Kalimat pertama yang mengajak umat manusia berpikir ialah kalimat yang sangat luar biasa indah, mulia, agung, mengandung kekuatan dan penuh arti
yang mampu mengubah kehidupan umat manusia, diturunkan Allah Subhanahuwata’ala. “Bacalah” adalah wahyu pertama yang dikatakan Malaikat Jibril kepada Rasulullah. Kalimat “Bacalah”, tidak saja mengandung pedoman hidup, tetapi juga sebagai isyarat kebesaran Allah. Bahwa semua yang ada di langit dan di bumi adalah milik Allah semata, sebagaimana terdapat lima ayat dalam Al-Quran. Allah berfirman :
”Bacalah dengan menyebut nama Rabb-mu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Rabb-mulah Yang Maha Pemurah. Yang (mengajar) manusia dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya”. (Al-Alaq 1-5).
Dengan demikian gemar-membaca sangat penting bagi siapa saja, mengasyikkan dan menjadikan hidup lebih bermakna. Hingga seseorang itu tahu segala hal untuk memperbaiki pengetahuan, menambah ilmunya dan meningkatkan kualitas hidupnya. Maka itu, tidak mengherankan, kalau lima ayat Surat Al-Alaq itu adalah petunjuk sekaligus pedoman bagi orang-orang yang mau belajar, dan ingin menggali sedalam-dalamnya ilmu, mengamalkan sebaik-baiknya dan membagikannya dengan ikhlas kepada orang-orang yang membutuhkan dan ditak mengetahui. Mari gabung bersama. *Kita jadikan halaman ini sebagai ajang opini Anda tentang Buku dan Dunia Perbukuan













Izinkan saya mengutip mukaddimah buku berjudul “Siapa Membeli Sorga” karangan Dr. Raghib As-Sirjani dan Amru Khalid. “Perhatikanlah! Seorang lelaki yang menunaikan shalat, sedangkan pikirannya kacau dan hatinya tidak khususk. Ketika ia berdiri di belakang imam, ia hanya ikut mempaktikkan gerakan-gerakan shalat dengan tubuhnya saja. Orang yang mempraktikkan ibadah semacam ini tidak akan mendapatkan apapun kecuali rasa letih dan lelah.
Raghib melanjutkan ” Pada hakiatnya saya ingin agar kita semua bisa mengambil manfaat. Saya tidak ingin membahas suatu permasalahan kemudian kita tinggalkan tanpa makna…..?
Komentar oleh Fariayani — Juni 29, 2008 @ 8:19 am
Kebetulan, saya juga baru saja membaca buku tersebut, tetapi saya belum selesai membaca keseluruhannya. Hanya saja ketika saya membolak balik buku tersebut, saya menemukan cara membeli sorga. Saya berniat mengajak teman-teman untuk mendiskusikan buku ini dan mengambil manfaatnya. Seperti yang kita lakukan dalam setiap lepas jum’at di Pusdiklat Depdagri Regional Bukittinggi. Menurut saya ada beberapa buku yang perlu kita diskusikan dan kita gilirkan untuk masing-masing anggota satu judul dari beberapa buku tersebut. Penjadwalannya seperti yang sudah kita lakukan. Meski ini memakan waktu lantaran hanya satu kali dalam seminggu, tapi menurut saya manfaatnya sangat berpengaruh terhadap anggota komunitas Klub Haus Buku. Pengaturan ini tetap kita percayakan kepada Ibu Ratna Sriwina, SE, M.Si. Meski selama ini kegiatan ini tersendat-sendat, bagi saya tidak ada kata terlambat. Terima kasih.
Komentar oleh Aminuddin Siregar — Juni 29, 2008 @ 8:32 am
Sebagai anggota komunitas Klub Haus Buku, sangat berharap kepada pengelola dan penyelenggara diskusi buku, agar setiap hasil diskusi dapat dipublikasikan di blog ini agar teman-teman yang jauh dan tidak bisa ikut secara fisik dalam diskusi yang dilakukan selepas Jum’at setiap minggu, juga dinikmati para anggota komunitas. Dengan demikian setiap anggota bisa memperoleh manfaat dari hasil-hasil diskusi yang diselenggarakan. Kalau teman lain membaca buku islam, kebetulan saya juga baru saja baca buku “Mukjizat Sabar : Terapi Meredam Gelisah Hati: karangan Tallal Lie Turfe. Hakikat sabar menurut Turfe adalah ketika kita mampu mengendalikan diri dari dosa, menaati semua perintah Allah, memegang teguh akidah, tabah dan tidak mengeluh atas setiap musibah yang menimpa.
Komentar oleh Elvina Diah — Juni 29, 2008 @ 8:41 am
Kalau teman lain sudah banyak membaca buku-buku tentang Islam, itu artinya kita sedang menuju pada kesadaran diri dan perlunya agama. Saya juga baru saja membaca buku berjudul “Quantum Ikhlas : Teknologi Aktivasi Kekuatan Hati” yang ditulis oleh Erbe Santanu. Dilihat dari banyaknya yang memberi komentar terhadap kehadiran dan isi buku ini, maka wajar saja kalau buku ini memang layak menerima predikat bestseller. Yang memberi komentar tidak tanggung-tanggung mulai dari Prof.Dr. Komarudin Hidayat hingga Rano Karno, –tokoh perfiliman Indonesia– yang kini sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat. Mari kita baca dan dengar Erbe Sentanu memberi arti Quantum Ikhlas ” Ketika manusia benar-benar ikhlkas, saat itulah doa atau niatnya “berjabat tangan” melakukan kolaborasi dengan energi vibrasi quanta. Sehingga, melalui mekanisme kuantum yang tak terlihat, kekuatan Tuhanlah yang sebenarnya sedang bekerja. Jika sudah demikian, siapakah yang mampu menghalangi-Nya?
Komentar oleh Ratna Sriwina, SE, M.Si — Juni 29, 2008 @ 8:55 am
Sekarang ini buku-buku Islam sangat diminati. Baik oleh para orang tua maupun remaja. Beberapa novel bernuansa Islam menjadi bestseller. Karya-karya seperti ini layak untuk didiskusikan secara intensif. Forum ini hendaknya bisa menjadwalkan diskusi buku berikut kategorinya, misalnya fiksi dan non fiksi atau pengkategorian yang lain. Tetapi bagaimana caranya agar gemar membaca menjadi bagian dari kegiatan yang menyenangkan. Saya sependapat bahwa bagi anggota yang tidak terlibat secara fisik dalam forum juga bisa menikmati hasil diskusi. Kalau suatu waktu kebetulan punya waktu untuk terlibat langsung dalam forum diskusi tatap muka memang lebih baik. Tetapi ini membutuhkan pengaturan jadwal dan ketersediaan fasilitas, lalu siapa yang memfasilitasi?
Komentar oleh Khairiyah Dian Fariyani — Juni 29, 2008 @ 9:04 am
Ada juga menurut saya buku bagus, mengikuti gaya bahasa remaja zaman sekarang. Buku berjudul “Dahsyatnya Shalat Dhuha : Pembuka Pintu Rezeki”. Meski saya mengakui bahwa saya bukanlah pembaca yang teratur dalam arti tidak punya kebiasaan panatik, tetapi ketika saya membaca buku ini dengan gaya bahasa yang menurut saya cocok untuk membacanya tidak engan menyediakan waktu khusus, misalnya sedang menunggu bus, atau antiran di Bank, buku ini bisa dibolak balik yang akhirnya akan kita temukan makna Shalat Dhuha yang mudah diserap. Karangan Sabil el-Ma’rufie ini dengan mengikuti petunjuk-petunjuk yang diuraikannya kita bisa membersihkan dosa-dosa kita. Itulah dahsyatnya Shalat Dhuha. Silakan di baca, lalu komentari agar anggota Klub juga bisa menikmati, walau sedikit saja. Seperti yang sering kita dengar “Sampaikanlah walau sat ayat”.
Komentar oleh Muhammad Ikhsan — Juni 29, 2008 @ 9:23 am
Bicara soal mukjizat, kini sudah sangat banyak buku yang menyuguhkannya salah satunya buku “Mukjizat Tahajud dan Subuh. Menurut penulisnyha buku ini menginspirasi revolusi mental dan spritual, serta mengilhami kesuksesan ribuan orang. Salah satu kuncinya ialah dengan terlebih dahulu Tobat, yakni kembalinya hamba kepada Allah SWT disertai dengan penyesalan terhadap sikap lalai dan meninggalkan perbuatan dosa, seperti yang dikutip dari Khalid Sayid Rusyah, dalam Ladzatul Ibadah, (Iskandaria: Daar as-Shafa wa al-Marwa, 2004) halaman 287. Buku ini juga bicara mengenai mukjizat shalat subuh bagi kesehatan fisik, jiwa, peneguhan iman dan kesusesan karir. Buyku ini tidak saja layak dibaca tetapi juga diamalkan dengan penuh ikhlas dan kesadaran yang total. Dilengkapi dengan doa dan Zikir Rasulullah.
Komentar oleh Shohibul Azmi Rivai, SE, M.Si — Juni 29, 2008 @ 9:54 am
Saya juga ingin ikutan menyampaikan informasi tentang buku-buku Islam yang kini tengah berkembang pesat di dunia penerbitan kita di Indonesia. Penerbit kita di Indonesia juga sudah sangat maju dan berkembang pesat. Nampaknya para penerbit melirik pasar ini dan berupaya untuk menghadirkan buku-buku islam dengan mutu dan kualitas yang tidak mengecewakan. Tatapi yang tetap mengganjal dalam hati saya adalah pesoalan daya jangkau masyarakat kita terhadap buku bacaan bermutu dan berkualitas. Harga yang relatif mahal cenderung menyurutkan niat tidak sedikit orang untuk menunda membeli buku. Apalagi di tengah krisis seperti sekarang ini, hingga BBM itu dipelesetkan menjadi “Benar Benar Mahal”. Untuk mengunjungi perpustakaan saja orang berpikir dua kali apabila mereka jauh dari lokasi perpustakaan. Kebiasaan mengunjungi perputakaan juga nampaknya belum membudaya di tengah masyarakat kita.
Komentar oleh Insan Adha — Juni 29, 2008 @ 10:39 am
Kegitan komunitas Klub Haus Buku, salah satunya memang mendiskusikan buku dan dunia perbukuan kita di Indonesia. Baru-baru ini komunitas Klub Haus Buku juga mendiskusikan tentang kiat meningkatkan minat baca. Ini penting, walaupun banyak juga yang berpendapat bahwa minat baca masyarakat Indonesia sangat tinggi. Namun disisi lain ada juga melihat dengan cara lain bahwa minat baca masyarakat justru sebaliknya. Umumnya peserta diskusi sependapat bahwa hambatan utama dalam upaya meningkatkan minat baca antara lain :1)mahalnya harga buku, 2)malas, 3) sukar mendapatkan buku yang diminati, 4) sulit menetapkan waktu membaca, 5) karena kesibukan, 6) sukar berkonsentrasi, 7) kurangnya motivasi. Forum melakukan curah pendapat di antara peserta diskusi yang hadir. Ini juga relatif lantaran sifatnya spontanitas.
Komentar oleh Klub Haus Buku — Juni 29, 2008 @ 10:50 am
Buku-buku seperti, Siapa Membeli Sorga, Rahasia Lapang Rezeki, Mukjizat Tahajud & Subuh, Mukjizat Shalat Malam, Dahsyatnya Shalat Dhuha, Kajaiban Shodaqoh, Mukjizat Sabar dan Quantum Ikhlas, memang buku-buku yang yang layak didiskusikan oleh anggota komunitas Klub Haus Buku. Kalau dilihat dari komentar yang disampaikan anggota, setidaknya ini memebri motivasi kepada teman-teman lain untuk ikut ambil bagian dan memposting ke-blog Klub Haus Buku. Baik di http://klubhausbuku.wordpress.com maupun ke blog http://klubhausbuku.blogspot.com dan http://readingcomunity.wordpress.com. Kami juga berharap agar para penerbit buku juga meninggalkan komentar melalui blog ini selain mengirimkan pesan lewat e-mail. Mailinglist itu juga akan kami seleksi dan akan kami masukkan dalam komentar di masing-masing ulasan sesuai dengan topik yang dikirimkan kepada kami.
Komentar oleh opungregar — Juni 29, 2008 @ 11:56 am
Bingung Pilih Buku AQWAMAqwam :: Jembatan Ilmu :: - Wednesday, 02 July 2008© Aqwam :: Jembatan Ilmu ::
Komentar oleh opungregar — Juli 1, 2008 @ 11:43 pm
Info Buku: Sriwijaya,(Penerbit LKiS,Price per Unit (piece): Rp 38.500
Sejarah Sriwijaya, kerajaan maritim terbesar di tanah Sumatra, sejak lama terkubur dalam berbagai prasasti dan piagam peninggalan masa lalu. Belum banyak penggalian sejarah yang dilakukan.Padahal, inilah pusat lalu-lintas niaga yang paling tua sekaligus urat nadi ekonomi terpenting di Asia Tenggara. Sriwijaya mencapai kejayaan berkat kekayaan laut dan keterbukaannya kepada dunia luar. Ia jadi saksi bisu pergerakan arus global yang merambah masuk ke pelataran Nusantara
Judul:Sriwijaya, Penulis:Prof. Dr. Slamet Muljana, Jumlah Halaman:xvi + 306 hal, ISBN:979-8451- 62-7, Terbit:2006
Komentar oleh Dunia Buku — Juli 3, 2008 @ 8:33 am
Dalam diri kita terdapat cahaya suci (nurani) yang senantiasa ingin menatap Yang Mahacahaya (Tuhan). Karena dalam kontak dan kedekatan antara nurani dan Tuhan itulah muncul kedamaian serta kebahagiaan yang paling prima. Dahaga dan kerinduan mendekati Tuhan ini bukanlah hasil rekayasa pendidikan (kultur) melainkan fitrah (natur) manusia yang paling dalam. Agama hadir, tutur buku ini, untuk mendampingi manusia supaya mereka tidak salah dalam mengembangkan fitrah (bakat bawaan)-nya itu. Rangkaian ibadah merupakan kurikulum suci yang sengaja dirancang Tuhan Yang Mahakasih untuk memelihara kesucian dan keagungan ruhani kita. Dalam bahasa Alquran, agama laksana cahaya yang mengusir kegelapan dan menunjukkan jalan terang. Ia juga bagaikan curahan air yang memberikan kesejukan dan kehidupan. Secara renyah tapi mendalam, buku ini mengulas tiga tahapan seorang mukmin dalam mendekat kepada Allah— Sumber segala kehidupan: ta‘alluq (berusaha mengingat dan mengikatkan kesadaran hati dan pikiran kita kepada Allah); takhalluq, secara sadar meneladani sifat-sifat- Nya; dan tahaqquq, tumbuh menjadi transmitter (pemancar) sifat-sifat- Nya yang mulia. Melalui tiga tahapan ini, seorang mukmin akan mencapai derajat khalifah Allah dengan kapasitasnya yang perkasa tetapi sekaligus penuh kasih dan damai. Seorang ‘abdull& acirc;h (hamba Allah) yang saleh adalah sekaligus juga wakil-Nya untuk membangun bayang-bayang surga di muka bumi ini.
Komentar oleh Haidar Pasebe — Juli 3, 2008 @ 9:13 am
Inginkah anak Anda pintar membaca sejak dini?
HOREEE!Aku Suka Membaca Mengajak anak untuk belajar membaca secara menyenangkan! Anak-anak dituntun untuk mengenal,memahami, membedakan, dan mempraktikkan huruf atau kata tanpa merasa terbebani. Anak-anak akan
mahir membaca sekaligus memiliki kesenangan membaca.
HOREEE!Aku Suka Membaca!Cukup SEPULUH menit belajar, anak Anda akan mahir membaca. Keunggulan buku ini:
- Mengenalkan jenis huruf dengan lengkap, baik huruf besar (KAPITAL) maupun huruf kecil.
- Menggunakan warna untuk mempermudah anak memahami huruf.
- Menggunakan gambar untuk mempermudah anak memahami kata.
- Langsung mempraktekkan huruf /suku kata yang dipelajari pada susunan kata/kalimat.
“Sangat cocok untuk anak RA/TK karena hurufnya berwarna dan penuh dengan gambar. Murid saya jadi suka membaca.” -Eti Nurhayati, guru RA/TK
“Hakam (3 tahun) sangat tertarik dengan buku ini. Ia suka hurufnya yang besar-besar dan warnanya yang ceria.” -Ai Nur’aeni, ibu rumah tangga
Kecil-Kecil Punya Karya Spesial: Magic Crystals (The Best of KKPK, Hard cover)Penulis: Izzati, Faiz, Caca, Aini, Alline, Bella, Ramya, dan Rara
Penerbit: DAR!Mizan
Komentar oleh opungregar — Juli 5, 2008 @ 12:49 am
Menurut Dr. Raghib As-Sirjani, ada dua syarat membaca. Pertama bacalah dengan nama Rabb-mu yang telah menciptakan. Maksudnya, membaca itu harus dengan nama Allah. Ini merupakan syarat yang sangat penting. Kedua, membaca suatu ilmu tidak mengeluarkan kita dari sifat rendah hati. Artinya tidak boleh sombong dengan ilmu pengetahuan yang kita miliki. Melanggar yang pertama, menurut Dr. Raghib As-Sirjani, berarti membaca yang tidak bagus, menyeleweng, atau sesat, maka bukan termasuk yang diperintahkan Allah. Sedangkan kalau tidak memenuhi syarat kedua, maka harus ada pengakuan bahwa nikmat ilmu itu
Komentar oleh Shohibul Azmi Rivai, SE, M.Si — Juli 20, 2008 @ 7:10 am
Dalam Ensiklopedia Etika Islam, oleh penulisnya Abdul’Aziz bin Fathi as-Sayyid Nada, mengemukakan bahwa “membaca merupakan salah satu sarana terbaik dalam menuntut ilmu. Karena itu ayat pertama yang diturunkan adalah iqra’ (al-Alaq [96]:1). Berdasarkan ayat itulah menurut penulis Ensklopedia Etika Islam, para ulama, ilmuwan, dan cendikiawan mengetahui bahwa nilai buku sangatlah tinggi. Lalu bagaimana dengan etika yang kita lalukan terhadap buku?
Komentar oleh Irwandi, SE, M.Si — Juli 20, 2008 @ 7:36 am
Saya ingin mengemukakan bahwa membaca buku itu memang sangat diperlukan oleh siapa saja, bahkan orang yang buta huruf sekalipun dapat belajar membaca hingga akhirnya ia mampu membaca buku. Lalu bagaimana dengan kita yang sudah bisa baca tulis dan mengajar, seberapa intenskah kita telah membaca buku? Jangankan untuk semua jenis buku, untuk tambahan referensi bahan ajar saja seringkali kita alpa. Kemudian, pertanyaannya dimana masalahnya, sehingga kita banyak orang menilai bahwa kita belumlah termasuk pembaca buku serius. Bisakah seseorang meningkatkan kualitas bacanya?
Komentar oleh Dra. Ayang Primawati, M.Pd — Juli 20, 2008 @ 7:47 am
Saya ingin mengingatkan kepada pengurus komunitas Klub Haus Buku bahwa, forum ini telah sepakat untuk memperoleh pinjaman buku dari Klub Haus Buku secara bergiliran. Tapi sampai saat ini saya belum mendapat giliran. Sementera teman-teman yang telah memperoleh pinjaman buku itu juga belum menampilkan atau mendiskusikan persoalan-persoalan yang terkandung di dalam buku tersebut. Mudah-mudahan forum ini berlangsung langgeng. Sehingga kita bisa berbagi pengalaman, pengetahuan, dan informasi yang sangat kita perlukan secara berkesinambungan. Terima kasih.
Komentar oleh Dra. Ayang Primawati, M.Pd — Juli 20, 2008 @ 8:12 am
Menurut Mas Soedarso dari CSIS Kebiasaan membaca sudah kita bawa sejak kecil ketika kita belajar membaca. Kebiasaan itu menurut Mas Soedarso, justru menjadi penghambat dalam membaca yang begitu mendarah daging pada orang dewasa. Sekedar informasi, Mas Soedarso adalah penulis buku “Speed Reading : Sistem Membaca Cepat dan Efektif”. Kecepatan membaca menurut Mas Soedarso, sangat bergantung pada kecakapan dalam menjalankan setiap oragan tubuh yang diperlukan untuk membaca.
Komentar oleh Ratna Sriwina, SE M.Si — Juli 20, 2008 @ 8:29 am
Gordon Wainwright, penulis buku “Speed Reading Better Recolling”, menawarkan senjata ampuh yang praktis untuk menaklukkan berbagai bacaan yang harus Anda selesaikan dalam waktu terbatas. Menurut Gordon teknik ini memungkinkan Anda menyimpan informasi penting sebanyak-banyaknya dan mengingatnya kembali kapanpun Anda perlukan. Bagi mereka yang ingin meningkatkan efektifitas bacanya buku ini sangat berguna, karena di dalamnya terdapat sejumlah latihan dan praktek yang menuntun pembaca.
Komentar oleh Pramana WS, S.Sos. M.Si — Juli 20, 2008 @ 8:39 am
Dewasa ini gelombang informasi seakan tidak dapat dibendung kemunculan dan kehadirannya. Kejadian ini telah menandai hidup kita sehari-hari dan membikin hidup kita dihadapkan pada sejumlah kesulitan dalam menanganinya. Kompleksitas keseharian hidup kita yang demikian menjadi kian rumit. Seperti kata orang bijak, “untuk menjadi lebih survive dalam kehidupan dan profesional di bidang apa pun saja”, kita dituntut untuk lebih banyak membaca berbagai bacaan yang juga amat beragam. Semua itu mesti kita selesaikan dalam waktu yang terbatas pula. Dalam konteks ini kita memerlukan cara mengelola informasi dengan baik.
Komentar oleh Ikhsan — Juli 21, 2008 @ 8:27 pm
Kalau kita percaya bahwa buku, adalah jendela dunia sekaligus gerbang ilmu pengetahuan, maka kita akan dapat memperoleh banyak informasi dari membaca buku. Kita bisa memperoleh informasi tentang sebuah lap-top produk Inggris yang murah, misalnya. Atau mengenai motivasi diri, pola pikir, psikologi keluarga, sistem konstruksi jembatan. Informasi buku baru, media baru. Bahkan kita dapat memperoleh informasi tentang cara-cara baru, bagaimana membuat presentasi kita menarik dan membuat orang menikmati presentasi atau apa yang kita ajarkan di dalam ruang kelas.
Komentar oleh Drs. Adripen, M.Pd — Juli 21, 2008 @ 8:41 pm
Dalam buku “Why! Are Japanese: People Diligent, Skillful and Rich?” Kzutoshi Fukumoto, mengungkap bahwa membaca cepat dapat dilatih dengan segera. Katanya proses membaca buku dapat kita jumpai di toko buku. Sementara untuk membaca cepat ada beberapa cara, misalnya dengan melihat isi buku secara sepintas. Membaca cepat murut Fukumoto, membutuhkan pengalaman dan kebiasaan. Fukumoto berpendapat, bahwa untuk membiasakan hal ini, seseorang perlu membaca buku. Fukumoto , selama tiga tahun membaca banyak buku dan dalam kurun waktu tersebut menemukan cara membaca cepat. Silakan coba.
Komentar oleh M. Idris, S.Sos, M.Si — Juli 21, 2008 @ 9:14 pm
Elizabeth G. Hainstock, mengatakan bahwa, membaca dan menulis berlangsung beiringan. Benar bahwa metode ini diambil dari metode Montessori dalam mempersiapkan anak-anak mengenal keduanya (membaca dan menulis). Maksud saya bisakah seseorang dewasa melakukan kegiatan membaca, menulis dan mengajar berlangsung beriringan. Yang jelas, sebagian besar komunitas Klub Haus Buku adalah para fasilitator dan tenaga pengajar di Pusdiklat Depdagri Regional Bukittinggi. Jadi bisa difokuskan pada membaca, menulis dan mengajar.
Komentar oleh Drs. Bujang Syaifat, M.Pd — Juli 21, 2008 @ 9:42 pm
Buku “Manajer Bijak : Seri Pustaka Eksekutif” yang ditulis oleh Sam Deep dan Lyle Sussman, juga punya cara untuk menghemat waktu membaca. Karena para manajer memang seringkali disibukkan oleh persoalan-persoalan peningkatan organisasi dan memperkuat sumber daya manusia, agar organisasi bisnis atau corporate maju dan berkembang pesat. Sehingga sangat sedikit waktu tersedia untuk membaca. Untuk itu perlu cara membaca cepat. Sam Deep dan Lyle Sussman, menyarankan agar 1). Para manajer mengambil kurus membaca cepat; 2).Meminta bawahan menulis memo satu halaman; 3). Laporan panjang, baca sekaligus judul utama, kalimat awal, dan pragrap penutup; Minta ringkasan untuk eksekutif; 5). Hilangkan gangguan ketika membaca; 6) Belilah buku ringkas. Apa Anda sependapat?
Komentar oleh Marta Suarni, S.Sos — Juli 21, 2008 @ 10:09 pm
Para manajer, pimpinan organisasi, para kepala bidang, kepala unit kerja, para guru, anak sekolah, dan mahasisa, siapa pun saja, harus membaca sebuah naskah yang telah disiapkan, sementara kita juga mesti menyediakan waktu baca koran, e-mail, laporan kegiatan, rincian tugas , membaca perundang-undangan, buku yang tebalnya ratusan halaman dan sejumlah bahan bacaan lainnya yang rumit. Dalam kaitan itulah kita dituntut harus sanggup membaca tidak saja secara efektif, tetapi juga cepat, sekaligus mengambil makna dari semua bacaan yang kita selesaikan itu. Saat bersamaan kita memerlukan petunjuk dan latihan membaca cepat, sehingga kita dapat pula mengkomunikasikannya secara efektif kepada orang lain yang membutuhkannya. Diskusi buku sangat bermanfaat untuk menumbuhkan minat baca
Komentar oleh Hendri, SH — Juli 21, 2008 @ 10:21 pm
Theodore Roosevelt membaca tiga buku dalam sehari selama di Gedung Putih. John F. Kennedy mempunyai kecepatan membaca 1.000 kpm (kata per menit). Sementara Jimmy Carter, Indira Gandhi, Marshal Mc Luhan, dan Burt Lancaster hanyalah sedikit dari nama-nama terkenal yang mengakui manfaat membaca cepat bagi kemajuan karier mereka. Ternyata nama-nama besar di atas bukan termasuk pengecualian, karena melalui latihan khusus kita pun dapat mencapai kecepatan seperti mereka.
Komentar oleh Dian Fariyani — Juli 21, 2008 @ 10:34 pm
. Norman Lewis dalam bukunya How to Read Better and Faster mengemukakan fakta yang terdapat di beberapa kursus speed reading (membaca cepat) di Amerika : (1) Di Reading Clinic, Dartmouth College, peserta kursus pada umumnya mempunyai kecepatan membaca 230 kpm, dan pada pertengahan kursus telah mencapat 500 kpm. (2) University of Florida yang mengelola kursus membaca cepat dengan peserta yang beragam seperti guru, wartawan, pengacara, ibu rumah tangga melaporkan bahwa kecepatan rata-rata peserta berawal 115-210 kpm dan dalam dua minggu telah mencapai 325 kpm. (3) di Purdue University, kecepatan rata-rata naik dari 245 kpm menjadi 470 kpm. Sementara Harry Shefter dari New York University dalam bukunya Faster Reading Selftaught mengatakan bahwa pada umumnya orang dapat mencapai kecepatan membaca 350-500 kpm. Bagaimana dengasn kita di Indonesia? (Sumber : diambil dari Buku karangan Soedarsono “Speed Reading : Sistem Membaca Cepat dan Efektif”, Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta 2005)
Komentar oleh Dian Fariyani — Juli 21, 2008 @ 10:35 pm
Sementara ini banyak orang yang malas beli buku, walau keinginan untuk membaca buku meluap-luap. Tapi hendak dikata banyak hal yang harus didahulukan. Katakan misalnya mengurus anak masuk sekolah, atau anak naik kelas. Seiring dengan itu biaya sekolah harus didahulukan. Tapi beberapa buku Gus Dur dapat diperoleh dengan harga yang terjangkau. Kalau ada yang minat hubungi The Wahid Institut.
Komentar oleh Insan Adha — Juli 23, 2008 @ 10:12 pm
Terima kasih, telah mengunjungi blog Klub Haus Buku, informasi dan komentar yang Anda tinggalkan dan apa yang Anda harus sampaikan, apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan, sangat bermanfaat bagi kami. Kami ingin terus berinteraksi dengan Anda dan menciptakan hubungan social melalui diskusi online lewat blog ini.
Kami dari komunitas Klub Haus Buku mencoba membangkitkan kembali sprit Gemar-Membaca Mengasyikkan dan Membikin Hidup Lebih Bermakna. Komunitas ini juga mendiskusikan banyak hal tentang buku dan dunia perbukuan yang telah sedemikian maju dan berkembang pesat di Indonesia.
Kunjungi terus blog ini dan tinggalkan pesan, saran dan apa pun saja komentar, demi kebaikan dan kebersamaan selalu bermanfaat bagi khalayak ramai pilih salah satu blog ini untuk posting komentar Anda, di alamat ini : http://klubhausbuku.WordPress.com, http://klubhausbuku.blogspot.com, http://bookhunerclub.yahoo/group.com, http://my.opera.com.Opungregar.blog, http://opungregar’s.Weblog.WordPress.com, http://redingcomunity.WordPress.com, http://my.opera.com/Regard/blog
Salam, Opung Regar
Komentar oleh opungregar — Juli 30, 2008 @ 2:13 am
Membaca merupakan mata rantai majunya individu, bahkan bangsa (negara). Bisa dilihat, sejarah telah membuktikan, dengan adanya tulisan, peradaban dunia mengalami peningkatan pesat. Oleh sebab itu, suatu bangsa yang ketinggalan mengadopsi tulis-menulis menjadi negara di belakangnya. Sebut saja, Yunani, Romawi, dan Mesir kuno, mereka maju, sebab di dalamnya memiliki media atau prangkat komunikasi, transpormasi, dan database, yaitu yang disebut tulisan tadi. Dengan begitu, sesuatu yang telah mereka pikirkan, temukan, rancang, dan apa saja yang bisa dituangkan mereka menuangkan dan mengabadikannya ke dalam tulisan. Dengan begitu, kami mengajak kepada member untuk berpartisifasi di dalam dunia tulis menulis, baik yang berhubungan dengan media cetak, seperti buku, majalah, koran maupun media elektronik. Setiap apa pun dari sumber-sumber di atas bisa dibagi di milis ini…! Yakni di milis mediabaca@yahoogrou ps.com. Selamat bergabung… !
Komentar oleh Buku Islam — Juli 30, 2008 @ 3:36 pm
Buku, majalah, surat kabar, atau data elektronik sekalipun, tidak akan pernah disentuh dan dibaca (lalu dibeli) tanpa adanya dorongan membaca dan minat untuk membacanya. Faktanya, Indonesia belum menjadi reading society.Tingkat membaca masyarakat Indonesia di Asia Tenggara, masihlah sangat memprihatinkan.Padahal,minat baca bisa didorong dengan kiat tertentu:dari tahap ke-1(tidak sengaja membaca,hingga tahap puncak atau ke-9(kutu buku), di mana pada tahap puncak ini seseorang sudah menganggap buku sebagai kebutuhan.
Bagaimana mendongkrak minat baca,sehingga masyarakat sudi merogoh isi kantong untuk sekadar membeli buku?
Temukan jawabannya dalam buku: MENUMBUHKAN MINAT BACA SEJAK DINI, Oleh: R. Masri Sareb Putra, terbitan PT Indeks, 2008. Tebal: 142 halaman
Komentar oleh Masri Sareh Putra — Agustus 16, 2008 @ 9:00 am