Klub Haus Buku

Juli 29, 2008

Membebaskan Rumah dari Amarah

Diarsipkan di bawah: Anak, Pendidikan, Psikologi — opungregar @ 10:39 pm
Tags:

Oleh Wahyudi
Marah adalah perilaku yang manusiawi; sering dianggap wajar tetapi kerap pula dicap sebagai tindakan yang negatif. Ternyata, tanpa kita sadari, perilaku tersebut pertama kali diperkenalkan kepada individu melalui institusi keluarga. Melalui buku ini Carl Semmelroth tak sekadar mengajak pembaca untuk mengetahui seluk-beluk perilaku marah. Namun, ia juga memberi solusi terapi kepada kita untuk menjauhkan perilaku marah mulai dari dalam rumah. (lagi…)

Juli 28, 2008

Potret Buram Perempuan dalam Poligami

Diarsipkan di bawah: Novel, Resensi Buku — opungregar @ 4:36 pm
Tags:

Oleh: N. Mursidi *)
Judul buku : Istana Kedua, Pengarang : Asma Nadia, Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, Cetakan : Pertama, 2007, Tebal buku : 248 halaman
DI antara deretan perempuan penulis Indonesia, Asma Nadia memang pantas “dicatat” sebagai salah satu pengarang yang cukup produktif. Tak kurang dari 33 karya telah lahir dari buah pikiran kreatif pengarang satu ini. Dengan mengangkat beragam tema dan persoalan hidup kaum wanita, mulai dari cinta remaja, kekerasan terhadap perempuan, luka hati seorang istri (akibat pologami) sampai
(lagi…)

Menjaga Api Semangat Menulis

Diarsipkan di bawah: Kiat Menulis, Menulis, Novel, Resensi Buku, Semangat — opungregar @ 3:57 pm
Tags:

Republika, Minggu, 27 Juli 2008

Anwar Holid

FAKTA ini mungkin agak mengagetkan: beberapa blog teman saya ternyata tak di-up date sampai dua tahun. Ini membuat saya bertanya: ke mana semangat menulis mereka? Apa mereka ganti blog atau punya kesibukan luar biasa sampai lupa menulis? Salah seorang menjawab enteng: “Saya sudah malas mengisi blog lagi, mas.” Wah, padahal tulisan dia jadi favorit sejumlah orang lho, termasuk di antaranya seorang kritikus yang menurut saya paling nyelekit senusantara. Posting kawan saya itu merupakan paduan antara kejujuran, (lagi…)

Juli 24, 2008

Fiksi dan Semiotika Umberto Eco

Diarsipkan di bawah: Resensi Buku — opungregar @ 6:26 pm
Tags:

Oleh Anwar Holid

UMBERTO ECO merupakan salah seorang novelis kontemporer paling terkemuka di dunia. Novelnya The Name of the Rose legendaris dan mengukuhkan dirinya sebagai penulis utama sastra posmodern. Sebagai bestseller terbitan 1983 di Italia, buku itu masih mudah dijumpai dan jadi salah satu standar fiksi jenis thriller. Hampir semua kritik mengakui bahwa The Name of the Rose merupakan karya dia yang paling terkenal sekaligus enak dinikmati, sebab novel itu bisa tampil sebagai karya yang bermanfaat dan menghibur pembaca. (lagi…)

Juli 5, 2008

Kamasutra Arab

Diarsipkan di bawah: Komentar Buku — opungregar @ 5:26 pm
Tags:

Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan kenikmatan terbesar bagi laki-laki di kemaluan perempuan dan menjadikan kenikmatan terbesar bagi perempuan di kemaluan laki-laki.”

Itulah kalimat pembuka dari Syekh al-Nafzawi, ulama Tunisia abad ke-16, dalam Al-Rawdh al-’Athir fi Nuzhat al-Khathir (The Parfumed Garden/La Prairie Parfumee). Buku legendaris yang telah diterjemahkan ke dalam banyak bahasa ini menyuguhkan bimbingan seks yang padat dan lengkap. (lagi…)

Latihan Singkat Bernegosiasi Jitu Disegala Situasi

Diarsipkan di bawah: Resensi Buku — opungregar @ 11:32 am
Tags:

Kiat Memecahkan Konflik, Memuaskan Para Pelanggan, dan Menghasilkan Transaksi yang Lebih Baik
12 STEPS TO BE THE KING OF ALL NEGOTIATIONS
Setiap hari kita menghadapi berbagai macam negosiasi, mulai dari membeli rumah atau mobil, mengupayakan kenaikan gaji, sampai memecahkan perselisihan dengan teman atau pasangan. Dengan demikian, keterampilan bernegosiasi sangat penting dalam hidup kita dan orang yang telah menguasai seni bernegosiasi biasanya memiliki kehidupan yang lebih mudah. Dalam buku ini, pakar negosiasi yang paling inovatif Ed Brodow menunjukkan bagaimana memenangkan semua negosiasi dalam hidup Anda.
(lagi…)

The Mystery of the Quran Secret Power

Diarsipkan di bawah: Komentar Buku — opungregar @ 12:40 am
Tags:

Penulis: Dr. Khalid bin Abdul Karim Al-Laahim

Hidup di bawah naungan Al-Qur’an adalah sebuah kenikmatan. Kenikmatannya tidak bisa dirasakan oleh siapapun kecuali mereka yang telah merasakannya. Karenanya, ketika Rasulullah SAW wafat Ummu Aiman Ra terus berduka dan menangis. Ketika hal itu ditanyakan kepadanya, beliau menjawab, “Aku menangis bukan aku tidak tahu bahwa apa yang ada di sisi Allah SWT lebih baik bagi Rasulullah SAW, tetapi aku menangis karena wahyu telah terputus dari langit..” (lagi…)

Juli 4, 2008

Matinya Ilmu Administrasi dan Manajemen: Satu Sebab Krisis Indonesia

Diarsipkan di bawah: Manajemen, Politik Nasional, Uncategorized — opungregar @ 8:08 pm
Tags:

Oleh Qinimain Zain

FEELING IS BELIEVING. C(OMPETENCY) = I(nstrument) . s(cience). m(otivation of Maslow-Zain) (Hukum XV Total Qinimain Zain).

INDONESIA, sejak ambruk krisis Mei 1998 kehidupan ekonomi masyarakat terasa tetap buruk saja. Lalu, mengapa demikian sulit memahami dan mengatasi krisis ini?

Sebab suatu masalah selalu kompleks, namun selalu ada beberapa akar masalah utamanya. Dan, saya merumuskan (2000) bahwa kemampuan usaha seseorang dan organisasi (juga perusahaan, departemen, dan sebuah negara) memahami dan mengatasi krisis apa pun adalah paduan kualitas nilai relatif dari motivasi, alat (teknologi) dan (sistem) ilmu pengetahuan yang dimilikinya. Di sini, hanya menyoroti salah (lagi…)

Bahasa Indonesia ’semakin diminati’

Diarsipkan di bawah: Pendidikan — opungregar @ 7:47 pm
Tags:
Diperbaharui pada: 01 Juli, 2008 - Published 08:42 GMT
Email kepada teman Versi cetak
Thailand menjadi salah satu tujuan wisata warga Indonesia
Thailand menjadi salah satu tujuan wisata warga Indones

Bahasa Indonesia semakin diminati publik Thailand, demikian kata seorang diplomat Indonesia.

Pernyataan semacam ini tidaklah mudah dikukuhkan, mengingat tidak ada statistik resmi mengenai jumlah warga Thailand yang belajar bahasa Indonesia dari tahun ke tahun.

Namun, bertambahnya perguruan tinggi Thailand yang menawarkan pengajaran bahasa Indonesia mungkin bisa menjadi salah satu indikator, kata Prof Dr Didik Sulistyanto, atase pendidikan dan kebudayaan pada KBRI Bangkok. (lagi…)

Blog pada WordPress.com.