Klub Haus Buku

29 Juni 2008

Menjadikan Kegiatan Gemar-Membaca Mengasyikkan

Filed under: Komentar Buku — opungregar @ 00:00
Tags:

Kalimat pertama yang mengajak umat manusia berpikir ialah kalimat yang sangat luar biasa indah, mulia, agung, mengandung kekuatan dan penuh artiKitab yang mampu mengubah kehidupan umat manusia, diturunkan Allah Subhanahuwata’ala. “Bacalah” adalah wahyu pertama yang dikatakan Malaikat Jibril kepada Rasulullah. Kalimat “Bacalah”, tidak saja mengandung pedoman hidup, tetapi juga sebagai isyarat kebesaran Allah. Bahwa semua yang ada di langit dan di bumi adalah milik Allah semata, sebagaimana terdapat lima ayat dalam Al-Quran. Allah berfirman : 

 “Bacalah dengan menyebut nama Rabb-mu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.    Bacalah dan Rabb-mulah Yang Maha Pemurah. Yang (mengajar) manusia dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya”. (Al-Alaq 1-5). 

Dengan demikian gemar-membaca sangat penting bagi siapa saja, mengasyikkan dan menjadikan hidup lebih bermakna. Hingga seseorang itu tahu segala hal untuk memperbaiki pengetahuan, menambah ilmunya dan meningkatkan kualitas hidupnya. Maka itu, tidak mengherankan, kalau lima ayat Surat Al-Alaq itu adalah petunjuk sekaligus pedoman bagi orang-orang yang mau belajar, dan ingin menggali sedalam-dalamnya ilmu, mengamalkan sebaik-baiknya dan membagikannya dengan ikhlas kepada orang-orang yang membutuhkan dan ditak mengetahui. Mari gabung bersama. *Kita jadikan halaman ini sebagai ajang opini Anda tentang Buku dan Dunia Perbukuan

 

About these ads

42 Komentar »

  1. Izinkan saya mengutip mukaddimah buku berjudul “Siapa Membeli Sorga” karangan Dr. Raghib As-Sirjani dan Amru Khalid. “Perhatikanlah! Seorang lelaki yang menunaikan shalat, sedangkan pikirannya kacau dan hatinya tidak khususk. Ketika ia berdiri di belakang imam, ia hanya ikut mempaktikkan gerakan-gerakan shalat dengan tubuhnya saja. Orang yang mempraktikkan ibadah semacam ini tidak akan mendapatkan apapun kecuali rasa letih dan lelah.
    Raghib melanjutkan ” Pada hakiatnya saya ingin agar kita semua bisa mengambil manfaat. Saya tidak ingin membahas suatu permasalahan kemudian kita tinggalkan tanpa makna…..?

    Komentar oleh Fariayani — 29 Juni 2008 @ 08:19 | Balas

  2. Kebetulan, saya juga baru saja membaca buku tersebut, tetapi saya belum selesai membaca keseluruhannya. Hanya saja ketika saya membolak balik buku tersebut, saya menemukan cara membeli sorga. Saya berniat mengajak teman-teman untuk mendiskusikan buku ini dan mengambil manfaatnya. Seperti yang kita lakukan dalam setiap lepas jum’at di Pusdiklat Depdagri Regional Bukittinggi. Menurut saya ada beberapa buku yang perlu kita diskusikan dan kita gilirkan untuk masing-masing anggota satu judul dari beberapa buku tersebut. Penjadwalannya seperti yang sudah kita lakukan. Meski ini memakan waktu lantaran hanya satu kali dalam seminggu, tapi menurut saya manfaatnya sangat berpengaruh terhadap anggota komunitas Klub Haus Buku. Pengaturan ini tetap kita percayakan kepada Ibu Ratna Sriwina, SE, M.Si. Meski selama ini kegiatan ini tersendat-sendat, bagi saya tidak ada kata terlambat. Terima kasih.

    Komentar oleh Aminuddin Siregar — 29 Juni 2008 @ 08:32 | Balas

  3. Sebagai anggota komunitas Klub Haus Buku, sangat berharap kepada pengelola dan penyelenggara diskusi buku, agar setiap hasil diskusi dapat dipublikasikan di blog ini agar teman-teman yang jauh dan tidak bisa ikut secara fisik dalam diskusi yang dilakukan selepas Jum’at setiap minggu, juga dinikmati para anggota komunitas. Dengan demikian setiap anggota bisa memperoleh manfaat dari hasil-hasil diskusi yang diselenggarakan. Kalau teman lain membaca buku islam, kebetulan saya juga baru saja baca buku “Mukjizat Sabar : Terapi Meredam Gelisah Hati: karangan Tallal Lie Turfe. Hakikat sabar menurut Turfe adalah ketika kita mampu mengendalikan diri dari dosa, menaati semua perintah Allah, memegang teguh akidah, tabah dan tidak mengeluh atas setiap musibah yang menimpa.

    Komentar oleh Elvina Diah — 29 Juni 2008 @ 08:41 | Balas

  4. Kalau teman lain sudah banyak membaca buku-buku tentang Islam, itu artinya kita sedang menuju pada kesadaran diri dan perlunya agama. Saya juga baru saja membaca buku berjudul “Quantum Ikhlas : Teknologi Aktivasi Kekuatan Hati” yang ditulis oleh Erbe Santanu. Dilihat dari banyaknya yang memberi komentar terhadap kehadiran dan isi buku ini, maka wajar saja kalau buku ini memang layak menerima predikat bestseller. Yang memberi komentar tidak tanggung-tanggung mulai dari Prof.Dr. Komarudin Hidayat hingga Rano Karno, –tokoh perfiliman Indonesia– yang kini sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat. Mari kita baca dan dengar Erbe Sentanu memberi arti Quantum Ikhlas ” Ketika manusia benar-benar ikhlkas, saat itulah doa atau niatnya “berjabat tangan” melakukan kolaborasi dengan energi vibrasi quanta. Sehingga, melalui mekanisme kuantum yang tak terlihat, kekuatan Tuhanlah yang sebenarnya sedang bekerja. Jika sudah demikian, siapakah yang mampu menghalangi-Nya?

    Komentar oleh Ratna Sriwina, SE, M.Si — 29 Juni 2008 @ 08:55 | Balas

  5. Sekarang ini buku-buku Islam sangat diminati. Baik oleh para orang tua maupun remaja. Beberapa novel bernuansa Islam menjadi bestseller. Karya-karya seperti ini layak untuk didiskusikan secara intensif. Forum ini hendaknya bisa menjadwalkan diskusi buku berikut kategorinya, misalnya fiksi dan non fiksi atau pengkategorian yang lain. Tetapi bagaimana caranya agar gemar membaca menjadi bagian dari kegiatan yang menyenangkan. Saya sependapat bahwa bagi anggota yang tidak terlibat secara fisik dalam forum juga bisa menikmati hasil diskusi. Kalau suatu waktu kebetulan punya waktu untuk terlibat langsung dalam forum diskusi tatap muka memang lebih baik. Tetapi ini membutuhkan pengaturan jadwal dan ketersediaan fasilitas, lalu siapa yang memfasilitasi?

    Komentar oleh Khairiyah Dian Fariyani — 29 Juni 2008 @ 09:04 | Balas

  6. Ada juga menurut saya buku bagus, mengikuti gaya bahasa remaja zaman sekarang. Buku berjudul “Dahsyatnya Shalat Dhuha : Pembuka Pintu Rezeki”. Meski saya mengakui bahwa saya bukanlah pembaca yang teratur dalam arti tidak punya kebiasaan panatik, tetapi ketika saya membaca buku ini dengan gaya bahasa yang menurut saya cocok untuk membacanya tidak engan menyediakan waktu khusus, misalnya sedang menunggu bus, atau antiran di Bank, buku ini bisa dibolak balik yang akhirnya akan kita temukan makna Shalat Dhuha yang mudah diserap. Karangan Sabil el-Ma’rufie ini dengan mengikuti petunjuk-petunjuk yang diuraikannya kita bisa membersihkan dosa-dosa kita. Itulah dahsyatnya Shalat Dhuha. Silakan di baca, lalu komentari agar anggota Klub juga bisa menikmati, walau sedikit saja. Seperti yang sering kita dengar “Sampaikanlah walau sat ayat”.

    Komentar oleh Muhammad Ikhsan — 29 Juni 2008 @ 09:23 | Balas

  7. Bicara soal mukjizat, kini sudah sangat banyak buku yang menyuguhkannya salah satunya buku “Mukjizat Tahajud dan Subuh. Menurut penulisnyha buku ini menginspirasi revolusi mental dan spritual, serta mengilhami kesuksesan ribuan orang. Salah satu kuncinya ialah dengan terlebih dahulu Tobat, yakni kembalinya hamba kepada Allah SWT disertai dengan penyesalan terhadap sikap lalai dan meninggalkan perbuatan dosa, seperti yang dikutip dari Khalid Sayid Rusyah, dalam Ladzatul Ibadah, (Iskandaria: Daar as-Shafa wa al-Marwa, 2004) halaman 287. Buku ini juga bicara mengenai mukjizat shalat subuh bagi kesehatan fisik, jiwa, peneguhan iman dan kesusesan karir. Buyku ini tidak saja layak dibaca tetapi juga diamalkan dengan penuh ikhlas dan kesadaran yang total. Dilengkapi dengan doa dan Zikir Rasulullah.

    Komentar oleh Shohibul Azmi Rivai, SE, M.Si — 29 Juni 2008 @ 09:54 | Balas

  8. Saya juga ingin ikutan menyampaikan informasi tentang buku-buku Islam yang kini tengah berkembang pesat di dunia penerbitan kita di Indonesia. Penerbit kita di Indonesia juga sudah sangat maju dan berkembang pesat. Nampaknya para penerbit melirik pasar ini dan berupaya untuk menghadirkan buku-buku islam dengan mutu dan kualitas yang tidak mengecewakan. Tatapi yang tetap mengganjal dalam hati saya adalah pesoalan daya jangkau masyarakat kita terhadap buku bacaan bermutu dan berkualitas. Harga yang relatif mahal cenderung menyurutkan niat tidak sedikit orang untuk menunda membeli buku. Apalagi di tengah krisis seperti sekarang ini, hingga BBM itu dipelesetkan menjadi “Benar Benar Mahal”. Untuk mengunjungi perpustakaan saja orang berpikir dua kali apabila mereka jauh dari lokasi perpustakaan. Kebiasaan mengunjungi perputakaan juga nampaknya belum membudaya di tengah masyarakat kita.

