali kredo “nenek moyangku orang pelaut…” dengan membuka seluas-luasnya bagi digalinya potensi kelautan. Bahkan kalau perlu membikin sendiri departemen kelautan itu.

Untuk merealisasi tekad itu, Gus Dur juga berkeinginan memperkuat jajaran TNI AL “Agar bisa membantu pemberdayaan bidang kelautan ini”. Maklum selama ini Angkatan laut kita miskin, “ujarnya kepada para ‘petinggi’ berbagai agama di bali, dua pekan silam.

Usai pengumuman kabinet, Gus Dur langsung membagi tugas kenegaraannya dengan Wakil Presiden, Megawati Soekarnoputri. Ia akan berkonsentrasi pada soal Aceh, perbaikan ekonomi, mengatasi kekurangan pangan, dan menangani soal kelautan. Sedang Wapres, diberi tugas menangani soal Ambon, Riau, Irian, dan penanganan berbagai pelanggaran HAM lainnyaa.

Bukan hanya kepada Wapresnya saja Gus Dur memberikan instruksi, menteri-menteri yang ia tunjuk bersama-sama dengan Amin Rais, Megawati, Akbar Tanjung, dan Wiranto ini juga tak luput dari sasaran instruksinya. “Saya harapkan anda semua jujur dan hidup sederhana,” tandas Kepala Negara.

SISA-SISA KONTRAVERSI

Satu hal yang patut dicatat dalam tiga pekan pemerintah Gus Dur ini adalah ‘kesetiannya’ untuk tetap tampil dengan gaya kontraversiap dan nyeleneh. Tiga hari setelah diangkat sebagai orang nomor satu di Indonesia, ia langsung bersafari ke makam-makam leluhurnya.

Kegiatan khas gaya kaum nahdiyin ini, mula-mula Gus Dur ke makam kakeknya, Hadratusy Syeich KH Hasyim As’ari. Kemudian ke makamnya ayahnya KH Wahid Hasyim di kompleks Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang.

Tak hanya soal ini saja Gus Dur membangun gaya kekuasaan yang unik. Dalam menyikapi aturan protokoler pun Gus Dur terkesan sangat longgar. Ia misalnya tak segan berdialog langsung dengan masyarakat sekitar Istana usai sholat Jumat di masjid Baiturrahim Istana Merdeka. bahkan Gus Dur juga tak segan bertatap muka langsung dengan para demonstran.

Gayanya yang sarat dengan ide desakralisasi lembaga kepresidenan juga ia tunjukkan kala berceramah di depan para peserta konfrensi Indonesia Next, di Jimbaran, Bali, dua pekan lalu. Dalam pidato tanpa teks dengan bahasa Inggrisnya yang fasih, Gus Dur berujar” Kami berdua, saya dan Mbak Mega, akan menjadi pasangan yang sempurna. Saya tak bisa melihat dan Mbak Mega nggak bisa ngomong,”.

Meski demikian, diantara beberapa hal yang unik itu, soalnya yang paling kontraversial adalah keputusannya melikuidasi dua departemen sekaligus, yakni Departemen Sosial dan Departemen Penerangan. Kontan saja, keputusan itu menyulut ‘amarah’ para karyawan di kedua departemen tersebut. Gelombang demonstrasi pun digelar, tapi Gus Dur tetap tak berajak dari pendiriannya. Bahkan dengan ketus ia menyindir Deppen sebaagi tempat berdagang layaknya pasar.

Buah dari dihapusnya dua departemen itu, kini DPR mulai punya kerjaan. Mereka berencana memanggil Gus Dur pertengahan November ini, untuk ditanyai ihwal likuidasi dua lembaga tersebut itu. “kita akan menggunakan hak interpelasi, yakni hak bertanya kepada Presiden menyangkut pembubaran Deppen dan Depsos,” ujar Ketua DPR, Akbar Tanjung, dengan semangat.

Belum selesai dengan manuver itu, Gus Dur kembali membuat dahi para pengamat mengeryit dengan rencana pembentukan Dewan Ekonomi Nasional yang menyertakan bekas menteri Orde Baru. Ia dikabarkan ngotot mengusulkan nama Soebiakto Tjakrawerdana, Menkop masa Orde Baru, untuk mengomandoi DEN itu.

Langkah ini kontan membuat pelaku pasar bereaksi negatif. Kurs Rupiah yang sempat menguat pada level Rp. 6.400, merosot ke angka Rp. 6.700. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta, dikabarkan juga menurun tipis setelah sempat menembus angka psikologis 600.

Namun lagi-lagi Gus Dur tetap kukuh, “DEN tak akan pernah menjadi super kabinet, dan saya tahu siapa Soebiakto,” kilah Gus Dur kepada pers. Belakangan rencana pembentukan DEN ini makin mengkristal, dan beberapa nama sudah masuk kantong untuk disahkan. Dan yang akan membuat para pengkritik DEN masygul adalah lembaga itu rencananya tetap akan diketua Soebiakto.

Tak puas hanya dengan DEN, Gus Dur malah berencana menggaet tokoh senior berpengaruh dari Singapura, Lee Kuan Yew, untuk dijadikan sebagai penasehat pribadi Presiden. Tugasnya, memberikan masukan dan melobi investor asing (khususnya para taipan), agar mau membenamkan uangnya di Tanah Air.

Kontraversi pun merebak lagi. Pengamat ekonomi asal UGM, Anggito Abimayu mengaku tak habis mengerti dengan langkah Gus Dur menggaet Menteri Senior Singapura itu. Sedangkan pengamat ekonomi lainnya, Dr Sri Ardiningsih menganggap langkah itu positif dan berdimensi luas.

POROS JAKARTA-BEJING-TEL AVIV

Sebagai Presiden yang membebani dirinya dengan tugas pemulihan ekonomi, Gus Dur mamang terkesan sangat antusias membangun lobi-lobi perdagangan ekonomi. Di awal-awal pemerintahannya, Gus Dur langsung merencanakan akan berkujung ke Cina (RRC) setelah lawatannya ke negara-negara ASEAN usai,” Kalau kunjungan ke negara-negara ASEAN itu kan jelas karena mereka tetangga dekat, sedang ke Cina, anda tentu tahu bahwa negeri itu berpenduduk terbesar di dunia dan dengan potensi ekonomi yang luar biasa pula,” Gus Dur saat ditanyai pers ihwal rencana kunjungannya ke Negeri Tirai Bambu itu.

Masih dalam kaitannya dengan usaha pemulihan ekonomi, Gus Dur juga membuat ‘gerakan’ kontroversial dengan menyampaikan keinginan pemerintahannya membuka hubungan dagang dengan Israel. Lagi-lagi, kritik tajam mengalir kearahnya.

Partai Bulan Bintang (PBB) bahkan mengusulkan kepada DPR untuk memanggil Presiden guna mencegah rencana hubungan dagang itu. Bahkan KISDI mengkritik kebijakan itu sebagai mengada-ada dan menyinggung perasaan umat Islam.

Tapi bukan Gus Dur namanya kalau tak mampu menjawab segala kritikan. Ihwal keinginanya membuka hubungan dagang dengan Israel itu berdalih bahwa hal itu akan menguntungkan Indonesia. “Lobi Yahudi dalam perekonomian dunia itu sangat besar. Dan dengan membuka hubungan dagang dengan Israel kita bukan akan memperjuangkan nasib Palestina secara langsung, Lagian dengan Cina dan Rusia yang jelas-jelas atheis saja kita berhubungan, mengapa dengan Israel yang memiliki agama tak boleh, “ ujar Kepala Negara.

Presiden Gus Dur juga berketetapan hati untuk segera merealisasi rencana pembukaan hubungan dagang itu. Ia melalui Menteri Luar Negeri, Alwi Shibab, mulai berunding dengan Kadin untuk mengadakan penjajakan. dan gayungpun mulai bersambut. Sebagian besar anggota Kadin menyambut positf langkah itu. Sambutan postifi juga datang dari tokoh dunia keturunan Yahudi. Alwi Shihab berujar bahwa George Soros dan Hendry Kissinger, dua nama tersohor keturunan Yahudi, telah meneleponnya untuk menyambut positif keinginan Presiden Gus Dur itu.

Dan kini ketika ia sudah menjadi penentu di jajaran eksekutif di Indonesia, Gus Dur menggaungkan ide itu meski diperlunak dengan pembukaan hubungan dagang, bukan hubungan diplomatik. Langkah ini boleh dibilang sebagai usaha Gus Dur untuk membuat “poros” ekonomi baru yakni Jakarta-Bejing-Tel Aviv. (Tim Media)

1 Komentar »

  1. Terima kasih, telah mengunjungi blog Klub Haus Buku, informasi dan komentar yang Anda tinggalkan dan apa yang Anda harus sampaikan, apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan, sangat bermanfaat bagi kami. Kami ingin terus berinteraksi dengan Anda dan menciptakan hubungan social melalui diskusi online lewat blog ini.
    Kami dari komunitas Klub Haus Buku mencoba membangkitkan kembali sprit Gemar-Membaca Mengasyikkan dan Membikin Hidup Lebih Bermakna. Komunitas ini juga mendiskusikan banyak hal tentang buku dan dunia perbukuan yang telah sedemikian maju dan berkembang pesat di Indonesia.
    Kunjungi terus blog ini dan tinggalkan pesan, saran dan apa pun saja komentar, demi kebaikan dan kebersamaan selalu bermanfaat bagi khalayak ramai pilih salah satu blog ini untuk posting komentar Anda, di alamat ini : http://klubhausbuku.WordPress.com, http://klubhausbuku.blogspot.com, http://bookhunerclub.yahoo/group.com, http://my.opera.com.Opungregar.blog, http://opungregar’s.Weblog.WordPress.com, http://redingcomunity.WordPress.com, http://my.opera.com/Regard/blog
    Salam, Opung Regar

    Komentar oleh opungregar — 30 Juli 2008 @ 02:20 | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: