<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Klub Haus Buku</title>
	<atom:link href="http://klubhausbuku.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://klubhausbuku.wordpress.com</link>
	<description>Gemar-Membaca Mengasyikkan dan Membuat Hidup Lebih Bermakna</description>
	<pubDate>Mon, 18 Aug 2008 16:48:58 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=MU</generator>
	<language>id</language>
			<item>
		<title>Pasangan Calon Belum Serius Terhadap Pendidikan Gratis</title>
		<link>http://klubhausbuku.wordpress.com/2008/08/18/pasangan-calon-belum-serius-terhadap-pendidikan-gratis/</link>
		<comments>http://klubhausbuku.wordpress.com/2008/08/18/pasangan-calon-belum-serius-terhadap-pendidikan-gratis/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Aug 2008 16:48:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>opungregar</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Gratis]]></category>

		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<category><![CDATA[Pendidikan Gratis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://klubhausbuku.wordpress.com/?p=230</guid>
		<description><![CDATA[
Sumber : Kompas.com, Minggu, 17 Agustus 2008 &#124; 17:42 WIB



JAMBI, MINGGU - Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jambi belum serius mengangkat tema pendidikan gratis bagi masyarakat. Anggaran yang direncanakan untuk dikucurkan masih sangat bergantung aliran dana dari pusat. Ini terungkap dalam debat kandidat Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang dilaksanakan Komisi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div style="width:300px;float:left;margin-right:10px;"><!--- video --></p>
<div class="tanggal" style="text-align:left;">Sumber : Kompas.com, Minggu, 17 Agustus 2008 | 17:42 WIB</div>
<div style="padding:0;"></div>
</div>
<div id="article_body">
<p><strong>JAMBI, MINGGU</strong> - Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jambi belum serius mengangkat tema pendidikan gratis bagi masyarakat. Anggaran yang direncanakan untuk dikucurkan masih sangat bergantung aliran dana dari pusat. Ini terungkap dalam debat kandidat Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang dilaksanakan Komisi Pemilihan Umum Kota Jambi di Ratu Convention Center, Jambi, Sabtu (16/8).<span id="more-230"></span></p>
<p>Hampir seluruh pasangan calon menggagas pendidikan gratis dalam kampanye mereka. Namun, pada debat kandidat Sabtu kemarin, tidak satu pun calon dapat menguraikan secara jelas bagaimana wujud pendidikan gratis diberikan untuk masyarakat.</p>
<p>Pasangan Bambang Priyanto-Sum Indra misalnya, ditanya oleh pasangan calon lain, dari mana sumber pendanaan pendidikan gratis. Sum hanya menjawab bahwa pendanaan bersumber dari pemerintah pusat. Sementara, dia tidak mampu menjabarkan perihal alokasi dana pendidikan yang bersumber dari APBD Tingkat II. &#8220;Dana dialokasikan dari pemerintah pusat,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Pasangan Zulkifli Shomad-Agus Roni menyatakan sepakat untuk memberikan pendidikan gratis dan memerangi berbagai jenis pungutan di sekolah. &#8220;Kondisi pendidikan kita sangat mengkhawatirkan. Soal pungutan apalagi, itulah yang harus kita basmi,&#8221; kata Zul.</p>
<p>Meski begitu, pasangan ini tidak dapat memaparkan lebih lanjut konsep pendidikan gratis yang mereka tawarkan. Hal serupa juga terjadi pada pasangan Asnawi-Nuzul Prakasa dan Sutrisno-Effendi Hatta.</p>
<p>Para panelis antara lain menanyakan bagaimana konsep tata ruang kota yang digagas oleh tiap kandidat, bagaimana upaya meningkatkan sektor ekonomi, penataan PKL dan pembenahan Pasar Angso Duo.</p>
<p>Ketua KPU Kota Jambi Badjuri berharap, debat kandidat menjadi instrumen bagi para kandidat untuk menyampaikan pemikirannya pada masyarakat. Dengan demikian, masyarakat dapat lebih mempertimbangkan mereka sebelum memilih nanti.</p>
<p>Debat kandidat diikuti oleh empat pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota, serta tiga panelis, yaitu Rektor Universitas Jambi Kemas Arsyad Shomad, Dosen Hukum Unja Rozali Abdullah, dan Dosen Ekonomi Unja Aulia Tasman. Setiap pasangan calon diperkenankan membawa 15 pendukung untuk mengikuti debat kandidat.</p>
<p>Di luar ruangan debat, sempat terjadi keributan. Sejumlah pendukung kandidat memaksa masuk untuk dapat mengikuti secara langsung acara tersebut. Namun, karena undangan terbatas, panitia tidak memperkenankan mereka masuk, dan mempersilahkan mereka mengikuti acara debat melalui layar besar yang dipasang pada ruangan di sebelahnya.</p>
<p><strong>ITA</strong></p>
<p>Sent from my BlackBerry © Wireless device from XL GPRS/EDGE/3G Network</p></div>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/klubhausbuku.wordpress.com/230/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/klubhausbuku.wordpress.com/230/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/klubhausbuku.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/klubhausbuku.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/klubhausbuku.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/klubhausbuku.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/klubhausbuku.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/klubhausbuku.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/klubhausbuku.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/klubhausbuku.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/klubhausbuku.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/klubhausbuku.wordpress.com/230/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klubhausbuku.wordpress.com&blog=3724047&post=230&subd=klubhausbuku&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://klubhausbuku.wordpress.com/2008/08/18/pasangan-calon-belum-serius-terhadap-pendidikan-gratis/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/opungregar-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">opungregar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memperingati Kemerdekaan Sambil Menyindir Pejabat</title>
		<link>http://klubhausbuku.wordpress.com/2008/08/18/memperingati-kemerdekaan-sambil-menyindir-pejabat/</link>
		<comments>http://klubhausbuku.wordpress.com/2008/08/18/memperingati-kemerdekaan-sambil-menyindir-pejabat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Aug 2008 15:20:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>opungregar</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kemerdekaan RI]]></category>

		<category><![CDATA[kompas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://klubhausbuku.wordpress.com/?p=226</guid>
		<description><![CDATA[Sumber : Kompas, Senin, 18 Agustus 2008 &#124; 00:06 WIB
OLEH KHAERUDIN
Sudah empat tahun terakhir warga yang tinggal di ujung Jalan Pukat II atau yang dulu dikenal dengan nama Jalan Sejati tak jauh dari Jalan Mandala By Pass, Kelurahan Bantan Timur, Kecamatan Medan Tembung, menyimpan geram. Pasalnya, parit atau selokan di sisi Jalan Pukat II tak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span class="tglct">Sumber : Kompas, Senin, 18 Agustus 2008 | 00:06 WIB</span></p>
<p style="text-align:left;"><strong>OLEH KHAERUDIN</strong></p>
<p>Sudah empat tahun terakhir warga yang tinggal di ujung Jalan Pukat II atau yang dulu dikenal dengan nama Jalan Sejati tak jauh dari Jalan Mandala By Pass, Kelurahan Bantan Timur, Kecamatan Medan Tembung, menyimpan geram. Pasalnya, parit atau selokan di sisi Jalan Pukat II tak mampu lagi menampung air, sementara aliran air selokan ke parit yang lebih besar di sisi Jalan Mandala By Pass mampet karena sudah lama tak dikeruk. Alhasil, limpahan air parit itu membuat Jalan Pukat II yang rusak bertambah parah karena terus-menerus dialiri air selokan.<span id="more-226"></span></p>
<p>Bukan hanya ujung Jalan Pukat II yang dibanjiri air selokan setinggi hampir lutut orang dewasa, tetapi rumah-rumah warga di sekitarnya juga jadi korban luapannya. Bila hujan turun, bisa dipastikan rumah warga kebagian limpahan air.</p>
<p>”Kami jadi tak punya tempat untuk sembahyang dan tidur,” ujar Nur’aini (48), warga yang tinggal di Gang Seniman Lingkungan 17, Kelurahan Bantan Timur.</p>
<p>Gang Seniman terletak melintang di ujung Jalan Pukat II. Untuk masuk Gang Seniman, warga harus melewati jalan yang dibanjiri air selokan—untuk tak mengatakan air comberan—berwarna coklat kehijauan dengan bau menyengat</p>
<p>Kedua sisi Jalan Pukat II memang terdapat parit dengan kedalaman lebih kurang 50 sentimeter. Setahun terakhir warga menambah ketinggian parit hingga 30 sentimeter dengan harapan, air parit tak lagi meluap ke Jalan Pukat II.</p>
<p>Namun apa mau dikata, upaya warga meninggikan parit tak berhasil menahan limpahan air ke Jalan Pukat II karena air selokan yang mestinya mengalir ke parit di sisi Jalan Mandala By Pass terhalang. Parit di sisi Jalan Mandala By Pass praktis tak bisa mengalirkan air karena lama tak dikeruk dam penuh tumpukan sampah serta lumpur.</p>
<p>Tanggal 17 Agustus 2008, tepat 63 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, warga tak lagi bisa menahan geram. Bertepatan dengan hajatan warga memperingati kemerdekaan, ujung Jalan Pukat II sepanjang 50 meter yang berkubang air selokan jadi arena mereka menggelar berbagai perlombaan. Kubangan air sedalam hampir selutut orang dewasa tersebut dibendung mirip sebuah kolam. Papan kayu dan tumpukan pasir dijadikan pembatas.</p>
<p>Oleh warga, jalan yang telah diubah menjadi kolam tersebut diisi ratusan ikan lele dan belut. Warga menggelar lomba menangkap ikan lele dan belut bagi anak-anak. Tak kurang 100 anak berpartisipasi dalam lomba ini. Mereka memperebutkan hadiah uang sebesar Rp 5.000 untuk setiap ekor ikan lele atau belut yang ditangkap.</p>
<p>Jalan Pukat II kemarin sore tak ubah seperti sungai kecil yang tengah diserbu anak-anak untuk mencari ikan. Zulfan yang juga ketua panitia peringatan hari kemerdekaan itu mengatakan, sudah lama keluhan masyarakat tak pernah ditanggapi pejabat Pemkot Medan.</p>
<p>”Lomba seperti ini lantaran keluhan kami tak pernah ditanggapi. Pas kebetulan peringatan 17 Agustus, kami adakan kegiatan ini agar pejabat Pemkot Medan terketuk pintu hatinya,” kata Zulfan.</p>
<p>Muhammad Nasir, yang rumahnya pas di depan kubangan jalan, mengungkapkan lomba yang diadakan warga sudah membuat malu lurah dan camat setempat. ”Buktinya mereka tak berani datang ke sini,” katanya.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/klubhausbuku.wordpress.com/226/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/klubhausbuku.wordpress.com/226/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/klubhausbuku.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/klubhausbuku.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/klubhausbuku.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/klubhausbuku.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/klubhausbuku.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/klubhausbuku.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/klubhausbuku.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/klubhausbuku.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/klubhausbuku.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/klubhausbuku.wordpress.com/226/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klubhausbuku.wordpress.com&blog=3724047&post=226&subd=klubhausbuku&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://klubhausbuku.wordpress.com/2008/08/18/memperingati-kemerdekaan-sambil-menyindir-pejabat/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/opungregar-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">opungregar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dibalik Kebijakan Peningkatan Mutu Pendidikan di Indonesia</title>
		<link>http://klubhausbuku.wordpress.com/2008/08/16/dibalik-kebijakan-peningkatan-mutu-pendidikan-di-indonesia/</link>
		<comments>http://klubhausbuku.wordpress.com/2008/08/16/dibalik-kebijakan-peningkatan-mutu-pendidikan-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Aug 2008 15:42:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>opungregar</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kebijakan]]></category>

		<category><![CDATA[Mutu]]></category>

		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://klubhausbuku.wordpress.com/?p=224</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Ir Rezkiana R. Purnama. D.Chandra
(DPP Muslimah  HTI)
 Pasca reformasi, pendidikan di Indonesia mengalami perubahan arah yang lebih  menonjolkan perspektif ekonomi. Pendidikan dalam perspektif ekonomi dianggap  memiliki peran yang sangat penting dan strategis untuk meningkatkan daya saing  nasional dan membangun kemandirian bangsa yang menjadi prasyarat mutlak dalam  memasuki persaingan antar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Oleh: Ir Rezkiana R. Purnama. D.Chandra<br />
(DPP Muslimah  HTI)</p>
<div><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;"> </span><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;">Pasca reformasi, pendidikan di Indonesia mengalami perubahan arah yang lebih  menonjolkan perspektif ekonomi. Pendidikan dalam perspektif ekonomi dianggap  memiliki peran yang sangat penting dan strategis untuk meningkatkan daya saing  nasional dan membangun kemandirian bangsa yang menjadi prasyarat mutlak dalam  memasuki persaingan antar bangsa di era global. Melalui ketersediaan manusia  yang menguasai iptek akan menentukan kemampuan bangsa dalam memasuki kompetensi  global dan ekonomi pasar bebas yang menuntut daya saing tinggi.</span><span id="more-224"></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;">Kemandirian bangsa yang dimaksudkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang  Nasional adalah konsep yang dinamis karena mengenali bahwa kondisi yang saling  ketergantungan, baik konstelasinya, perimbangannya, maupun nilai-nilai yang  mendasari dan mempengaruhinya. Saat ini konstelasi didunia didominasi oleh  negaranegara maju (AS dan Uni Eropa), sehingga kondisi perimbangan dan  nilai-nilai yang mendasari dan mempengaruhi konstelasi(hubungan -hubungan)  tersebut secara otomatis akan didominasi oleh negara-negara maju. Bila demikian,  kemandirian Bangsa Indonesia akan bermakna senantiasa memiliki ketergantungan  yang tinggi terhadap negara-negara maju dan tidak akan pernah mampu bersaing  apalagi sejajar dengan mereka. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;">Pendidikan dalam konteks kemanfaatan, mutu pendidikan harus dikaitkan dengan  isu relevansi pendidikan. Sehingga system pendidikan dianggap relevan jika  memiliki keseimbangan dengan system ekonomi dan ketenagakerjaan. Artinya bahwa  lulusan pendidikan memiliki kesesuaian dengan kebutuhan ekonomi akan pekerja  sebagai pelaku pembangunan diberbagai sector. Realitas keunggulan dan daya saing  pendidikan Indonesia yang dikaitkan dengan produktivitas tenaga kerja lulusan,  berada dalam posisi 12 dari 12 negara di Asia (Poltical and Economic Risk  Consultancy/ PERC,2001) . Pemeringkatan Internasional tersebut telah menilai  system pendidikan di Indonesia yang kurang relevan dengan kebutuhan pembanguna.  Isu PERC mengkaitkan kualitas pendidikan dengan mutu tenaga kerja sebagai salah  satu factor ekonomi telah menjadikan pendidikan sebagai sarana untuk  mengembangkan kualitas dan produktivitas pekerja. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;">Untuk selanjutnya pemerintah melakukan perluasan dan pemerataan pendidikan  yang bermutu dan relevan dengan kebutuhan masyarakat ditempatkan pada prioritas  tertinggi dalam pembangunan pendidikan. Mutu dan relevansi pendidikan tercermin  dari kemampuan membentuk kecakapan(competenc ies) lulusan agar dapat menjadi  pekerja produktif dengan upah yang lebih tinggi. Kesempatan pendidikan  keahlian,ketrampila n dan profesi harus besar dan merata dikaitkan dengan  sentra-sentra pengembangan ekonomi industri,pendayagun aan iptek, dan peningkatan  kecakapan hidup yang sesuai dengan prinsip belajar sepanjang hayat. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;">Pendidikan dengan perspektif ekonomi secara nyata beralih fungsi menjadi  mesin pencetak tenaga kerja baik pada skala local,nasional, dan Internasional.  Pendidikan perspektif ekonomi akan melahirkan SDM-SDM yang berorientasi  individualis (untuk eksistensi diri dalam kehidupan),material is(kepuasan  menikmati materi) dan liberalis (menganut kebebasan dalam  berperilaku, berpendapat, kepemilikan dan berkeyakinan) . Pada akhirnya akan  membentuk generasi yang tidak memberi kontribusi positif bagi pembangunan skala  bangsa yang menghantarkan kemandirian bangsa di dunia Internsional. Dengan kata  lain pendidikan perspektif ekonomi akan membentuk generasi-generasi yang  senantiasa mempertahankan ketergantungan bangsa ini terhadap negara-negara maju  selama kepentingan individu dan komunitasnya tidak terganggu. Bagaimana mungkin  bangsa ini akan mampu bersaing secara berimbang apalagi menduduki posisi yang  unggul dengan negara-negara maju.</span></div>
<p><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;">Untuk free download silahkan daftar gratis di: <a rel="nofollow" href="http://www.tokoislamonline.com/product_info.php?products_id=62" target="_blank">http://www.tokoisla monline.com/ product_info. php?products_ id=62</a></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/klubhausbuku.wordpress.com/224/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/klubhausbuku.wordpress.com/224/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/klubhausbuku.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/klubhausbuku.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/klubhausbuku.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/klubhausbuku.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/klubhausbuku.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/klubhausbuku.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/klubhausbuku.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/klubhausbuku.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/klubhausbuku.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/klubhausbuku.wordpress.com/224/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klubhausbuku.wordpress.com&blog=3724047&post=224&subd=klubhausbuku&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://klubhausbuku.wordpress.com/2008/08/16/dibalik-kebijakan-peningkatan-mutu-pendidikan-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/opungregar-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">opungregar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sambutan Penerbit untuk Pementasan Ketoprak Putri Cina</title>
		<link>http://klubhausbuku.wordpress.com/2008/08/16/sambutan-penerbit-untuk-pementasan-ketoprak-putri-cina/</link>
		<comments>http://klubhausbuku.wordpress.com/2008/08/16/sambutan-penerbit-untuk-pementasan-ketoprak-putri-cina/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Aug 2008 14:25:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>opungregar</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Novel]]></category>

		<category><![CDATA[Sastra]]></category>

		<category><![CDATA[Ketoprak Putri Cina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://klubhausbuku.wordpress.com/?p=222</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Wandi S Brata*
SASTRA adalah cermin dan wujud semi-wadag dari kebudayaan. Ia lahir dari sastrawan yang gelisah atas kondisi masyarakat yang menjadi konteks hidupnya. Ia merefleksikan kondisi itu dan menggambarkannya. Dan tidak hanya menggambarkan, tetapi juga memberi alternatif arah yang lebih bermakna, walau sang sastrawan tidak berpretensi ingin mengajar-ajari pembacanya. Karena itu, sastra yang memang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal">Oleh Wandi S Brata*<br />
SASTRA adalah cermin dan wujud semi-wadag dari kebudayaan. Ia lahir dari sastrawan yang gelisah atas kondisi masyarakat yang menjadi konteks hidupnya. Ia merefleksikan kondisi itu dan menggambarkannya. Dan tidak hanya menggambarkan, tetapi juga memberi alternatif arah yang lebih bermakna, walau sang sastrawan tidak berpretensi ingin mengajar-ajari pembacanya. Karena itu, sastra yang memang bermutu tak pelak merupakan potret sosial, yang sekaligus berisi perenungan dan penyadaran yang memunculkan dalam diri pembacanya mutiara kebijaksanaan untuk melampaui kondisinya yang mengungkung dan membatasi. Itulah yang disodorkan kepada kita oleh Sindhunata, antara lain juga lewat novelnya Putri Cina.<span id="more-222"></span></p>
<p>Mungkin karena sang novelis juga pastor, ia akrab dengan tema &#8220;dari debu kembali ke debu&#8221; untuk menggambarkan begitu terbatas dan sementaranya eksistensi ragawi yang sering dikutip pendeta ketika melepas orang mati. Hanya saja, kali ini Sindhunata tidak sedang mengutip kitab suci, tapi sajak klasik T&#8217;ao Ch&#8217;ien, untuk membingkai narasinya. Eksistensi dan identitas ragawi itulah yang justru menjadi sumber kegelisahan Putri Cina, karena &#8220;ia tidak punya akar/diterbangkan ke mana-mana/seperti debu berhamburan&#8221; .</p>
<p>Roh Kebebasan yang terpaksa berdimensi ragawi itu pula yang menjadi sumber kegelisahan dan kekecewaannya, sehingga ia bertanya tanpa jawab, &#8220;Kita datang ke dunia ini sebagai saudara, tapi mengapa kita mesti diikat pada daging dan darah?&#8221; Roh Kebebasan terpaksa menyandang daging dan darah yang mewujudnyatakannya secara wadag dan memberinya identitas cuma sedalam kulit, sekaligus membatasi, dengan segala stigmanya.</p>
<p>Putri Cina hanya representasi kaumnya. Merasa gamang tanpa akar, terpaksa menerima fakta menyandang identitas kultural dan ragawi tertentu, terserak di tempat yang terasa salah, dan dikambing-hitamkan. Itulah konteks hidup dan pergulatannya. Kalau Viktor Frankl gundah dengan man&#8217;s search for meaning, pencarian manusia akan makna, Putri Cina gundah dengan pencarian akan identitas. Dalam pergulatan mencari identitas itu ia merasa seperti debu yang terbang dibawa angin, terserak di luar kuasanya, karena ternyata identitas itu menjadi permainan politik diskriminasi yang kejam. Sejak bab pertama kita diharu biru oleh kepedihan Putri Cina yang &#8220;kehilangan wajah&#8221;, dan hanya menemukan wajah mawar hitam, yang bagi Sindhu adalah bunga kematian. Kelopak-kelopaknya ringkih, mudah lepas dan terbang oleh tiupan. Warna kematian tersandang padanya.</p>
<p>Lewal novelnya Sindhu menggeluti dan dengan indah memaparkan tragika. Mitos dan data sejarah hanya sarana baginya. Ia ramu keduanya menjadi sajian kisah sedih yang memikat. Barangkali itu juga pengalaman pribadinya. Dengan kulit gelap, bahasa Jawa yang medhok, dan kesukaannya pada wayang, siapa sangka dirinya adalah Cina? Konon ia pernah krisis identitas, dan menyangkal kecinaannya. Konon pula ia mengalami semacam pembalikan sikap pada saat belajar di Jerman dan mulai tertarik pada novel-novel bertema pencarian tanah leluhur, simbolik dari kerinduan pada akar-akar terdalam, karya pengarang imigran Yahudi. Mungkin pergulatan kaum pelarian Yahudi itu sedikit banyak mewakili pergulatan diri dan kaumnya. Sembunyi dari kejaran Nazi, pelarian Yahudi itu sampai akhir hayat menyembunyikan identitas kultural mereka dan dengan demikian mencabut sendiri akar-akar terdalam yang memberi mereka kehidupan yang bermakna.</p>
<p>Kendati demikian, terlalu dangkal anggapan kita bila mengatakan Putri Cina hanya berkisah tentang tragika. Ada harapan yang membentangkan panggung baru bagi sebuah kebersamaan yang bermakna. Dasarnya adalah cinta, suatu kekuatan dahsyat yang sepintas tampak lemah, tetapi nyatanya justru menghidupkan dan menghidup-hidupi. Dalam cinta, Giok Tien menemukan identitas makna keberadaannya. Dalam cinta pula Gurdo Paksi menemukan identitas sejatinya sebagai Setyoko. Dalam cinta itu luluh segala perbedaan. Bahkan hanya dalam cinta itu harta, kegagahan, keperkasaan, dan kuasa memiliki makna. Tanpa cinta, semuanya itu bagai keris Kyai Pesat Nyawa. Keris yang selama ini menjadi andalan kedigdayaan Joyo Sumengah itu justru membawa ke kehancurannya.</p>
<p>Cinta pula yang membangkitkan raga-raga mati dari kubur. Sebagai Roh Kebebasan mereka yang dikerangkai oleh raga mati itu terbang sebagai kupu-kupu bebas. Kupu-kupu itu bukan kupu-kupu dengan beban perbedaan yang memisahkan, tetapi kupu-kupu kesamaan cinta yang mempersatukan. Karena tersentuh oleh cinta dan kasih sayang, menurut sang sastrawan, kematian pun menjadi telaga kehidupan yang amat indah, sehingga dari kematian itu justru turun hujan berkah dan kedamaian bagi dunia.</p>
<p>Bahwa menyeruaknya cinta sejati itu oleh Sindhu dimunculkan dalam konteks keheningan kubur, ketika Giok Tien dan Gurdo Paksi mengirim bunga peringatan empat puluh hari meninggalnya Giok Hong dan Giok Hwa, barangkali ia ingin mencuatkan kembali kebijaksanaan kuno bagi orang yang ingin mencari kesempurnaan. Kebijaksanaan itu secara amat ringkas menjadi motto hidup Mother Teresa:</p>
<p><em>Keheningan menuntun ke doa <span> </span>Doa mengembangkan cinta Cinta membuahkan pelayanan Pelayanan mendatangkan damai.</p>
<p></em>Barangkali itu pulalah yang menjadi dasar pemikiran Sindhu bahwa berkah cinta yang membuahkan kedamaian itu adalah buah doa. Ia akhirnya menukik ke spiritualitas, bahwa eksistensi manusiawi ini hanya sungguh bermakna bila dilandasi cinta, yang dihidup-hidupi dan dipelihara dengan sikap panembah kepada Dia Yang Melampaui Segala.</p>
<p><em>Menemukan cinta dan kesejatiannya, Putri Cina bahkan mengabaikan pertanyaan awalnya. Lantas, sebagai Roh Bebas, dari awan-awan ia ikut bernyanyi bersama anak-anak Cina di Tanah Jawa.<br />
</em><br />
<em>Di dunia ini semua manusia menanggung nasib yang sama, karena kita semua hanyalah debu,Cina dan Jawa, sama-sama debunya.Mengapa kita masih bertanya, siapakah kita?Toh dengan dilahirkan di dunia, kita semua adalah saudara?<br />
</em><br />
Sebagai doktor filsafat, dengan kalimat terakhir itu Sindhu menyeruakkan perspektif baru. Faktisitas meng-ADA, dalam wadag tertentu, dalam konteks dan kekayaan kultur tertentu, yang semula dihayati sebagai sesuatu yang membedakan, justru dia sodorkan sebagai dasar kokoh persaudaraan. Dengan segala perbedaannya, fakta kelahiran itu sendiri menegaskan bahwa kita adalah sesama saudara, yang sama-sama sedang meng-ADA, meng-ALAM. Dan panggung kebersamaan kita akan mendapat makna yang sebenar-benarnya bila kita menjunjung nilai-nilai cinta yang menyatukan segala perbedaan.</p>
<p>Putri Cina sungguh luar biasa. Tidak berlebihan bahwa novel yang kami terbitkan September 2007 dan dicetak ulang sebulan kemudian itu dinobatkan oleh komunitas sastra Bandung &#8220;Nalar&#8221; sebagai karya sastra paling bermutu. Sebagai penerbit kami ikut bangga dan mengucapkan selamat kepada Sindhu.</p>
<p>Tepat sekali bahwa novel ini dipentaskan untuk menandai 100 Tahun Kebangkitan Nasional. Dengan karya literernya itu Sindhu memberikan perspektif yang amat bermakna bagi kebangkitan kita, baik sebagai individu, maupun sebagai bangsa. Novelnya penuh inspirasi bagi hidup kebersamaan kita, karena renungan cinta yang menjadi akhir narasinya itu menjadi semacam antidot bagi permainan di panggung politik yang selama ini berlumur darah dan pengkhianatan.</p>
<p>Dari debu, memang kembali ke debu, tapi ada buah-buah cinta manis di antaranya. Bagi kami, tragika Putri Cina juga merupakan optimisme untuk membangun kebersamaan yang lebih bermakna di masa depan.<br />
Jakarta, 15 Mei 2008<br />
* Wandi S Brata, Wakil Direktur Eksekutif Gramedia Pustaka Utama</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/klubhausbuku.wordpress.com/222/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/klubhausbuku.wordpress.com/222/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/klubhausbuku.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/klubhausbuku.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/klubhausbuku.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/klubhausbuku.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/klubhausbuku.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/klubhausbuku.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/klubhausbuku.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/klubhausbuku.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/klubhausbuku.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/klubhausbuku.wordpress.com/222/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klubhausbuku.wordpress.com&blog=3724047&post=222&subd=klubhausbuku&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://klubhausbuku.wordpress.com/2008/08/16/sambutan-penerbit-untuk-pementasan-ketoprak-putri-cina/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/opungregar-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">opungregar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;Swift boat&#8221; author turns to Obama with bestseller</title>
		<link>http://klubhausbuku.wordpress.com/2008/08/16/swift-boat-author-turns-to-obama-with-bestseller/</link>
		<comments>http://klubhausbuku.wordpress.com/2008/08/16/swift-boat-author-turns-to-obama-with-bestseller/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Aug 2008 14:15:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>opungregar</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Author]]></category>

		<category><![CDATA[Barack Obama]]></category>

		<category><![CDATA[Komentar Buku]]></category>

		<category><![CDATA[Bestsellers]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://klubhausbuku.wordpress.com/?p=219</guid>
		<description><![CDATA[By Michelle Nichols Fri Aug 15, 1:27 PM ET 
NEW YORK (Reuters) - The author who put Democratic Sen. John Kerry on the defensive over his military record during his 2004 presidential run has turned his attention to 2008 White House hopeful Barack Obama with a new bestseller. 
&#8220;The Obama Nation&#8221; tops The New York [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="line-height:121%;margin:1.5pt 0;"><span style="font-size:9pt;line-height:121%;font-family:Arial;">By Michelle Nic</span><a href="http://klubhausbuku.files.wordpress.com/2008/08/2008_08_16t025231_450x358_us_usa_politics_obama_book_14.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-220" src="http://klubhausbuku.files.wordpress.com/2008/08/2008_08_16t025231_450x358_us_usa_politics_obama_book_14.jpg?w=180&h=143" alt="" width="180" height="143" /></a><span style="font-size:9pt;line-height:121%;font-family:Arial;">h</span><span style="font-size:9pt;line-height:121%;font-family:Arial;">ols <span style="color:#999999;">Fri Aug 15, 1:27 PM ET</span></span><span style="font-size:10pt;line-height:121%;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:121%;margin:13.2pt 0;"><span style="font-size:10pt;line-height:121%;font-family:Arial;">NEW YORK (Reuters) - The author who put <span class="yshortcuts">Democratic Sen. John Kerry</span> on the defensive over his military record during his 2004 p</span><span style="font-size:10pt;line-height:121%;font-family:Arial;">residential run has turned his attention to 2008 <span class="yshortcuts">White House hopeful Barack Obama</span> with a new bestseller. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:121%;margin:13.2pt 0;"><span style="font-size:10pt;line-height:121%;font-family:Arial;">&#8220;The Obama Nation&#8221; tops <span class="yshortcuts">The New York Times bestseller list</span> amid accusations that some of author Jerome Corsi&#8217;s assertions are lie</span><span style="font-size:10pt;line-height:121%;font-family:Arial;">s designed to damage Obama politically.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:121%;margin:13.2pt 0;"><span style="font-size:10pt;line-height:121%;font-family:Arial;">Corsi co-wrote &#8220;Unfit for Command,&#8221; which questioned accounts of an attack on Kerry&#8217;s boat during the <span class="yshortcuts">Vietnam War</span>, and his actions in the subsequent skirmish for which he received a <span class="yshortcuts">Silver Star medal</span>. The book sparked a political attack on Kerry.</span><span id="more-219"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:121%;margin:13.2pt 0;"><span style="font-size:10pt;line-height:121%;font-family:Arial;">In &#8220;The Obama Nation,&#8221; which Corsi says is a play on the word abomination, the author questions whether Obama could still be using marijuana and cocaine and insinuates Obama is Muslim despite the candidate&#8217;s insistence he is a Christian.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:121%;margin:13.2pt 0;"><span style="font-size:10pt;line-height:121%;font-family:Arial;">Obama&#8217;s campaign spokesman Tommy Vietor said in a statement the book is nothing more than &#8220;a series of lies that were long ago discredited.&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:121%;margin:13.2pt 0;"><span style="font-size:10pt;line-height:121%;font-family:Arial;">&#8220;The reality is that there are many lie-filled books like this in the works, cobbled together from the Internet to make money off of a presidential campaign. We will respond to these smears forcefully with all means necessary,&#8221; <span class="yshortcuts">Vietor</span> said.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:121%;margin:13.2pt 0;"><span style="font-size:10pt;line-height:121%;font-family:Arial;">Corsi told Reuters &#8220;The Obama Nation&#8221; is his bid to stop the Democratic senator from winning the <span class="yshortcuts">White House</span> on November 4. But he insists he does not support Republican candidate <span class="yshortcuts">U.S. Sen. John McCain</span> and instead backs the <span class="yshortcuts">Constitution Party</span>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:121%;margin:13.2pt 0;"><span style="font-size:10pt;line-height:121%;font-family:Arial;">&#8220;I have pointed out m</span><span style="font-size:10pt;line-height:121%;font-family:Arial;">any lies,&#8221; Corsi said. &#8220;I&#8217;m saying there&#8217;s been this fictionalized &#8230; life story put out by Obama in his autobiography that has been magnified &#8230; during the campaign and the truth is dramatically different in many instances from what Obama represents.&#8221; </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:121%;margin:13.2pt 0;"><span style="font-size:10pt;line-height:121%;font-family:Arial;">&#8216;RIFE WITH INAC</span><span style="font-size:10pt;line-height:121%;font-family:Arial;">CURACIES&#8217; - PAPER</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:121%;margin:13.2pt 0;"><span style="font-size:10pt;line-height:121%;font-family:Arial;">Britain</span><span style="font-size:10pt;line-height:121%;font-family:Arial;">&#8217;s The Independent newspaper said the book &#8220;smells like a Republican hit job,&#8221; while the Washington Post said it &#8220;is rife with inaccuracies and innuendo.&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:121%;margin:13.2pt 0;"><span style="font-size:10pt;line-height:121%;font-family:Arial;">&#8220;If the fundamental smear of &#8216;Unfit for Command&#8217; was that <span class="yshortcuts">John Kerry</span> was no <span class="yshortcuts">war hero</span>, the insinuation of Mr. Corsi&#8217;s latest is that Mr. Ob</span><span style="font-size:10pt;line-height:121%;font-family:Arial;">ama is a closet Muslim and militant, black activist drug-user,&#8221; the Post said in an editorial on Friday.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:121%;margin:13.2pt 0;"><span class="yshortcuts"><span style="font-size:10pt;line-height:121%;font-family:Arial;">Brian Darling</span></span><span style="font-size:10pt;line-height:121%;font-family:Arial;">, director of Senate Relations at Washington conservative think tank The Heritage Foundation, said Corsi&#8217;s book serves an important role in helping educate the <span class="yshortcuts">American people</span> about Obama.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:121%;margin:13.2pt 0;"><span style="font-size:10pt;line-height:121%;font-family:Arial;">&#8220;It will spur debate</span><span style="font-size:10pt;line-height:121%;font-family:Arial;"> and I think <span class="yshortcuts">Sen. Obama</span> should get used to a very critical examination of his history and his tenure in the (U.S.) Senate &#8230; the same thing is also going to happen to <span class="yshortcuts">Sen. McCain</span>,&#8221; Darling said.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:121%;margin:13.2pt 0;"><span class="yshortcuts"><span style="font-size:10pt;line-height:121%;font-family:Arial;">Media Matters</span></span><span style="font-size:10pt;line-height:121%;font-family:Arial;">, a nonprofit Web site run by former conservative <span class="yshortcuts">journalist David Brock</span>, has deemed Corsi&#8217;s book &#8220;unfit for publication.&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:121%;margin:13.2pt 0;"><span style="font-size:10pt;line-height:121%;font-family:Arial;">&#8220;Just as &#8216;Unfit for Co</span><span style="font-size:10pt;line-height:121%;font-family:Arial;">mmand&#8217; contains false attacks on <span class="yshortcuts">Sen. John Kerry</span>&#8217;s military service &#8230; &#8216;The Obama Nation&#8217; similarly contains numerous falsehoods about <span class="yshortcuts">Sen. Barack Obama</span>,&#8221; the group wrote on its Web site, <a href="http://us.rd.yahoo.com/dailynews/nm/us_nm/storytext/usa_politics_obama_book_dc/28622452/SIG=10teloe5r/*http:/www.mediamatters.org"><span class="yshortcuts"><span style="color:#003399;text-decoration:none;">www.mediamatters.org</span></span></a>, where it lists inaccuracies in the book.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:121%;margin:13.2pt 0;"><span style="font-size:10pt;line-height:121%;font-family:Arial;"><a href="http://us.rd.yahoo.com/dailynews/nm/us_nm/storytext/usa_politics_obama_book_dc/28622452/SIG=10pq63nti/*http:/www.nytimes.com/"><span class="yshortcuts"><span style="color:#003399;text-decoration:none;">The New York Times</span></span></a> reported that &#8220;several of the book&#8217;s accusations are unsubstantiated, misleading or inaccurate,&#8221; including claims tha</span><span style="font-size:10pt;line-height:121%;font-family:Arial;">t Obama had &#8220;yet to answer&#8221; whether he had stopped using marijuana and cocaine.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:121%;margin:13.2pt 0;"><span style="font-size:10pt;line-height:121%;font-family:Arial;">In his memoir, Oba</span><span style="font-size:10pt;line-height:121%;font-family:Arial;">ma said he &#8220;stopped getting high&#8221; in the early 1980s.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:121%;margin:13.2pt 0;"><span style="font-size:10pt;line-height:121%;font-family:Arial;">&#8220;The Obama Nation&#8221; is published by <span class="yshortcuts">Simon &amp; Schuster</span> imprint Threshold Editions, which is run by <span class="yshortcuts">Mary Matalin</span>, a former aide to <span class="yshortcuts">Republi</span></span><span style="font-size:10pt;line-height:121%;font-family:Arial;"><span class="yshortcuts">can President George W. Bush</span> and <span class="yshortcuts">Vice President Dick Cheney</span>. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">The New York Tim</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">es has pointed out on its bestseller list that &#8220;The Obama Nation&#8221; has been a popular bulk buy. Some Obama defenders have questioned whether conservative groups bought it in bulk to inflate sales &#8212; a claim Corsi denies.</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/klubhausbuku.wordpress.com/219/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/klubhausbuku.wordpress.com/219/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/klubhausbuku.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/klubhausbuku.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/klubhausbuku.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/klubhausbuku.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/klubhausbuku.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/klubhausbuku.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/klubhausbuku.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/klubhausbuku.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/klubhausbuku.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/klubhausbuku.wordpress.com/219/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klubhausbuku.wordpress.com&blog=3724047&post=219&subd=klubhausbuku&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://klubhausbuku.wordpress.com/2008/08/16/swift-boat-author-turns-to-obama-with-bestseller/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/opungregar-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">opungregar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://klubhausbuku.files.wordpress.com/2008/08/2008_08_16t025231_450x358_us_usa_politics_obama_book_14.jpg?w=180" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Strategi (R)Evolusi Ilmu Sosial Milenium III (Kadaluarsa Ilmu: Re-Imagining Sociology)</title>
		<link>http://klubhausbuku.wordpress.com/2008/08/16/strategi-revolusi-ilmu-sosial-milenium-iii-kadaluarsa-ilmu-re-imagining-sociology/</link>
		<comments>http://klubhausbuku.wordpress.com/2008/08/16/strategi-revolusi-ilmu-sosial-milenium-iii-kadaluarsa-ilmu-re-imagining-sociology/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Aug 2008 10:57:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>opungregar</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Ilmu Soaial]]></category>

		<category><![CDATA[Kajian Strategis]]></category>

		<category><![CDATA[Revolusi Ilmu Sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://klubhausbuku.wordpress.com/?p=215</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Qinimain Zain
FEELING IS BELIEVING. MULANYA teori baru diserang dikatakan tidak masuk akal. Kemudian teori tersebut itu diakui benar, tetapi dianggap remeh. Akhirnya, ketika teori itu sangat penting, para penentang akan segera mengklaim merekalah yang menemukannya (William James).
 
KETIKA Dr Heidi Prozesky – sekretaris South African Sociological Association (SASA) meminta TOTAL QINIMAIN ZAIN (TQZ): The Strategic-Tactic-Technique [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Oleh: Qinimain Zain</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">FEELING IS BELIEVING. MULANYA teori baru diserang dikatakan tidak masuk akal. Kemudian teori tersebut itu diakui benar, tetapi dianggap remeh. Akhirnya, ketika teori itu sangat penting, para penentang akan segera mengklaim merekalah yang menemukannya (William James).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">KETIKA Dr Heidi Prozesky – sekretaris South African Sociological Association (SASA) meminta TOTAL QINIMAIN ZAIN (TQZ): The Strategic-Tactic-Technique Millennium III Conceptual Framework for Sustainable Superiority (2000) sebagai materi sesi Higher Education and Science Studies pada Konferensi SASA medio 2008 ini, saya tidak terkejut. Paradigma baru The (R)Evolution of Social Science – The New Paradigm Scientific System of Science ini, memang sudah tersebar pada ribuan ilmuwan pada banyak universitas besar di benua Amerika, Afrika, Asia, Eropa dan Australia.<span id="more-215"></span> Pembicaraan dan pengakuan pentingnya penemuan juga hangat dan mengalir dari mana-mana. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Contoh, dari sekian banyak masalah telah dipecahkan paradigma ini adalah menjawab debat sengit hingga kini keraguan ilmuwan sosial akan cabang sosiologi sebagai ilmu pengetahuan di berbagai belahan dunia. Tanggal 2-5 Desember 2008 nanti, akan digelar The Annual Conference of The Australian Sociological Association (TASA) 2008 di Australia, dengan tema Re-imagining Sociology. (Judul tema Re-Imagining Sociology, diambil dari judul yang sama buku Steve Fuller (2004), seorang profesor sosiologi dari Universitas Warwick, Inggris). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Lalu, apa bukti (dan pemecahan re-imagining sociology dalam paradigma TQZ) masalah sosiologi sampai ilmuwan sosial sendiri meragukannya?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">PARADIGMA (ilmu) sosial masih dalam tahap pre-paradigmatik, sebab pengetahuan mengenai manusia tidaklah semudah dalam ilmu alam (Thomas S. Kuhn).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Ada</span><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;"> cara sederhana untuk menjadi ilmuwan menemukan (masalah) penemuan (dan memecahkannya) di bidang apa pun, yaitu meneliti seluruh informasi yang ada di bidang itu sebelumnya dari lama hingga terbaru. (Sebuah cara yang mudah tetapi sangat susah bagi mereka yang tidak berminat atau malas). Mengenai informasi dari buku, menurut Isadore Gilbert Mudge, dari penggunaan buku dibagi dua, yaitu buku dimaksudkan untuk dibaca seluruhnya guna keterangan, dan buku yang dimaksudkan untuk ditengok atau dirujuk guna suatu butir keterangan pasti. Keduanya punya kelebihan masing-masing. Yang pertama luas menyeluruh, yang kedua dalam terbatas hal tertentu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Berkaitan menonjolkan kelebihan pertama, Dadang Supardan (2008: 3-4), menyusun buku Pengantar Ilmu Sosial (Sebuah Kajian Pendekatan Struktural), cetakan pertama, Januari 2008, yang mendapat inspirasi pemikiran ilmuwan sosial Jerome S. Bruner, bahwa mata pelajaran apa pun lebih mudah diajarkan (dan dipahami) secara efektif bila struktur (fakta, konsep, generalisasi, dan teori) disiplin ilmu seluruhnya dipelajari lebih dahulu, yaitu lebih komprehensif, mudah mengingat, mengajarkan, dan mengembangkannya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">KLAIM sah paling umum dan efektif mengajukan paradigma baru adalah memecahkan masalah yang menyebabkan paradigma lama mengalami krisis (Thomas S. Kuhn).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Lalu, apa hubungannya buku pengangan universitas yang baik ini dengan debat keraguan sosiologi? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Dadang Supardan (2008:98), mengutip David Popenoe, menjelaskan jika ilmu sosiologi ingin tetap merupakan sebuah ilmu pengetahuan maka harus merupakan suatu ilmu pengetahuan yang jelas nyata (obvious). Dadang mengungkap, ahli sosiologi sering menyatakan bahwa mereka banyak menghabiskan uang untuk menemukan apa yang sebenarnya hampir semua orang telah mengetahuinya. Sosiologi dihadapkan dengan dunia masyarakat yang sebenarnya tidak begitu aneh, di mana orang-orang yang secara umum sudah akrab ataupun mengenal konsep-konsep yang diperkenalkan dalam bidang sosiologi. Sebaliknya, sebagai pembanding, dalam pokok kajian pada kelompok ilmu kealaman adalah sering berada di luar dunia dari pengalaman sehari-hari. Dalam menjawab permasalahan ilmu pengetahuan alam, temuan kajiannya memberikan ungkapan dalam bahasa dan simbol-simbol di mana kebanyakan orang hampir tidak memahaminya atau benar-benar dibawa dalam pengenalan konsep yang benar-benar baru. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Lalu, inikah bukti kekurangan sosiologi sebagai ilmu pengetahuan? Ya (salah satunya). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Sebenarnya sangat jelas lagi, masalah sosiologi ini sudah diungkap Dadang Supardan (2008: 4) sendiri di awal dengan mengutip Bruner pula. Menurut Bruner, terdapat tiga tahapan berpikir seorang pembelajar, yaitu enactive, iconic dan symbolic. Enactive terfokus pada ingatan, lalu iconic pola pikir tidak terbatas pada ruang dan waktu, tetapi seluruh informasi tertangkap karena adanya stimulan, kemudian tingkat symbolic, dapat dianalogikan masa operasi formal menurut Piaget. Dalam tahapan terakhir, siswa (dan siapapun – QZ) sudah mampu berpikir abstrak secara keilmuan pada tingkat yang dapat diandalkan, mengingat sudah mampu berpikir analisis, sintesis dan evaluatif.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">MENOLAK satu paradigma tanpa sekaligus menggantikannya dengan yang lain adalah menolak ilmu pengetahuan itu sendiri (Thomas S. Kuhn).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Artinya, sosiologi yang dipelajari di sekolah dan universitas tanpa perangkat simbolik selama ini kadaluarsa dan hanya dapat disebut pengetahuan saja. Dan, untuk membuktikan kekurangan sosiologi tak perlu jauh-jauh (meski boleh agar nampak jelas) dengan ilmu kealaman, cukup dengan ilmu pengetahuan mantap masih golongan (ilmu) pengetahuan sosial juga yaitu ilmu ekonomi. Bukankah ilmu ekonomi dianggap ilmu (ratunya golongan ini) karena mencapai tingkat analogi simbolik bahasa ekonomi? (Karena itulah definisi ilmu pengetahuan dalam paradigma baru TQZ bukan kumpulan pengetahuan yang tersusun secara teratur (sistematis), tetapi kumpulan pengetahuan yang tersusun secara teratur (sistematis), membentuk kaitan terpadu dari kode (symbolic), satuan ukuran, struktur, teori dan hukum yang rasional untuk tujuan tertentu. Untuk ilmu pengetahuan sosial paradigma milenium ketiga telah saya tetapkan International Code of Nomenclature TQO Employee fungsinya Operation dengan kode O, TQC Supervisor (Control-C), TQS Manager (Service – S), TQI Senior Manager (Information – I) dan Director (Touch – T)).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Jadi, para ilmuwan sosial, sebenarnya sudah tahu sosiologi yang dipegang selama ini tidak layak disebut sebagai ilmu pengetahuan, meski belum tahu pemecahannya. Lantas, apa pentingnya solusi re-imagining sociology sekarang? Sangat pasti, salah satu cara memahami masyarakat untuk mengatasi krisis dunia (negara, bangsa, daerah, organisasi, usaha dan pribadi) yang semakin kompleks dan buntu selama ini. Dan, bagi lembaga penelitian dan pendidikan baik organisasi dan pribadi harus proaktif berbenah. Adalah fatal dan picik mengajarkan (ilmu) pengetahuan yang (kalau) sudah diketahui kadaluarsa dan salah, di berbagai universitas dan sekolah. Dunia (di berbagai belahan) sudah berubah. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">KALAU teori saya terbukti benar, Jerman akan mengakui saya sebagai seorang Jerman dan Prancis menyatakan saya sebagai warga negara dunia. Tetapi kalau salah, Prancis akan menyebut saya seorang Jerman, dan Jerman menyatakan saya seorang Yahudi (Albert Einstein).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">BAGAIMANA strategi Anda?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">*) Qinimain Zain – Scientist &amp; Strategist, tinggal di Banjarbaru – Kalsel, e-mail: <a href="mailto:tqz_strategist@yahoo.co.id"><span style="color:#b54141;">tqz_strategist@yahoo.co.id</span></a> (<a href="http://www.scientist-strategist.blogspot.com">www.scientist-strategist.blogspot.com</a>)</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/klubhausbuku.wordpress.com/215/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/klubhausbuku.wordpress.com/215/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/klubhausbuku.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/klubhausbuku.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/klubhausbuku.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/klubhausbuku.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/klubhausbuku.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/klubhausbuku.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/klubhausbuku.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/klubhausbuku.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/klubhausbuku.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/klubhausbuku.wordpress.com/215/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klubhausbuku.wordpress.com&blog=3724047&post=215&subd=klubhausbuku&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://klubhausbuku.wordpress.com/2008/08/16/strategi-revolusi-ilmu-sosial-milenium-iii-kadaluarsa-ilmu-re-imagining-sociology/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/opungregar-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">opungregar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pachypodium Tanaman Purba yang Langka nan Eksotis</title>
		<link>http://klubhausbuku.wordpress.com/2008/08/16/pachypodium-tanaman-purba-yang-langka-nan-eksotis/</link>
		<comments>http://klubhausbuku.wordpress.com/2008/08/16/pachypodium-tanaman-purba-yang-langka-nan-eksotis/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Aug 2008 10:34:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>opungregar</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pachypodium]]></category>

		<category><![CDATA[Resensi Buku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://klubhausbuku.wordpress.com/?p=213</guid>
		<description><![CDATA[ 
Tanaman hias Pachypodium sebenarnya pernah populer di Indonesia sekitar era tahun 1990-an. Namun entah mengapa baru pada awal tahun 2007 minat terhadap tanaman ini kembali marak. Padahal di luar negeri, sudah lebih dari seratus tahun, para peneliti maupun para hobiis dan kolektor tanaman langka memburu dan mengkoleksi tanaman yang terancam punah ini. Pachypodium yang konon [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p> </p>
<p>Tanaman hias Pachypodium sebenarnya pernah populer di Indonesia sekitar era tahun 1990-an. Namun entah mengapa baru pada awal tahun 2007 minat terhadap tanaman ini kembali marak. Padahal di luar negeri, sudah lebih dari seratus tahun, para peneliti maupun para hobiis dan kolektor tanaman langka memburu dan mengkoleksi tanaman yang terancam punah ini. Pachypodium yang konon dipercaya sudah hidup sejak jutaan tahun lalu sebelum era jaman kapur, merupakan tanaman yang secara fleksibel terus berevolusi dan menyesuaikan diri terhadap habitat di mana ia tumbuh. Sisa tanaman purba yang tetap bisa bertahan hidup dan lestari hingga sekarang ini telah menarik minat para peneliti maupun para kolektor tanaman langka sejak akhir abad ke-18. Spesies-spesies baru Pachypodium terus bermunculan, karena evolusi yang terjadi pada tanaman ini terus melahirkan spesies-spesies maupun hibrida-hibrida baru, tidak hanya di habitat aslinya di Madagaskar, namun <span id="more-213"></span>juga di berbagai belahan benua di mana tanaman ini dapat tumbuh dan berevolusi. Konon masih ratusan spesies tanaman Pachypodium yang belum teridentifikasi maupun terklasifikasi, sementara baru sekitar 25 spesies saja yang dikenal secara luas di dunia. Di Indonesia, yang baru mengenal tanaman ini sejak era tahun 1990-an, spesies-spesies yang dibudidayakan masih terbatas (sekitar kurang lebih 15 species yang beredar/dijumpai di Indonesia) karena kesesuaian syarat tumbuh maupun terhambat masalah proteksi yang diberlakukan di negara asalnya, yaitu Madagaskar, maupun negara-negara lain di Afrika Selatan. Walau demikian beberapa spesies tanaman Pachypodium telah menarik perhatian para pecinta tanaman hias di Indonesia karena bentuk bonggolnya yang ditumbuhi duri serta bentuk daun maupun bunganya yang cantik.<br />
Buku yang sederhana ini mencoba mengupas berbagai hal di balik budidaya dan perawatan tanaman Pachypodium. Kehadiran buku ini diharapkan dapat menambah wawasan maupun mengobati rasa penasaran para pecinta Pachypodium untuk mengenal lebih jauh jenis-jenis yang ada dan belajar lebih banyak mengenai bagaimana cara budidaya dan perawatannya.<br />
Pachypodium merupakan tanaman asli (tanaman endemik) di Pulau Madagaskar maupun Afrika bagian selatan seperti Angola, Botswana, Mozambique, Namibia, Afrika Selatan, Swaziland, dan Zimbabwe. Walau banyak orang menganggap bahwa Pachypodium serupa dengan tanaman kaktus, dan bahkan ada pula yang menganggapnya tergolong tanaman hias palem. Beberapa orang Eropa bahkan menjuluki tanaman yang satu ini dengan sebutan Madagascar palm atau palem dari Madagaskar. Tentu saja hal ini salah kaprah. Sesungguhnya tanaman hias Pachypodium masih terhitung kerabat dekat tanaman Adenium. Hal ini karena Family Apocynaceae memiliki tiga genera (genus) yang dapat digolongkan sebagai tanaman sukulen, yaitu Adenium, Pachypodium dan Plumeria (pohon Kamboja). Maka sungguh tak mengherankan bahwa penampakan morfologis Pachypodium ini mirip sekali dengan Adenium, mulai dari batang, daun, maupun bunganya, walau secara fisiologis serta dalam beberapa hal, Pachypodium memiliki sifat khusus yang membedakannya dengan tanaman Adenium.<br />
Di masa lalu, klasifikasi tanaman Pachypodium sempat menjadi bahan perdebatan dalam genus mana ia harus digolongkan. Beberapa ahli ada yang menggolongkan tanaman purba ini dalam genus Echites sementara yang lain beranggapan bahwa tanaman ini sebaiknya diklasifikasikan dalam genus yang berbeda atau pun genus yang baru. Akhirnya pada tahun 1830, atas inisiatif Leandley, tanaman ini disepakati untuk digolongkan sebagai genus yang unik terpisah dari genus Echites, yaitu genus Pachypodium. Perdebatan masih terus berlanjut seputar spesies-spesies unik Pachypodium yang ditemukan di belahan selatan benua Afrika. Pada tahun 1892, Baker menemukan bahwa spesies-spesies unik sebetulnya lebih banyak ditemukan di sisa pecahan benua kuno, yaitu di Pulau Madagaskar dan akhirnya penelitian mengenai tanaman Pachypodium mulai terfokus pada spesies-spesies yang ada di Pulau Madagaskar sehingga penelitian mengenai Pachypodium mulai terfokus pada spesies-spesies yang ada di Pulau Madagaskar hingga pada sekitar tahun 1907, Constantin dan Bois – dua orang peneliti tanaman mulai membuat monograf pertama (peta lokasi habitat dan persebaran spesies-spesies Pachypodium lengkap dengan klasifikasinya) yang saat itu sudah ditemukan sekitar 17 spesies Pachypodium, dimana 10 spesies berasal dari Madagaskar sementara 7 lainnya dari berbagai lokasi yang ada di benua Afrika. Monograf ini mirip dengan monograf yang pernah dibuat oleh Alexander von Humboldt, seorang ahli biologi yang pernah membuat monograf berbagai jenis flora dan fauna yang ada di Pulau Galapagos, seperti yang pernah dilakukan pula oleh Charles Darwin untuk berbagai spesies flora dan fauna yang ada di Pulau Galapagos. Bahkan Pulau Madagaskar dipercaya lebih mempunyai keanekaragaman flora dan fauna dibanding Pulau Galapagos yang sama-sama merupakan sisa-sisa peninggalan atau pecahan benua kuno.<br />
Tanaman Pachypodium hadir dengan pesona yang mengagumkan, seakan merangkum pesona keindahan bunga dan batang Adenium sekaligus pesona duri unik dari Euphorbia sebagai tanaman hias berduri. Walau sosok tanaman Pachypodium tampak cantik, namun tanaman ini hanya bisa difungsikan sebagai tanaman hias dan tidak bisa dimakan, karena seluruh bagian tanaman, terutama getahnya sangat beracun. Getahnya yang beracun bisa menimbulkan iritasi pada kulit bila terkena tangan, dan bahkan bisa menyebabkan kebutaan bila getah tersebut sampai terkena mata. Getah Pachypodium yang beracun, di Afrika bahkan bisa dimanfaatkan untuk membalur ujung mata panah atau mata tombak untuk keperluan berburu. Durinya juga cukup beracun dan dapat menyebabkan iritasi pada kulit bila tangan kita sampai tertusuk oleh duri tersebut. Nama Pachypodium sendiri berasal bahasa latin yang berarti si kaki gemuk (pachy = gemuk , podium = kaki). Semua tanaman Pachypodium merupakan jenis tanaman sukulen yang batangnya berbonggol gemuk (pachycaule) serta memiliki duri hampir di sekujur bagian tubuhnya. Kedua ciri utama ini merupakan adaptasi Pachypodium terhadap lingkungan habitat aslinya di Afrika yang beriklim gurun (arida) yang kering, serta bersuhu ekstrim di mana perbedaan suhu antara siang dan malam sangat fluktuatif. Di Afrika dan Madagaskar, tempat tanaman ini berasal, Pachypodium biasa tumbuh di bebatuan yang ada di lereng-lereng pegunungan kapur, atau tebing-tebing cadas berbatuan granit yang curam, karang terjal, dan bukit atau tebing berbatuan kuarsa (quartzite). Kemampuan adaptasi secara fleksibel inilah yang membuat spesies-spesies Pachypodium mampu bertahan hidup dan terus lestari hingga sekarang sejak jutaan tahun yang lalu (diduga sudah ada sejak akhir jaman Triasik – antara 160 juta hingga 230 juta tahun yang lalu). Walau begitu, anehnya hingga saat ini belum ditemukan satu pun fosil spesies tanaman Pachypodium, padahal Pachypodium diduga sudah ada sejak daratan Afrika dan Pulau Madagaskar bersatu dalam sebuah benua kuno yang bernama Gondwana di akhir jaman Triasik. Gondwana adalah sebuah benua kuno berukuran raksasa di mana saat itu benua Afrika, Pulau Madagaskar, India, benua Amerika bagian selatan, benua Australia, New Zealand, dan Antartika masih bersatu dalam satu daratan. Pada saat itu Pulau Madagaskar bersambungan langsung dengan bagian selatan daratan benua Afrika yang sekarang, dan juga daratan India yang sekarang merupakan semenanjung India (Peninsular India). Setelah benua kuno – Gondwana, tersebut pecah (yang terjadi pada akhir jaman Cretaceous / jaman kapur – 90 hingga 88 juta tahun yang lalu), akibat pergerakan lempeng tektonik bumi, Pulau Madagaskar yang saat itu masih bersatu dengan daratan India serta benua-benua lain seperti Afrika, Amerika, Australia, dan Antartika memisah. Selama berjuta tahun, Pulau Madagaskar dan daratan India kuno bersatu dalam benua kecil (pulau besar) yang terisolir. Hingga akhirnya pada sekitar 88 juta tahun yang lalu, Madagaskar dan India yang tadinya bersatu dalam satu daratan kemudian memisah. Daratan India kemudian bersatu dengan benua Asia hingga sekarang. Itulah sebabnya tanaman Pachypodium masih terus lestari yang bertahan hidup hingga sekarang dan paling banyak dijumpai tumbuh di Pulau Madagaskar. Tanaman ini telah melewati berbagai tahap adaptasi dan evolusi selama jutaan tahun hingga tetap hidup lestari hingga sekarang. Walau banyak orang mengemukakan bahwa Pachypodium adalah tanaman endemik Afrika dan Pulau Madagaskar, namun beberapa spesies baru maupun spesies yang belum dikenal, banyak bertebaran di India, Amerika dan Australia. Hal ini tidak mengherankan, karena jutaan tahun yang lalu, Afrika, Madagaskar, India, Amerika dan Australia adalah tergabung dalam satu daratan atau benua kuno yang bernama Gondwana. Di Afrika dan Madagaskar sendiri hingga saat ini, masih ratusan jenis Pachypodium liar yang masih belum dikenal dan juga belum teridentifikasi atau pun diklasifikasi. Jadi penyebaran tanaman Pachypodium mungkin sudah terjadi sejak jutaan tahun yang lalu. Itulah sebabnya, spesies-spesies Pachypodium tidak hanya dijumpai di daratan Afrika dan Pulau Madagaskar saja, namun juga dijumpai di gurun-gurun pasir yang ada di India, Amerika dan Australia. Bukan hanya spesies-spesies tanaman saja yang mirip antara yang ada di Madagaskar dan di India, spesies-spesies hewan yang ada di Madagaskar, beberapa jenis juga bisa dijumpai di India.<br />
Di masa sekarang, dalam perkembangan selanjutnya, tanaman Pachypodium kemudian menyebar dari Afrika ke seluruh penjuru dunia, termasuk Eropa, dan Asia. Di Eropa yang beriklim subtropis, umumnya tanaman ini dibudidayakan dalam rumah kaca dengan pengaturan mikroklimat dan juga media tanam yang diatur semirip mungkin dengan habitat aslinya di Afrika. Pachypodium berasal dari kerabat atau Famili Apocynaceae atau di beberapa negara barat biasa dikenal dengan kerabat tanaman Periwinkle (Catharantus roseus). Beberapa tanaman yang berasal dari famili Apocynaceae dan cukup dikenal antara lain adalah Periwinkle (Catharantus roseus), Adenium (Adenium sp) atau biasa disebut mawar gurun / desert rose, kamboja (Plumeria sp) dan Oleander (Oleander sp). Pachypodium banyak tumbuh dan dijumpai di Benua Afrika dan Pulau Madagaskar. Di daratan Afrika terdapat 4 spesies utama Pachypodium yang berasal dari daratan benua Afrika yaitu Pachypodium succulentum, Pachypodium bispinosum, Pachypodium namaquanum dan Pachypodium lealii. Juga terdapat pula sebuah subspesies yang dikenal dengan Pachypodium lealii Saundersii. Semuanya tumbuh dengan baik di bagian selatan benua Afrika, khususnya di Afrika Selatan. Sedangkan jenis-jenis Pachypodium yang lain (sekitar 20 spesies) merupakan tanaman asli Pulau Madagaskar, sebuah pulau kecil yang berdekatan dengan benua Afrika. Tanaman ini sering disamakan dengan tanaman kaktus, walau tanaman ini termasuk tanaman sukulen. Memang tanaman kaktus termasuk tanaman sukulen, tetapi tidak semua tanaman sukulen adalah tanaman kaktus. Tanaman ini semakin digalakkan budidayanya di habitat aslinya di Madagaskar mengingat semakin berkurangnya hutan di pulau tersebut dalam beberapa ratus tahun terakhir, yang mengakibatkan spesies Pachypodium ini termasuk dalam kategori tanaman langka yang dilindungi karena hampir punah. Penelitian terhadap tanaman Pachypodium sudah berjalan sejak lebih dari seratus tahun lalu, di mana pemerintah Madagaskar telah bekerja sama dengan begitu banyak instansi dan lembaga penelitian baik di dalam negeri maupun yang berasal dari luar negeri. Tanaman Pachypodium sendiri bahkan juga digolongkan sebagai salah satu tanaman langka dunia dan terdaftar dalam appendiks 1 indeks CITES (The Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora), yaitu daftar tanaman langka dunia yang dilindungi.<br />
Di Asia, termasuk Indonesia yang beriklim tropis, tanaman ini mulai dikenal di awal tahun 90-an dan terus dikembangkan hingga saat ini. Beberapa hobiis tidak hanya mengimpor biji-biji Pachypodium dari Afrika Selatan melalui Thailand, namun ada pula yang mengimpor komoditi ini dalam bentuk jadi. Tujuannya tak lain adalah untuk membudidayakan dan mengintroduksi tanaman ini untuk lebih dikembangkan di tanah air. Baru pada sekitar awal tahun 2007 mulai banyak para hobiis dan nurseri-nurseri di Indonesia yang mengimpor biji, maupun tanaman dewasa Pachypodium berbagai spesies dari Afrika, Thailand, Jerman, Perancis, Australia dan bahkan dari Amerika, karena tanaman ini kembali digemari para pecinta tanaman hias. Dalam buku terbaru yang membahas tentang tanaman Pachypodium ini, akan banyak dijumpai berbagai informasi terbaru mengenai bagaimana teknik budidaya yang baik, trik merangsang tanaman Pachypodium agar tumbuh menjadi tanaman yang kristata maupun varigata, serta trik bagaimana menstimulasi agar tanaman Pachypodium cepat berbunga. Teknik-teknik rahasia ini belum pernah dibahas sebelumnya dalam buku-buku yang lain. Hanya buku Pachypodium terbitan Gramedia Pustaka Utama inilah yang menyajikan berbagai informasi terlengkap dan terakurat yang bisa Anda dapatkan. Buku ini bisa diperoleh di toko-toko buku terdekat, terutama di toko buku Gramedia dan juga toko buku TogaMas.</p>
<p><cite>Komentar oleh <a rel="external nofollow" href="http://www.gramedia.com/buku_detail.asp?id=IHEO4253&amp;kat=3"><span style="color:#b54141;">http://pachypodium-indonesia.blogspot.co</span></a></cite></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/klubhausbuku.wordpress.com/213/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/klubhausbuku.wordpress.com/213/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/klubhausbuku.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/klubhausbuku.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/klubhausbuku.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/klubhausbuku.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/klubhausbuku.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/klubhausbuku.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/klubhausbuku.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/klubhausbuku.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/klubhausbuku.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/klubhausbuku.wordpress.com/213/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klubhausbuku.wordpress.com&blog=3724047&post=213&subd=klubhausbuku&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://klubhausbuku.wordpress.com/2008/08/16/pachypodium-tanaman-purba-yang-langka-nan-eksotis/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/opungregar-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">opungregar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mempertanyakan Kembali Kemerdekaan Indonesia</title>
		<link>http://klubhausbuku.wordpress.com/2008/08/16/mempertanyakan-kembali-kemerdekaan-indonesia/</link>
		<comments>http://klubhausbuku.wordpress.com/2008/08/16/mempertanyakan-kembali-kemerdekaan-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Aug 2008 04:24:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>opungregar</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Amin Rais]]></category>

		<category><![CDATA[Kemerdekaan RI]]></category>

		<category><![CDATA[Resensi Buku]]></category>

		<category><![CDATA[Kemerdekaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://klubhausbuku.wordpress.com/?p=209</guid>
		<description><![CDATA[Oleh M.Iqbal Dawami
Tahukah Anda bahwa produksi minyak nasional Indonesia sebesar satu juta barrel per hari sekarang ini sudah didominasi oleh korporasi asing? Tahukah Anda muatan laut Indonesia sebesar 46,8% dikuasai oleh kapal berbendera asing? Dan tahukah Anda 50% perbankan nasional juga dikuasai oleh asing? Serta yang tak kalah penting juga, tahukah Anda telekomunikasi yang ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal">Oleh M.Iqbal Dawami</p>
<p class="MsoNormal">Tahukah Anda bahwa produksi minyak nasional Indonesia sebesar satu juta barrel per hari sekarang ini sudah didominasi oleh korporasi asing? Tahukah Anda muatan laut Indonesia sebesar 46,8% dikuasai oleh kapal berbendera asing? Dan tahukah Anda 50% perbankan nasional juga dikuasai oleh asing? Serta yang tak kalah penting juga, tahukah Anda telekomunikasi yang ada di negara kita juga dikendalikan oleh asing? Di antaranya Indosat dimiliki Temasek Singapura, saham Telkom 35% dikuasai asing, sedang XL 98%. Masih banyak lagi data-data penting tentang aset-aset Indonesia bernasib seperti di atas yang akan Anda ketahui manakala Anda membaca buku Agenda Mendesak Bangsa;Selamatkan Indonesia! karya M.Amien Rais.<span id="more-209"></span></p>
<p>Amien Rais, tokoh nasional yang tidak asing lagi di telinga kita, tak habis pikir<br />
mengapa rakyat Indonesia masih terus saja miskin, terbelakang dan tercecer dari bangsa-bangsa lain. Padahal reformasi sudah bergulir. Di antara sekian<br />
permasalahan bangsa, ekonomi adalah porsi terbesar yang menjadi kegelisahan<br />
Amien Rais. Mesti ada yang salah, pikir dia. Negara Indonesia yang sangat kaya<br />
dengan Sumber Daya Alam (SDA), mestinya cukup menghidupi rakyatnya. <span lang="FI">Tapi,<br />
keadaan sebaliknya. Rakyat Indonesia semakin hari semakin banyak yang miskin.</span></p>
<p>Kenyataan membuktikan bahwa ternyata SDA kita digunakan sebagian besar bukan untuk kita, melainkan untuk negara-negara lain. Ya, kekayaan alam kita dikuras dan dijarah oleh korporasi asing. <span lang="SV">Bahkan tidak hanya itu, sektor-sektor vital ekonomi lainnya seperti perbankan dan industri juga dikuasai orang asing. Inilah model penjajahan akhir abad 20 dan 21.</span></p>
<p>Disadari atau tidak, kenyataan membuktikan bahwa Indonesia sedang dijajah sebagaimana yang pernah dialami puluhan tahun lalu. Sejarah telah berulang di tanah Indonesia. Hanya bentuk atau format saja yang berbeda. Jika dahulu pendudukan fisik dan militer Belanda menyebabkan bangsa Indonesia kehilangan kemerdekaan, kemandirian dan kedaulatan politik, ekonomi, sosial, hukum, dan pertahanan. Maka sekarang, pendudukan secara ekonomi oleh para korporator dari negara-negara Barat. Hasilnya sama, Indonesia masih tetap kehilangan kemandiriannya. Bangsa kita masih tetap tergantung dan menggantungkan diri pada kekuatan asing.</p>
<p>Ketidakmandirian dalam bidang ekonomi, kata Amien, sebetulnya akan berimbas pada bidang politik, diplomatik, pertahanan dan militer kita. Hampir setiap kebijakan domestik dan kebijakan luar negeri Indonesia selalu terpengaruhi untuk mengikuti aturan yang mereka buat. Hematnya, kepentingan asing selalu melemahkan kepentingan nasional bangsa kita sendiri. Indonesia telah terseret menjadi sekadar subordinat atau agen setia bagi kepentingan asing (hlm.2).</p>
<p>Harus diakui, kekuatan-kekuatan asing dalam bidang ekonomi yang terjalin dalam korporasi-korporasinya memang telah mendikte bukan saja perekonomian nasional—seperti perdagangan, perbankan, penanaman modal, kepelayaran, dan kepelabuhan, kehutanan, perkebunan, pertambangan migas dan non-migas, dan lain-lain—tetapi juga pada kebijakan politik dan pertahanan. Lantas, masihkah Indonesia pantas sudah disebut merdeka?</p>
<p>Kita memang sudah merdeka lebih dari enam dasawarsa. Kemerdekaan yang telah kita lewati lebih dari 62 tahun, mestinya kaum elite indonesia sudah berhasil membawa Indonesia ke tahapan yang betul-betul merdeka. <span lang="FI">Tapi, kekayaan alam kita masih tak bisa kita nikmati, dan mencukupi kehidupan kita. Padahal, di dalam UUD 1945 pasal 33 ayat 3 sangat jelas dinyatakan, “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat”. Kenyataannya ternyata tidak demikian. Hampir semua aset negara, sahamnya, telah dikuasai oleh pihak asing. Selain itu, ada pula yang sudah dijual. Kontrak Karya Pertambangan (KKP) dan Kontrak Production Sharing (KPS), misalnya, telah merugikan Indonesia dan menguntungkan investor.</span></p>
<p>Melihat hal demikian, secara otomatis Indonesia tak bisa mengontrol dan mengendalikan kekayaan alamnya sendiri, karena sudah “diberikan” pada pihak asing. Akibatnya, hasil kekayaan alam kita tidak akan kita nikmati karena telah dibawa ke luar negeri. Maka, hampir dipastikan Indonesia tetap negara yang rakyatnya terus miskin. Kita hanya bisa “menonton” kekayaan alam kita yang terus diperas dan dibawa ke luar negeri. Jika keadaan seperti itu terus, dan mencapai 90 %, maka berapa lama negara kita akan mampu bertahan secara ekonomi? Lalu, seberapa bebas keputusan politik bisa diambil oleh para pemimpinnya?</p>
<p><span lang="SV">Buku Agenda-Mendesak Bangsa;Selamatkan Indonesia! ini begitu runut menjelaskan sebab-sebab mengapa SDA Indonesia dikuasai oleh pihak asing, serta mengapa pemerintah bertekuk lutut pada mereka. </span><span lang="FI">Korporatokrasi adalah kata kuncinya. Korporatokrasi yaitu sistem kekuasaan yang dikontrol oleh berbagai korporasi besar, bank-bank internasional dan pemerintahan  (hlm.81).</span></p>
<p>Melalui korporatokrasi inilah Indonesia didikte dan bahkan “dibeli” pemerintahnya untuk meloloskan keinginan-keinginan mereka. VOC adalah korporasi pertama di dunia yang berhasil menjajah dan menjarah Indonesia. <span lang="SV">Sedang saat ini, perannya diganti oleh korporasi-korporasi yang berasal dari Amerika. Nampaknya, sejarah telah berulang dengan wajah baru.</span></p>
<p>Korporatokrasi bercokol di Indonesia bermula sejak zaman orde baru. IMF, World Bank, dan WTO adalah instansi korporatokrasi tersebut. Korporasi-korporasi asing itu terus mencengkram seiring dengan pergantian pemerintahan. Tak terkecuali pada pasca reformasi juga. Beberapa di bawah BUMN di tahun ini, yang hendak diprivatisasi seolah-olah akan memberi angin segar kembali kepada pihak-pihak asing lagi. Komite privatisasi perusahaan BUMN telah membuat daftar 44 BUMN yang akan dijual (hlm.226-227).</p>
<p>Buku ini diperkaya dengan lampiran, dari penulisnya sendiri, maupun yang lainnya. Lampiran tersebut telah memperkuat dan melegitimasi data-data yang dikemukakan dalam bahasan buku ini. Ketuta LIPI adalah salah satu dari lampiran tersebut.<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Buku karya Amien Rais ini telah menemukan relevansinya di saat bangsa Indonesia hendak merayakan kemerdekaannya. Membaca realitas SDA bangsa Indonesia yang dikuasai oleh pihak asing, sebagaimana dipaparkan dalam buku ini, serta kenyataan yang ada di tengah-tengah rakyat miskin, kita mestinya bertanya kembali, apakah benar Indonesia sudah merdeka?</span></p>
<p>M.IQBAL DAWAMI, Blogger Buku di HTTP:// <a href="http://resensor.blogspot.com/" target="_blank"><span lang="SV">resensor.blogspot.com</span></a><span lang="SV">, tinggal di Yogyakarta</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/klubhausbuku.wordpress.com/209/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/klubhausbuku.wordpress.com/209/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/klubhausbuku.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/klubhausbuku.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/klubhausbuku.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/klubhausbuku.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/klubhausbuku.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/klubhausbuku.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/klubhausbuku.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/klubhausbuku.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/klubhausbuku.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/klubhausbuku.wordpress.com/209/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klubhausbuku.wordpress.com&blog=3724047&post=209&subd=klubhausbuku&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://klubhausbuku.wordpress.com/2008/08/16/mempertanyakan-kembali-kemerdekaan-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/opungregar-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">opungregar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;Darahmu Menyanyi Untukku&#8221;</title>
		<link>http://klubhausbuku.wordpress.com/2008/08/12/darahmu-menyanyi-untukku/</link>
		<comments>http://klubhausbuku.wordpress.com/2008/08/12/darahmu-menyanyi-untukku/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Aug 2008 15:20:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>opungregar</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[New Moon]]></category>

		<category><![CDATA[Novel]]></category>

		<category><![CDATA[Twilight]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://klubhausbuku.wordpress.com/?p=198</guid>
		<description><![CDATA[OLEH  JODY SETIAWAN
Setelah mengenal Edward, tanggal 13 September menjadi hal menggundahkan bagi Isabella Marie Swan. Setiap tanggal itu, Bella akan bertambah usia, sedangkan Edward, si manusia abadi, tidak beranjak dari usianya, 17 tahun. Pada ulang tahun ke-18, Bella menyadari dia menjadi lebih tua dari Edward. Karenanya, Bella tidak ingin merayakan ulang tahunnya. Hanya satu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">OLEH <span> </span></span><span class="email"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:#343434;">JODY SETIAWAN</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">Setelah mengenal Edward, tanggal 13 September menjadi hal menggundahkan bagi Isabella Marie Swan. Setiap tanggal itu, Bella akan bertambah usia, sedangkan Edward, si manusia abadi, tidak beranjak dari usianya, 17 tahun. Pada ulang tahun ke-18, Bella menyadari dia menjadi lebih tua dari Edward. Karenanya, Bella tidak ingin merayakan ulang tahunnya. Hanya satu yang ia inginkan, Edward mengabulkan keinginannya,</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;"> mengubahnya menjadi vampir.<br />
Tetapi, oleh bujukan Edward, Bella mau merayakan ulang tahunnya di rumah keluarga Edward, Keluarga Cullen. Seolah-olah hendak memperkuat citra Bella sebagai &#8216;danger magnet&#8217; (magnet yang menarik bahaya), sebuah insiden</span><span id="more-198"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;"> terjadi membuat Bella terluka. Seketika naluri asli keluarga Cullen bagai dirangsang. Selama ini, mereka telah bertahan hidup dengan melakukan &#8216;diet&#8217; darah manusia. Melihat darah Bella menetes, mereka</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;"> nyaris kalap. Jasper yang paling terangsang dan beringas membuat Edward  harus mati-matian menyelamatkan Bella.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">Insiden  itu membuat Bella memahami kenapa Edward tidak mau mengabulkan keinginannya menjadi vampir. Seperti Carlisle, ayah angkat Edward, Edward ternyata percaya adanya Tuhan dan neraka. Edward percaya ada kehidupan setelah kematian. Dia juga percaya dia tidak akan mengalaminya. Sebagai vampir, Edward adalah makhluk terkutuk. Surga hanyalah impian yang tidak akan pernah menjadi nyata. Hingga, saking cintanya pada Bella, Edward tidak ingin membuat hidup Bella menjadi terkutuk seperti dirinya.<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">Insiden itu juga berujung pada kehancuran hati Bella. Keluarga Cullen, juga Edward, memutuskan meninggalkan Forks dan pindah ke Los Angeles. Padahal, di mana lagi tempat terbaik bagi keluarga Cullen untuk hidup dengan sedikit lebih wajar? Forks, kota dengan curah hujan tertinggi di dunia adalah satu-satunya tempat terbaik bagi keluarga vampir ini.<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;"> Kondisi basah kota ini membuat mereka bisa berada di luar rumah tanpa takut rahasia mereka terbongkar. Maka, setelah kepergian Edward, Bella melihat kegelapan menyelimuti hidupnya. Baginya, telah tiba fase bulan baru (new moon) yang berarti hidup dalam kegelapan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;"> Empat bulan hidup dalam depresi bagaikan zombi, Bella melihat, ternyata, waktu terus bergulir tidak mengacuhkan kemeranaannya. Kendati sudah punya pekerjaan, pekerjaan itu tidak bisa menangggulangi kesedihannya. Edward tidak mungkin akan kembali. Hanya suara indah selembut beledunya yang mendatangi Bella ketika secara magnetis Bella berhubungan dengan bahaya.<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;"> Charlie <span> </span>Swan, ayah Bella, tidak dapat menerima berantakannya hidup Bella. Dia bermaksud mengirim putrinya ke Jacksonville (Florida), untuk tinggal dengan mantan istrinya dan suaminya. Tetapi, Bella tidak ingin meninggalkan Forks. Sekalipun setiap malam, di Forks, tidur Bella dikuasai mimpi buruk.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;"> Dari <span> </span>pekerjaan memperbaiki sepeda-sepeda motor rongsokan karatan yang diperoleh Bella hingga latihan menungganginya, Bella menjadi akrab dengan Jacob Black yang berusia 16 tahun. Bagaikan obat, Jacob membuat episode bulan baru dalam hidup Bella mulai bergeser. Dia membuat Bella tertawa. Dia ada manakala Bella membutuhkannya. Sayang, walaupun Jacob mulai tampak terpikat olehnya, Bella tetap tidak bisa melupakan Edward. Bella masih mencintai Edward.<br />
Suatu <span> </span>hari Jacob menghilang, tidak ingin bertemu Bella. Dan pada saat bersamaan, di Forks, beredar kabar munculnya binatang hitam raksasa yang diduga sebagai beruang. Kemunculan binatang ini disusul dengan menghilangnya beberapa orang. Secara mengejutkan, Bella mengetahui apa yang sedang terjadi. Apa yang terjadi pada sahabatnya sebagai bagian dari suku Quileute dan siapa yang menjadi penyebab hilangnya orang-orang di Forks. Kemudian, tidak dapat dihindarkan lagi, hidupnya kembali bersinggungan dengan hidup Edward dan dunia vampir yang memang tidak dapat ia lupakan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;"> New Moon adalah sekuel Twilight dan buku kedua dari Twilight Saga karya Stephenie Meyer, pendiri The Young Authors Foundation (penerbit majalah bulanan TeenInk). Terbit pertama kali pada September 2006, New Moon sempat mencapai posisi nomor satu di daftar bestseller New York Times. Judul New Moon atau Bulan Baru mengacu pada fase tergelap dalam siklus bulan (new moon-full moon-new moon) yang merefleksikan fase tergelap dalam kehidupan Bella setelah ditinggal pergi Edward.<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;"> Dari segi penulisan, New Moon memiliki gaya penulisan yang persis sama dengan Twilight. Alurnya lambat, terlalu gemulai, persis seperti air sungai yang mengalir lambat, begitu lama mencapai jeram. Ketika tiba pada jeram yang diharapkan, efeknya tidak cukup menghenyak. Mungkin, karena isi utama novel ini adalah drama romantis remaja, oleh penulis, ketegangan</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;"> tidak dijadikan bagian yang menonjol. Padahal, ada peluang yang cukup potensial untuk lebih menggedor perasaan pembaca.<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;"> Bagi yang belum pernah merasakan pedihnya ditinggalkan seorang kekasih atau orang yang disayangi memang akan kurang bisa memahami perasaan Bella. Karenanya, bisa saja menganggap kesedihan Bella yang berlarut merupakan sesuatu yang berlebihan dan menjemukan. Tetapi jika pembaca pernah mengalami hal yang sama dengan Bella, akan lebih mudah untuk membaca kisah sedih Bella, akan lebih tergerak untuk menggerogori plot yang bergerak lambat, akan lebih enteng menyelesaikan keseluruhan buku.Meskipun</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;"> harus diakui, gaya beralur lambat yang terus-menerus diterapkan dalam novel serial akan membahayakan nasib novel-novel selanjutnya.<br />
Untuk  mengatasi kekosongan karakter remaja lelaki yang menarik setelah Edward pupus di bagian-bagian awal novel, Stephenie Meyer memutuskan mengangkat Jacob Black, karakter yang hanya mendapatkan porsi penceritaan yang kecil dalam buku terdahulu, Twilight. <span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">Hanya, karena tidak ada perasaan yang setara di antara keduanya, kisah Bella dan Jacob tidak cukup kuat membuat pembaca penasaran. Dengan absennya Edward dari halaman-halaman buku, tegangan seksual masa remaja yang sangat kentara dalam Twilight, seolah-olah bersembunyi bersama kepergian Edward. Selain Forks, dalam New Moon, Stephenie Meyer juga menggunakan seting Italia, tepatnya Volterra, sebuah kota di Tuscany (Pisa), untuk menuntaskan konflik novel. Oleh Stephenie Meyer, Volterra dijadikan tempat kediaman Volturi, keluarga bangsawan vampir yang telah menguasai kota selama 3000 tahun sejak zaman Etruria. Menggunakan sebuah bangunan kuno yang indah, kelompok vampir ini memancing para turis untuk menemui ajal. Di sinilah Edward datang setelah mendengar kabar meninggalnya Bella karena bunuh diri. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">Bak Romeo, Edward memutuskan hendak menghabisi dirinya karena tidak bisa terus eksis bila Bella dijemput ajal. Di sini juga Bella mengetahui bahwa dengan aroma seperti yang ia miliki, darahnya menyanyi untuk Edward, la tua catante.</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;"> Sebagaimana Twilight, New Moon juga termasuk YA Books (yang di Indonesia masuk kategori buku remaja) yang menawarkan cinta remaja kepada pembacanya. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">Jadi, menurut saya, untuk bisa menikmati novel ini, pembaca harus benar-benar memosisikannya sebagai novel cinta remaja sehingga tidak mengharapkan sesuatu yang tidak bisa ditawarkan  novel ini. Terbukti, saya hanya memerlukan 2 hari untuk melahap habis isi novel ini.<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;"> Setelah membaca Twilight, rasanya tidak lengkap jika tidak membaca seri ke-2 ini. Tidak ada pembaca yang telah menikmati Twilight, <span> </span>tidak rindu mengetahui perkembangan yang terjadi pada cinta Bella dan Edward. Saat ini untuk edisi asli (bahasa Inggris), telah terbit hingga</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;"> buku ke-4, dan masih belum ditamatkan. Kesuksesan buku serial terkadang bisa membuat penulisnya tidak rela segera menyudahinya. Bukan sekedar karena buku serial bisa terus membengkakkan pundi-pundi uangnya, tetapi juga kerap penulisnya merasa sayang untuk meninggalkan tokoh-tokoh rekaannya.<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;"> Jadi tugas Stephenie Meyer, jika masih akan melanjutkan Twilight Saga, untuk memperhitungkan sebaik-baiknya bagaimana melanjutkan ceritanya agar tidak memangkas minat pembaca.  Tidak mustahil, lama kelamaan, pembaca akan jemu membacanya jika ceritanya begitu-begitu saja. Twilight Saga memang memiliki pengikat untuk semua judul yaitu kisah cinta Bella dan Edward yang belum ketahuan akhirnya. Tetapi, Twilight Saga bukanlah serial fantasi seperti Harry Potter yang setiap judulnya menyediakan kisah memikat dengan konflik-konflik yang diracik baik dan penuh perhitungan.<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;"> Pertanyaan banyak tak tercegah memenuhi benak saya. Sampai kapan Stephenie Meyer</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;"> akan menyerah dan memberikan ketegasan pada konflik cinta yang ada dalam serialnya ini? Sampai kapan Edward akan bertahan untuk tidak menancapkan giginya di tubuh Bella? Atau, jika Bella akhirnya menyayangkan hidupnya sebagai manusia, kapan Bella akhirnya memahami dengan cerdas perasaan dan pikiran Edward? Jika untuk itu Stephenie Meyer membutuhkan jalan yang panjang (dalam arti jumlah buku yang lebih banyak), sampai kapan juga para pembaca akan bertahan untuk terus membacanya?<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;"> Dibandingkan dengan sampul Twilight edisi Indonesia, saya lebih suka dengan sampul buku kedua terbitan Gramedia ini. Komposisi warna dan makna yang disiratkan sampul ini</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;"> cukup mewakili isi novel. Demikian juga bila dibandingkan dengan sampul asli berupa sekuntum bunga putih semburat merah darah yang entah apa hubungannya dengan isi novel.<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;"> Bagaimanakah nasib cinta Bella dan Edward? Bagaimana pula dendam atas kehilangan James yang belum bisa dituntaskan Victoria, sang kekasih, kepada Edward dan Bella? Tak sabar rasanya membaca seri ketiga novel ini, Eclipse. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">DATA BUKU: Judul : New Moon (Dua Cinta), Penulis: Stephenie Meyer, Penerjemah: Monica Dwi Chresnayani, Penyunting: Rosi L. Simamora, Terbit: Cetakan I, Juni 2008, Tebal: 600 hlm; 13,5 X 20 cm, Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama. Salam,Jody : http://jodypojo h.blogdrive. comhttp:/ /percikanku. multiply. com.</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/klubhausbuku.wordpress.com/198/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/klubhausbuku.wordpress.com/198/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/klubhausbuku.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/klubhausbuku.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/klubhausbuku.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/klubhausbuku.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/klubhausbuku.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/klubhausbuku.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/klubhausbuku.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/klubhausbuku.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/klubhausbuku.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/klubhausbuku.wordpress.com/198/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klubhausbuku.wordpress.com&blog=3724047&post=198&subd=klubhausbuku&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://klubhausbuku.wordpress.com/2008/08/12/darahmu-menyanyi-untukku/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/opungregar-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">opungregar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Masa Lalu tak Pernah Mati: Andai Tidak Tuntas</title>
		<link>http://klubhausbuku.wordpress.com/2008/08/09/masa-lalu-tak-pernah-mati-andai-tidak-tuntas/</link>
		<comments>http://klubhausbuku.wordpress.com/2008/08/09/masa-lalu-tak-pernah-mati-andai-tidak-tuntas/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Aug 2008 01:19:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>opungregar</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Komentar Buku]]></category>

		<category><![CDATA[Masa Lalu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://klubhausbuku.wordpress.com/?p=196</guid>
		<description><![CDATA[
John Wagner, GPU Juli 2008, History of Violance (Graphic Novel)
www.inibuku. com -
Hari itu biasa saja&#8230; hari yang tenang di sebuah kota kecil di Amerika, sampai sepasang pembunuh yang dicari-cari polisi masuk ke kantin milik Tom McKenna, dan membuat keributan. Ketika Tom menghajar mereka, dia dan keluarganya menjadi sorotan media dan menarik banyak perhatian- serta berbagai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="ygrp-text">
<p>John Wagner, GPU Juli 2008, History of Violance (Graphic Novel)<br />
<a href="http://www.inibuku">www.inibuku</a>. com -</p>
<p>Hari itu biasa saja&#8230; hari yang tenang di sebuah kota kecil di Amerika, sampai sepasang pembunuh yang dicari-cari polisi masuk ke kantin milik Tom McKenna, dan membuat keributan. Ketika Tom menghajar mereka, dia dan keluarganya menjadi sorotan media dan menarik banyak perhatian- serta berbagai pertanyaan tentang masa lalu Tom. Benarkah dia hanya seorang laki-laki ramah dan biasa saja, atau ada yang disembunyikannya?Grafik novel yang telah diangkat ke layar lebar dan dinominasikan untuk penghargaan Palme d&#8217;Or di Cannes Film Festival ini adalah thriller psikologis yang mendebarkan, tentang<span id="more-196"></span> seorang laki-laki dengan masa lalu penuh rahasia yang ingin ditutupnya rapat-rapat.</p>
<p>Dan &#8230; banyak judul-judul buku baru lainnya yang memang benar-benar baru dari berbagai penerbit, jadi jangan lupa klik buku baru pada saat. Anda singgah di www.inibuku. com. Untuk diskusi buku Anda bisa singgah di <a href="http://klubhausbuku.wordpress.com">http://klubhausbuku.wordpress.com</a></p>
<p>Terima kasih, www.inibuku. com - toko buku online, Pesan melalui telpon : 021 421-2057 dan 021 422-9857</p></div>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/klubhausbuku.wordpress.com/196/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/klubhausbuku.wordpress.com/196/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/klubhausbuku.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/klubhausbuku.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/klubhausbuku.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/klubhausbuku.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/klubhausbuku.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/klubhausbuku.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/klubhausbuku.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/klubhausbuku.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/klubhausbuku.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/klubhausbuku.wordpress.com/196/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klubhausbuku.wordpress.com&blog=3724047&post=196&subd=klubhausbuku&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://klubhausbuku.wordpress.com/2008/08/09/masa-lalu-tak-pernah-mati-andai-tidak-tuntas/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/opungregar-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">opungregar</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>