Klub Haus Buku

Agustus 4, 2008

Menyambut Kenduri Demokrasi 2009

Diarsipkan di bawah: Kenduri Demokrasi, Politik Nasional — opungregar @ 11:33 pm
Tags:

Oleh Aminuddin Siregar

Kini demokrasi diyakini sebagai cara terbaik dalam melakukan berbagai persambungan sosial-politik. Baik dalam konteks persambungan pemerintah dengan masyarakat, maupun dalam konteks Negara-bangsa. Persmbungan-persambungan kultural, politik, dan persambungan-persambungan sosial kemasyarakatan lainnya. (lagi…)

Juli 4, 2008

Matinya Ilmu Administrasi dan Manajemen: Satu Sebab Krisis Indonesia

Diarsipkan di bawah: Manajemen, Politik Nasional, Uncategorized — opungregar @ 8:08 pm
Tags:

Oleh Qinimain Zain

FEELING IS BELIEVING. C(OMPETENCY) = I(nstrument) . s(cience). m(otivation of Maslow-Zain) (Hukum XV Total Qinimain Zain).

INDONESIA, sejak ambruk krisis Mei 1998 kehidupan ekonomi masyarakat terasa tetap buruk saja. Lalu, mengapa demikian sulit memahami dan mengatasi krisis ini?

Sebab suatu masalah selalu kompleks, namun selalu ada beberapa akar masalah utamanya. Dan, saya merumuskan (2000) bahwa kemampuan usaha seseorang dan organisasi (juga perusahaan, departemen, dan sebuah negara) memahami dan mengatasi krisis apa pun adalah paduan kualitas nilai relatif dari motivasi, alat (teknologi) dan (sistem) ilmu pengetahuan yang dimilikinya. Di sini, hanya menyoroti salah (lagi…)

Juni 15, 2008

Kampus Unas Hancur

Diarsipkan di bawah: Kampus, Politik Nasional — opungregar @ 4:30 pm
Tags:
Sejumlah kendaraan roda dua rusak akibat peristiwa bentrokan antara polisi dan mahasiswa Universitas Nasional saat melakukan unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM, di depan kampus UNAS, Jakarta Selatan, Sabtu (24/5).
Artikel Terkait:
Sabtu, 24 Mei 2008 | 10:46 WIB JAKARTA, SABTU - Kampus Universitas Nasional di Pejaten hancur setelah terjadi bentrokan Sabtu (25/5) pagi. Aktivitas pun diliburkan karena kampus tidak bisa digunakan.

Dari pantauan Kompas.com di lokasi, pecahan kaca terlihat mulai dari jalan masuk hingga ke bagian dalam kampus. Kerusakan terlihat pada ruang ATM, koperasi mahasiswa, perpustakaan dan ruang kuliah. Di beberapa tempat terlihat sepeda motor mahasiswa rusak berat. Sebuah mobil semua kacanya pecah.

Rosiana, juru bicara mahasiswa, pukul 06.00 polisi masuk dan menyerang mahasiswa dengan gas air mata. Polisi pun melakukan sweeping lalu terjadi saling lempar. “Polisi juga menjarah koperasi mahasiswa. Banyak mahasiswa dipukuli meski sudah menyerah,” kata Rosiana.

Di beberapa bagian kampus terlihat spanduk dan poster pengumuman bahwa kampus diliburkan. “Kami belum tahu sampai kapan. Kami sedang menyusun kronologi kejadian, laporan siapa saja yang luka dan ditangkap,” kata Rosiana.

Saat ini sekitar 100 mahasiswa sedang berkoordinasi (lagi…)

Mei 23, 2008

Komitmen Parpol dan Caleg Perempuan

Diarsipkan di bawah: Politik Nasional — opungregar @ 5:49 pm

Oleh Aminuddin Siregar

Dessy Ratnasari, tampil sebagai caleg Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Menurut berita yang beredar Ia dicalonkan dari Sukabumi untuk pemilu 2004. Hak politik kaum perempuan tidak saja mesti diakomodir tetapi juga patut diberi ruang gerak dan tempat bagi siapapun saja perempuan yang punya minat dan naluri politik untuk kimprah di pentas perpolitikan kita. Sepanjang memenuhi persyaratan yang disepakati. Baik nasional, maupun lokal. Karena itu kehadiran Dessy Ratnasari sebagai caleg, mesti menjadi bagian dari idealisme politik. (lagi…)

22 HARI MENEBAR TEKA-TEKI

Diarsipkan di bawah: Politik Nasional — opungregar @ 5:47 pm

Sumber : Media Indonesia

Pemerintah Gus Dur, baru merumur tiga pekan.Tapi berbagai langkah kontraversial telah ditempuh. Presiden KH Abdurahman Wahid yang lebih suka dipanggi Gus Dur, bukanlah tukang sulap yang sanggup mengubah keadaan dalam tempo sekejap. Krisis ekonomi yang berbuntut pada krisis politik, krisis kepercayaan, bahkan ancaman disintegrasi, ikut ramai-ramai masuk ke “kantong” Gus Dur sebagai agenda mendesak diselesaikan.

Tapi, agaknya Gus Dur tak sabar untuk segera menuntaskan berbagai persoalan tadi, sama tak sabarnya dengan masyarakat yang menunggu manuver-manuver cantiknya sebagaimana yang selalu ia lakukan jauh sebelum dirinya masuk ke istana. Karena itulah, sesaat setelah mengucapkan sumpah sebagai presiden RI ke empat, Gus Dur langsung mencanangkan perbaikan ekonomi sebagai agenda pertamanya. Ini diikuti penanganan berbagai masalah diberbagai mulai dari Aceh, Ambon, Riau, dan Irian Jaya. (lagi…)

WAJAH KABINET PRESIDEN GUS DUR

Diarsipkan di bawah: Politik Nasional — opungregar @ 5:45 pm

Sumber : Media Indonesia

Memuat segala sesuatu secara instan, Indonesia memang jagonya. Mulai dari membuat kopi instan dan mie instan, sampai dengan pembuatan kabinetpun, kita sanggup melakukannya secara instan. Dalam waktu dekat ini, kalau tidak salah, pada hari perayaan Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1999, kabinet yang lahir dari situasi,kondisi, dan semangat instan ini, kabarnya akan di umumkan pada publik. Tentang bagaimana wajah dari kabinet pilihan Gus Dur nanti, agaknya cukup mudah untuk di tebak. Paling tidak, sifat dan pembawaan Gus Dur yang selalu bersifat akomodatif terhadap berbagai kelompok dan kemungkinan,cukup memberi petunjuk yang mengantar kita pada dugaan bahwa kabinet mendatang pasti berwajah penuh keanekaragaman dengan aroma aliran politik yang membaur – tetap memberi kesan kuat: yah, begitulah Gus Dur, Presiden Republik Indonesia yang baru. (lagi…)

KABINET EKONOMI GUS DUR

Diarsipkan di bawah: Politik Nasional — opungregar @ 5:40 pm

Bagaimana kekuatan tim ekonomi kabinet KH Abdurrahman Wahid? tidak ada yang bisa menjawab dengan nada optimis. Bahkan pelaku pasar dan praktisi ekonomi lebih banyak bersikap optimis. Mereka ragu apakah tim ekonomi kabinet Gus Dur itu mampu mengangkat ekonomi Nasional dari keterpurukan. Pasar tampaknya masih meragukan kemampuan sebagian besar menteri, mengingat banyak muka-muka baru yang tidak dikenal kapasitasnya. Selain itu, sebagian besar dari mereka adalah ‘pekerja’ partai. Mereka mempertanyakan apakah tim ekonomi mempunyai visi yang jelas untuk memulihkan ekonomi itu dengan penuh keraguan-keraguan. Ini kelihatan dari pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan di lantai bursa dan pergerakan kurs rupiah. Mereka cendrung wait and see sampai ada manuver yang jelas. Sejak pengumuman nama-nama kabinet pekan lalu, reaksi pasar cendrung bernada kecewa. Kabinet ini dinilai lebih mementingkan kompromi politik dari pada profesionalisme. (lagi…)

Mei 21, 2008

Hari Kebangkitan Nasional Diwarnai Penolakan Kenaikan BBM

Diarsipkan di bawah: Politik Nasional — opungregar @ 7:04 pm
Tags:
Selasa, 20 Mei 2008 18:38 WIB
Empat organisasi kaum muda NU-Muhammadiyah yakni Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan Ikatan Remaja Muhammadiyah (IRM) di Jakarta, Selasa (20/5), menolak tegas rencana tersebut. (lagi…)

Tokoh Berbagai Kalangan Hadiri Peluncuran Maket Monumen Kebangkitan Pemuda

Diarsipkan di bawah: Politik Nasional — opungregar @ 6:33 pm

Minggu, 18 Mei 2008 20:56 WIB : Tokoh-tokoh itu antara lain Abdul Madjid, Permadi, Rachmawati Soekarnoputri, Ketua MK Jimly Assidhiqqie, Herman Sarens Sudiro, Yorys Raweway, Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, Gubernur Riau Rusli Zaenal, Menteri DKP Freddy Numberi, dan Menpora Adhyaksa Dault sebagai tuan rumah. (lagi…)

Renungan dan Seremonial Kebangkitan Nasional

Diarsipkan di bawah: Politik Nasional — opungregar @ 5:11 pm
Tags: ,
Halaman Berikutnya »

Blog pada WordPress.com.