    Komentar oleh Insan Adha — 29 Juni 2008 @ 10:39 | Balas

  9. Kegitan komunitas Klub Haus Buku, salah satunya memang mendiskusikan buku dan dunia perbukuan kita di Indonesia. Baru-baru ini komunitas Klub Haus Buku juga mendiskusikan tentang kiat meningkatkan minat baca. Ini penting, walaupun banyak juga yang berpendapat bahwa minat baca masyarakat Indonesia sangat tinggi. Namun disisi lain ada juga melihat dengan cara lain bahwa minat baca masyarakat justru sebaliknya. Umumnya peserta diskusi sependapat bahwa hambatan utama dalam upaya meningkatkan minat baca antara lain :1)mahalnya harga buku, 2)malas, 3) sukar mendapatkan buku yang diminati, 4) sulit menetapkan waktu membaca, 5) karena kesibukan, 6) sukar berkonsentrasi, 7) kurangnya motivasi. Forum melakukan curah pendapat di antara peserta diskusi yang hadir. Ini juga relatif lantaran sifatnya spontanitas.

    Komentar oleh Klub Haus Buku — 29 Juni 2008 @ 10:50 | Balas

  10. Buku-buku seperti, Siapa Membeli Sorga, Rahasia Lapang Rezeki, Mukjizat Tahajud & Subuh, Mukjizat Shalat Malam, Dahsyatnya Shalat Dhuha, Kajaiban Shodaqoh, Mukjizat Sabar dan Quantum Ikhlas, memang buku-buku yang yang layak didiskusikan oleh anggota komunitas Klub Haus Buku. Kalau dilihat dari komentar yang disampaikan anggota, setidaknya ini memebri motivasi kepada teman-teman lain untuk ikut ambil bagian dan memposting ke-blog Klub Haus Buku. Baik di http://klubhausbuku.wordpress.com maupun ke blog http://klubhausbuku.blogspot.com dan http://readingcomunity.wordpress.com. Kami juga berharap agar para penerbit buku juga meninggalkan komentar melalui blog ini selain mengirimkan pesan lewat e-mail. Mailinglist itu juga akan kami seleksi dan akan kami masukkan dalam komentar di masing-masing ulasan sesuai dengan topik yang dikirimkan kepada kami.

    Komentar oleh opungregar — 29 Juni 2008 @ 11:56 | Balas

  11. Bingung Pilih Buku AQWAMAqwam :: Jembatan Ilmu :: – Wednesday, 02 July 2008© Aqwam :: Jembatan Ilmu ::

    Komentar oleh opungregar — 1 Juli 2008 @ 23:43 | Balas

  12. Info Buku: Sriwijaya,(Penerbit LKiS,Price per Unit (piece): Rp 38.500

    Sejarah Sriwijaya, kerajaan maritim terbesar di tanah Sumatra, sejak lama terkubur dalam berbagai prasasti dan piagam peninggalan masa lalu. Belum banyak penggalian sejarah yang dilakukan.Padahal, inilah pusat lalu-lintas niaga yang paling tua sekaligus urat nadi ekonomi terpenting di Asia Tenggara. Sriwijaya mencapai kejayaan berkat kekayaan laut dan keterbukaannya kepada dunia luar. Ia jadi saksi bisu pergerakan arus global yang merambah masuk ke pelataran Nusantara

    Judul:Sriwijaya, Penulis:Prof. Dr. Slamet Muljana, Jumlah Halaman:xvi + 306 hal, ISBN:979-8451- 62-7, Terbit:2006

    Komentar oleh Dunia Buku — 3 Juli 2008 @ 08:33 | Balas

  13. Dalam diri kita terdapat cahaya suci (nurani) yang senantiasa ingin menatap Yang Mahacahaya (Tuhan). Karena dalam kontak dan kedekatan antara nurani dan Tuhan itulah muncul kedamaian serta kebahagiaan yang paling prima. Dahaga dan kerinduan mendekati Tuhan ini bukanlah hasil rekayasa pendidikan (kultur) melainkan fitrah (natur) manusia yang paling dalam. Agama hadir, tutur buku ini, untuk mendampingi manusia supaya mereka tidak salah dalam mengembangkan fitrah (bakat bawaan)-nya itu. Rangkaian ibadah merupakan kurikulum suci yang sengaja dirancang Tuhan Yang Mahakasih untuk memelihara kesucian dan keagungan ruhani kita. Dalam bahasa Alquran, agama laksana cahaya yang mengusir kegelapan dan menunjukkan jalan terang. Ia juga bagaikan curahan air yang memberikan kesejukan dan kehidupan. Secara renyah tapi mendalam, buku ini mengulas tiga tahapan seorang mukmin dalam mendekat kepada Allah— Sumber segala kehidupan: ta‘alluq (berusaha mengingat dan mengikatkan kesadaran hati dan pikiran kita kepada Allah); takhalluq, secara sadar meneladani sifat-sifat- Nya; dan tahaqquq, tumbuh menjadi transmitter (pemancar) sifat-sifat- Nya yang mulia. Melalui tiga tahapan ini, seorang mukmin akan mencapai derajat khalifah Allah dengan kapasitasnya yang perkasa tetapi sekaligus penuh kasih dan damai. Seorang ‘abdull& acirc;h (hamba Allah) yang saleh adalah sekaligus juga wakil-Nya untuk membangun bayang-bayang surga di muka bumi ini.

    Komentar oleh Haidar Pasebe — 3 Juli 2008 @ 09:13 | Balas

  14. Inginkah anak Anda pintar membaca sejak dini?
    HOREEE!Aku Suka Membaca Mengajak anak untuk belajar membaca secara menyenangkan! Anak-anak dituntun untuk mengenal,memahami, membedakan, dan mempraktikkan huruf atau kata tanpa merasa terbebani. Anak-anak akan
    mahir membaca sekaligus memiliki kesenangan membaca.

    HOREEE!Aku Suka Membaca!Cukup SEPULUH menit belajar, anak Anda akan mahir membaca. Keunggulan buku ini:
    – Mengenalkan jenis huruf dengan lengkap, baik huruf besar (KAPITAL) maupun huruf kecil.
    – Menggunakan warna untuk mempermudah anak memahami huruf.
    – Menggunakan gambar untuk mempermudah anak memahami kata.
    – Langsung mempraktekkan huruf /suku kata yang dipelajari pada susunan kata/kalimat.

    “Sangat cocok untuk anak RA/TK karena hurufnya berwarna dan penuh dengan gambar. Murid saya jadi suka membaca.” -Eti Nurhayati, guru RA/TK

    “Hakam (3 tahun) sangat tertarik dengan buku ini. Ia suka hurufnya yang besar-besar dan warnanya yang ceria.” -Ai Nur’aeni, ibu rumah tangga

    Kecil-Kecil Punya Karya Spesial: Magic Crystals (The Best of KKPK, Hard cover)Penulis: Izzati, Faiz, Caca, Aini, Alline, Bella, Ramya, dan Rara
    Penerbit: DAR!Mizan

    Komentar oleh opungregar — 5 Juli 2008 @ 00:49 | Balas

  15. Menurut Dr. Raghib As-Sirjani, ada dua syarat membaca. Pertama bacalah dengan nama Rabb-mu yang telah menciptakan. Maksudnya, membaca itu harus dengan nama Allah. Ini merupakan syarat yang sangat penting. Kedua, membaca suatu ilmu tidak mengeluarkan kita dari sifat rendah hati. Artinya tidak boleh sombong dengan ilmu pengetahuan yang kita miliki. Melanggar yang pertama, menurut Dr. Raghib As-Sirjani, berarti membaca yang tidak bagus, menyeleweng, atau sesat, maka bukan termasuk yang diperintahkan Allah. Sedangkan kalau tidak memenuhi syarat kedua, maka harus ada pengakuan bahwa nikmat ilmu itu

    Komentar oleh Shohibul Azmi Rivai, SE, M.Si — 20 Juli 2008 @ 07:10 | Balas

  16. Dalam Ensiklopedia Etika Islam, oleh penulisnya Abdul’Aziz bin Fathi as-Sayyid Nada, mengemukakan bahwa “membaca merupakan salah satu sarana terbaik dalam menuntut ilmu. Karena itu ayat pertama yang diturunkan adalah iqra’ (al-Alaq [96]:1). Berdasarkan ayat itulah menurut penulis Ensklopedia Etika Islam, para ulama, ilmuwan, dan cendikiawan mengetahui bahwa nilai buku sangatlah tinggi. Lalu bagaimana dengan etika yang kita lalukan terhadap buku?

    Komentar oleh Irwandi, SE, M.Si — 20 Juli 2008 @ 07:36 | Balas

  17. Saya ingin mengemukakan bahwa membaca buku itu memang sangat diperlukan oleh siapa saja, bahkan orang yang buta huruf sekalipun dapat belajar membaca hingga akhirnya ia mampu membaca buku. Lalu bagaimana dengan kita yang sudah bisa baca tulis dan mengajar, seberapa intenskah kita telah membaca buku? Jangankan untuk semua jenis buku, untuk tambahan referensi bahan ajar saja seringkali kita alpa. Kemudian, pertanyaannya dimana masalahnya, sehingga kita banyak orang menilai bahwa kita belumlah termasuk pembaca buku serius. Bisakah seseorang meningkatkan kualitas bacanya?

    Komentar oleh Dra. Ayang Primawati, M.Pd — 20 Juli 2008 @ 07:47 | Balas

  18. Saya ingin mengingatkan kepada pengurus komunitas Klub Haus Buku bahwa, forum ini telah sepakat untuk memperoleh pinjaman buku dari Klub Haus Buku secara bergiliran. Tapi sampai saat ini saya belum mendapat giliran. Sementera teman-teman yang telah memperoleh pinjaman buku itu juga belum menampilkan atau mendiskusikan persoalan-persoalan yang terkandung di dalam buku tersebut. Mudah-mudahan forum ini berlangsung langgeng. Sehingga kita bisa berbagi pengalaman, pengetahuan, dan informasi yang sangat kita perlukan secara berkesinambungan. Terima kasih.

    Komentar oleh Dra. Ayang Primawati, M.Pd — 20 Juli 2008 @ 08:12 | Balas

  19. Menurut Mas Soedarso dari CSIS Kebiasaan membaca sudah kita bawa sejak kecil ketika kita belajar membaca. Kebiasaan itu menurut Mas Soedarso, justru menjadi penghambat dalam membaca yang begitu mendarah daging pada orang dewasa. Sekedar informasi, Mas Soedarso adalah penulis buku “Speed Reading : Sistem Membaca Cepat dan Efektif”. Kecepatan membaca menurut Mas Soedarso, sangat bergantung pada kecakapan dalam menjalankan setiap oragan tubuh yang diperlukan untuk membaca.

    Komentar oleh Ratna Sriwina, SE M.Si — 20 Juli 2008 @ 08:29 | Balas

  20. Gordon Wainwright, penulis buku “Speed Reading Better Recolling”, menawarkan senjata ampuh yang praktis untuk menaklukkan berbagai bacaan yang harus Anda selesaikan dalam waktu terbatas. Menurut Gordon teknik ini memungkinkan Anda menyimpan informasi penting sebanyak-banyaknya dan mengingatnya kembali kapanpun Anda perlukan. Bagi mereka yang ingin meningkatkan efektifitas bacanya buku ini sangat berguna, karena di dalamnya terdapat sejumlah latihan dan praktek yang menuntun pembaca.

    Komentar oleh Pramana WS, S.Sos. M.Si — 20 Juli 2008 @ 08:39 | Balas

  21. Dewasa ini gelombang informasi seakan tidak dapat dibendung kemunculan dan kehadirannya. Kejadian ini telah menandai hidup kita sehari-hari dan membikin hidup kita dihadapkan pada sejumlah kesulitan dalam menanganinya. Kompleksitas keseharian hidup kita yang demikian menjadi kian rumit. Seperti kata orang bijak, “untuk menjadi lebih survive dalam kehidupan dan profesional di bidang apa pun saja”, kita dituntut untuk lebih banyak membaca berbagai bacaan yang juga amat beragam. Semua itu mesti kita selesaikan dalam waktu yang terbatas pula. Dalam konteks ini kita memerlukan cara mengelola informasi dengan baik.

    Komentar oleh Ikhsan — 21 Juli 2008 @ 20:27 | Balas

  22. Kalau kita percaya bahwa buku, adalah jendela dunia sekaligus gerbang ilmu pengetahuan, maka kita akan dapat memperoleh banyak informasi dari membaca buku. Kita bisa memperoleh informasi tentang sebuah lap-top produk Inggris yang murah, misalnya. Atau mengenai motivasi diri, pola pikir, psikologi keluarga, sistem konstruksi jembatan. Informasi buku baru, media baru. Bahkan kita dapat memperoleh informasi tentang cara-cara baru, bagaimana membuat presentasi kita menarik dan membuat orang menikmati presentasi atau apa yang kita ajarkan di dalam ruang kelas.

    Komentar oleh Drs. Adripen, M.Pd — 21 Juli 2008 @ 20:41 | Balas

  23. Dalam buku “Why! Are Japanese: People Diligent, Skillful and Rich?” Kzutoshi Fukumoto, mengungkap bahwa membaca cepat dapat dilatih dengan segera. Katanya proses membaca buku dapat kita jumpai di toko buku. Sementara untuk membaca cepat ada beberapa cara, misalnya dengan melihat isi buku secara sepintas. Membaca cepat murut Fukumoto, membutuhkan pengalaman dan kebiasaan. Fukumoto berpendapat, bahwa untuk membiasakan hal ini, seseorang perlu membaca buku. Fukumoto , selama tiga tahun membaca banyak buku dan dalam kurun waktu tersebut menemukan cara membaca cepat. Silakan coba.

    Komentar oleh M. Idris, S.Sos, M.Si — 21 Juli 2008 @ 21:14 | Balas

  24. Elizabeth G. Hainstock, mengatakan bahwa, membaca dan menulis berlangsung beiringan. Benar bahwa metode ini diambil dari metode Montessori dalam mempersiapkan anak-anak mengenal keduanya (membaca dan menulis). Maksud saya bisakah seseorang dewasa melakukan kegiatan membaca, menulis dan mengajar berlangsung beriringan. Yang jelas, sebagian besar komunitas Klub Haus Buku adalah para fasilitator dan tenaga pengajar di Pusdiklat Depdagri Regional Bukittinggi. Jadi bisa difokuskan pada membaca, menulis dan mengajar.

    Komentar oleh Drs. Bujang Syaifat, M.Pd — 21 Juli 2008 @ 21:42 | Balas

  25. Buku “Manajer Bijak : Seri Pustaka Eksekutif” yang ditulis oleh Sam Deep dan Lyle Sussman, juga punya cara untuk menghemat waktu membaca. Karena para manajer memang seringkali disibukkan oleh persoalan-persoalan peningkatan organisasi dan memperkuat sumber daya manusia, agar organisasi bisnis atau corporate maju dan berkembang pesat. Sehingga sangat sedikit waktu tersedia untuk membaca. Untuk itu perlu cara membaca cepat. Sam Deep dan Lyle Sussman, menyarankan agar 1). Para manajer mengambil kurus membaca cepat; 2).Meminta bawahan menulis memo satu halaman; 3). Laporan panjang, baca sekaligus judul utama, kalimat awal, dan pragrap penutup; Minta ringkasan untuk eksekutif; 5). Hilangkan gangguan ketika membaca; 6) Belilah buku ringkas. Apa Anda sependapat?

    Komentar oleh Marta Suarni, S.Sos — 21 Juli 2008 @ 22:09 | Balas

  26. Para manajer, pimpinan organisasi, para kepala bidang, kepala unit kerja, para guru, anak sekolah, dan mahasisa, siapa pun saja, harus membaca sebuah naskah yang telah disiapkan, sementara kita juga mesti menyediakan waktu baca koran, e-mail, laporan kegiatan, rincian tugas , membaca perundang-undangan, buku yang tebalnya ratusan halaman dan sejumlah bahan bacaan lainnya yang rumit. Dalam kaitan itulah kita dituntut harus sanggup membaca tidak saja secara efektif, tetapi juga cepat, sekaligus mengambil makna dari semua bacaan yang kita selesaikan itu. Saat bersamaan kita memerlukan petunjuk dan latihan membaca cepat, sehingga kita dapat pula mengkomunikasikannya secara efektif kepada orang lain yang membutuhkannya. Diskusi buku sangat bermanfaat untuk menumbuhkan minat baca

    Komentar oleh Hendri, SH — 21 Juli 2008 @ 22:21 | Balas

  27. Theodore Roosevelt membaca tiga buku dalam sehari selama di Gedung Putih. John F. Kennedy mempunyai kecepatan membaca 1.000 kpm (kata per menit). Sementara Jimmy Carter, Indira Gandhi, Marshal Mc Luhan, dan Burt Lancaster hanyalah sedikit dari nama-nama terkenal yang mengakui manfaat membaca cepat bagi kemajuan karier mereka. Ternyata nama-nama besar di atas bukan termasuk pengecualian, karena melalui latihan khusus kita pun dapat mencapai kecepatan seperti mereka.

    Komentar oleh Dian Fariyani — 21 Juli 2008 @ 22:34 | Balas

  28. . Norman Lewis dalam bukunya How to Read Better and Faster mengemukakan fakta yang terdapat di beberapa kursus speed reading (membaca cepat) di Amerika : (1) Di Reading Clinic, Dartmouth College, peserta kursus pada umumnya mempunyai kecepatan membaca 230 kpm, dan pada pertengahan kursus telah mencapat 500 kpm. (2) University of Florida yang mengelola kursus membaca cepat dengan peserta yang beragam seperti guru, wartawan, pengacara, ibu rumah tangga melaporkan bahwa kecepatan rata-rata peserta berawal 115-210 kpm dan dalam dua minggu telah mencapai 325 kpm. (3) di Purdue University, kecepatan rata-rata naik dari 245 kpm menjadi 470 kpm. Sementara Harry Shefter dari New York University dalam bukunya Faster Reading Selftaught mengatakan bahwa pada umumnya orang dapat mencapai kecepatan membaca 350-500 kpm. Bagaimana dengasn kita di Indonesia? (Sumber : diambil dari Buku karangan Soedarsono “Speed Reading : Sistem Membaca Cepat dan Efektif”, Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta 2005)

    Komentar oleh Dian Fariyani — 21 Juli 2008 @ 22:35 | Balas

  29. Sementara ini banyak orang yang malas beli buku, walau keinginan untuk membaca buku meluap-luap. Tapi hendak dikata banyak hal yang harus didahulukan. Katakan misalnya mengurus anak masuk sekolah, atau anak naik kelas. Seiring dengan itu biaya sekolah harus didahulukan. Tapi beberapa buku Gus Dur dapat diperoleh dengan harga yang terjangkau. Kalau ada yang minat hubungi The Wahid Institut.

    Komentar oleh Insan Adha — 23 Juli 2008 @ 22:12 | Balas

  30. Terima kasih, telah mengunjungi blog Klub Haus Buku, informasi dan komentar yang Anda tinggalkan dan apa yang Anda harus sampaikan, apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan, sangat bermanfaat bagi kami. Kami ingin terus berinteraksi dengan Anda dan menciptakan hubungan social melalui diskusi online lewat blog ini.
    Kami dari komunitas Klub Haus Buku mencoba membangkitkan kembali sprit Gemar-Membaca Mengasyikkan dan Membikin Hidup Lebih Bermakna. Komunitas ini juga mendiskusikan banyak hal tentang buku dan dunia perbukuan yang telah sedemikian maju dan berkembang pesat di Indonesia.
    Kunjungi terus blog ini dan tinggalkan pesan, saran dan apa pun saja komentar, demi kebaikan dan kebersamaan selalu bermanfaat bagi khalayak ramai pilih salah satu blog ini untuk posting komentar Anda, di alamat ini : http://klubhausbuku.WordPress.com, http://klubhausbuku.blogspot.com, http://bookhunerclub.yahoo/group.com, http://my.opera.com.Opungregar.blog, http://opungregar’s.Weblog.WordPress.com, http://redingcomunity.WordPress.com, http://my.opera.com/Regard/blog
    Salam, Opung Regar

    Komentar oleh opungregar — 30 Juli 2008 @ 02:13 | Balas

  31. Membaca merupakan mata rantai majunya individu, bahkan bangsa (negara). Bisa dilihat, sejarah telah membuktikan, dengan adanya tulisan, peradaban dunia mengalami peningkatan pesat. Oleh sebab itu, suatu bangsa yang ketinggalan mengadopsi tulis-menulis menjadi negara di belakangnya. Sebut saja, Yunani, Romawi, dan Mesir kuno, mereka maju, sebab di dalamnya memiliki media atau prangkat komunikasi, transpormasi, dan database, yaitu yang disebut tulisan tadi. Dengan begitu, sesuatu yang telah mereka pikirkan, temukan, rancang, dan apa saja yang bisa dituangkan mereka menuangkan dan mengabadikannya ke dalam tulisan. Dengan begitu, kami mengajak kepada member untuk berpartisifasi di dalam dunia tulis menulis, baik yang berhubungan dengan media cetak, seperti buku, majalah, koran maupun media elektronik. Setiap apa pun dari sumber-sumber di atas bisa dibagi di milis ini…! Yakni di milis mediabaca@yahoogrou ps.com. Selamat bergabung… !

    Komentar oleh Buku Islam — 30 Juli 2008 @ 15:36 | Balas

  32. Buku, majalah, surat kabar, atau data elektronik sekalipun, tidak akan pernah disentuh dan dibaca (lalu dibeli) tanpa adanya dorongan membaca dan minat untuk membacanya. Faktanya, Indonesia belum menjadi reading society.Tingkat membaca masyarakat Indonesia di Asia Tenggara, masihlah sangat memprihatinkan.Padahal,minat baca bisa didorong dengan kiat tertentu:dari tahap ke-1(tidak sengaja membaca,hingga tahap puncak atau ke-9(kutu buku), di mana pada tahap puncak ini seseorang sudah menganggap buku sebagai kebutuhan.
    Bagaimana mendongkrak minat baca,sehingga masyarakat sudi merogoh isi kantong untuk sekadar membeli buku?
    Temukan jawabannya dalam buku: MENUMBUHKAN MINAT BACA SEJAK DINI, Oleh: R. Masri Sareb Putra, terbitan PT Indeks, 2008. Tebal: 142 halaman

    Komentar oleh Masri Sareh Putra — 16 Agustus 2008 @ 09:00 | Balas

  33. DUNIA BUKU:DUNIA PENGETAHUAN.
    Buat teman-Teman di FS yang suka Buku dan diskusi buku, mencari buku, atau memberi komentar tentang buku silakan bergabung di Group DUNIA BUKU:DUNIA PENGETAHUAN. Di DUNIA BUKU:DUNIA PENGETAHUAN kita dapat berdiskusi tentang buku apa saja, karena dengan buku kita bisa memahami pengetahuan dengan baik, Buku adalah jendela Pengetahuan yang selalu memberi informasi pengetahuan yang terus menerus. Bagi Teman-Teman silakan menulis OPINI, ESAI, ARTIKEL, PUISI DAN RESENSI BUKU DAN FILM dengan Tema Apa Saja SILAKAN POSTING KE GROUP INI. Disamping itu kita bisa konsultasi atau bertanya bagaimana menerbitkan buku dan mencetak buka. Atau FILM maker silakan mengajak teman-teman untuk mencari informasi BUKU DAN FILM di Groups DUNIA BUKU:DUNIA PENGETAHUAN.

    Komentar oleh Mata Pena — 22 Agustus 2008 @ 01:19 | Balas

  34. Dapatkan buku terbitan Dastan yang terbaru Most Likely To Die dengan harga istimewa Segera dapatkan harga hemat, gratis ongkir, dan diskon ekstra untuk buku-buku berkualitas, dengan berbelanja online di http://www.buku135.com

    Komentar oleh Sherly Hermawan — 25 Agustus 2008 @ 16:47 | Balas

  35. Entah mulai kapan tepatnya, kamus online sudah bisa diakses di internet, mungkin aku saja yang terlambat dengan informasi ini :)jadi tidak perlu angkat berat lagi :) tapi tetep aja kalo akses
    internet lagi gak bisa, ya masih tetep angkat berat buka kamus hehehe
    :)Untuk kamus besar bahasa Indonesia (kbbi) bisa diakses ke http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/

    Komentar oleh Juliet Vennin — 25 Agustus 2008 @ 16:51 | Balas

  36. The Passion Test : Cara Mudah Menemukan Takdir Anda. Kita semua ingin merasakan hidup yang punya tujuan pasti. Kita ingin termotivasi dan terinspirasi oleh gairah hidup kita, berhasil dalam mencapai sasaran hidup kita. Kita ingin menjalani hidup yang dipenuhi gairah. Dalam buku ini, Janet Bray Attwood dan Chris Attwood memperkenalkan sistem sederhana tetapi ampuh untuk menemukan gairah hidup Anda dan menjalani takdir Anda dengan mudah. Sistem ini berbentuk pertanyaan-pertanyaan mendasar yang harus Anda jawab sesuai dengan gairah hidup Anda.
    Temukan dan Dapatkan Buku ini dengan diskon menarik di http://www.bukukita.com

    Komentar oleh Pencinta Buku — 25 Agustus 2008 @ 16:56 | Balas

  37. Selling to Win adalah salah satu dari buku-buku terlaris dunia mengenai keterampilan menjual Edisi yang telah direvisi dari Selling to Win ini
    memberikan nasihat praktis yang tak ternilai harganya tentang bagaimana: menutup penjualan membangun sikap positif menemukan para
    pelanggan baru melakukan penjualan saat anda bukan yang termurah mengalahkan para pesaing dan membuat janji bertemu dengan mudah.
    Pesan segera ke geraibuku@gmail.com atau sms ke [021] 3099-8655 jangan sampai kehabisan

    Komentar oleh Epri Saqib — 25 Agustus 2008 @ 17:02 | Balas

  38. Membacalah Agar Dirimu Mulia: Pesan Dari Langit,Hernowo
    Pustaka Mizan, Agustus 2008
    http://www.inibuku. com – “Melalui kota kelahirannya, Magelang, Hernowomengibarkan bendera perang agar masyarakat Indonesia berbudaya membaca, tak hanya berbudaya menonton. Buku ini mengandung bulir-bulir intelektualitas dan kemuliaan tetang hakikat membaca.” —ANDREA HIRATA, pengarang Laskar Pelangi

    Komentar oleh Warta Buku — 28 Agustus 2008 @ 17:49 | Balas

  39. Buku Neverwhere yang saya beli waktu peresmian toko buku Gramedia Matraman tahun lalu banyak halamannya yang hilang meskipun Covernya masih bagus dan tidak ada halaman yang lemnya terlepas. Apakah mungkin kesalahan teknik waktu penjilidan? Sayangnya saya tidak ingat apa bonnya masih ada dan karena waktu itu beli bukunya cukup banyak, baru bulan lalu saya selesai membacanya. Apakah masih dapat ditukar? Apa menukarnya boleh di Gramedia yang lain atau harus di Gramedia Matraman? Terima kasih atas perhatian Redaksi. Sri MS.

    Komentar oleh Seri an — 28 Agustus 2008 @ 17:56 | Balas

  40. Membaca sendiri CINTA PAKET HEMAT akan memberikan pelajaran tersendiri, terutama bagi orang-orang yang merasa hidupnya paling menderita di dunia. Pembaca akan dibawa mengalami dinamika yang mencerahkan.

    Komentar oleh George Wu — 28 Agustus 2008 @ 18:04 | Balas

  41. Aku sudah baca The Alchemyst yang Michael Scotts itu Dini, kalau dibandingin dengan Bartimaeus yah kayaknya belum bisa menyaingi, aku merasa masih lebih seru si Bartimaeus, lebih ‘dark’ dan ‘witty’ gitu. Kalau The Alchemyst itu terasa kencang, kayak nonton film action gitu, tapi yah setelah selesai baca, begitu saja, gak terkesan banget kayak abis baca Bartimaeus sih.
    *sedang menanti-nanti Jonathan Strange dan Mr Norrell juga sekarang*
    salam,Duma

    Komentar oleh Dumaria Pohan — 28 Agustus 2008 @ 18:34 | Balas

  42. Drunken Mollen yang ditulis oleh Bapa Haji Pidi Baiq ini memang terbilang sebuah buku yang memiliki karakteristik yang unik, antik, dan menarik. Sehingga kita akan tersenyum-senyum sendiri melihat kelakuannya bapak Haji Pidi Baiq di dalam buku Drunken Molen ini.
    Saat menikmati Puasa di bulan Ramadhan buku ini sangat-sangat cocok untuk anda baca. Terutama karena buku ini adalah buku humor yang kata pemred Surat Kabar Pikiran Rakyat disebutnya sebagai Humor Terapan.

    Komentar oleh Mohammad Shorih Alkholid — 2 September 2008 @ 23:45 | Balas


Umpan RSS untuk komentar-komentar pada pos ini. TrackBack URI

Berikan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The Rubric Theme. Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: