Oleh Eviwidi
Ini buku konyol entah ke berapa yang aku beli, tapi jujur aja ini gara-gara aku sering blog walking ke blog-nya si Arham ini, sebelumnya aku beli majalah Hai yang berisi Komik-komik horor jayus (Aduh edisinya lupa, mo bongkar-bongkar tumpukan buku kok malaysie..yaa. .:p). Trus beli Komiknya Benny & Mice yang Jakarta Luar Dalem. Yang terakhir ya..ini..Jakarta Under Kompor.
Set. dah, gambarnya Patung Pancoran versi Arham! pake kolor ijo..(kali.. ) soalnya gambarnya di greyscale-sih. Narsis plus-plus beneran nih anak..kirain dia mo pasang Siti Nurhaliza, atau Dian Sastro secara dia ngebet banget tuh sama teh Dian juga si Siti.wakakakkaa. .
Kalo boleh dibilang ini cerita sebenernya cerita keseharian, berhubung disampaikannya dengan cara konyol dan penuh rasa humor tinggi akhirnya jadi menariklah cerita ini. Emang sih, kayaknya sebuah cerita itu bisa hidup dan menarik itu tergantung bagaimana cara menyampaikannya.
Buku ini diambil dari Blog-nya si Arham sendiri. Jadi buku ini blog. Blog-nya juga buku ini. Bahasa timbuktu-nya Book from Blog.
Kalo kalian pengen baca yang ringan-ringan, yang lucu-lucu aku rekomen deh buku ini. Dijamin gak nyesel! kalo di kasih bintang-bintangan, aku kasih bintang 6 untuk buku ini. Ini salah satu puisi gak sopan yang ada di buku si Arham ini. Baru juga seminggu ku dapat kerjaan, teman-teman udah pada kreatif buat schedule traktiran dari Jakarta Utara sampai Jakarta Selatan. Namun apa daya, tak kuasa ku melawan, bingung ku memikirkan, gimana dapatkan tambahan modal secara instan Apakah jadi preman Tanah Abang?
Ataukah jual diri di Taman Lawang?
Tanggal muda bulan depan Haruskah ku minta perlindungan ke Komnas HAM Mungkinkah ku mabur ke Pulau Nusakambangan? Ataukah invisible for everyone?
oh, Pak Sutiyoso yang ganteng dan rupawan. Mengapa kotamu begitu kejam Mengapa budaya merokok di tempat umum di larang? Tetapi budaya traktir gaji pertama dilestarikan?
Oh, Pak SBY yang macho nan jantan Tak bisakah kau buat kepres dan undang-undang? Yang melindungi keselamatan warga pendatang? Yang terbebaskan dari traktiran yang seolah jadi kewajiban?
Oh, teman-teman yang berperikemanusiaan dan berperikeadilan Mengertilah diriku yang hanya karyawan kecilan Kuharap gajian nanti gak minta macam-macam Kecuali satu diantara kalian bersedia kujadikan istri simpanan. Oh, Emak nun jauh di kampung halaman Maafkan jika bulan depan gak ada kiriman yang kujanjikan Terserahlah jika kau anggap anakmu ini Malin Kundang Asal jangan kau kutuk diriku jadi patung Pancoran.
Oh, para pembaca yang budiman\ Maafkan jika puisi ini gak sopan Karena aku bukanlah ponakan Kahlil Gibran : Hanya anak perantauan yang konsisten mempertahankan ketampanan













Evi Widi mengomentari buku Jakarta Underkompor, menurutnya ini adalah cerita keseharian dan bisa saja dialami oleh siapa saja. Lewat komentar buku Jakarta Underkompor ini Evi Widi menuliskan sepenggal puisi, sebagai maksud untuk memancing emosi pembaca. Sehingga lengkaplah sudah, bahwa pembaca turut melibatkan dan masuk dalam pertarungan dan kekonyolan buku ini.
Komentar oleh opungregar — Juli 19, 2008 @ 12:33 pm
Mantaaaaaaabbhhh. .. Kata pertama pas beres baca buku ini.
ampe gw niat banget bikin reviewnya, padahal ini kaga pernah bikin kaya ginian.
Ngakak abis nih… meskipun sebagian sudah pernah baca di blog-blognya dia.
Settingan cerita di novelnya juga bener-benar merakyat, bener-benar real life, pake bawa odong-odong segala. Kadang setelah baca satu cerita, suka ujug-ujug pengen nanya “si Arham bener ngak yah ngelakuin hal ini?”. cerita2nya ringan tapi lucu, kaga lebay.
Komentar oleh Fanny — Juli 19, 2008 @ 12:50 pm
Terima kasih, telah mengunjungi blog Klub Haus Buku, informasi dan komentar yang Anda tinggalkan dan apa yang Anda harus sampaikan, apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan, sangat bermanfaat bagi kami. Kami ingin terus berinteraksi dengan Anda dan menciptakan hubungan social melalui diskusi online lewat blog ini.
Kami dari komunitas Klub Haus Buku mencoba membangkitkan kembali sprit Gemar-Membaca Mengasyikkan dan Membikin Hidup Lebih Bermakna. Komunitas ini juga mendiskusikan banyak hal tentang buku dan dunia perbukuan yang telah sedemikian maju dan berkembang pesat di Indonesia..
Kunjungi terus blog ini dan tinggalkan pesan, saran dan apa pun saja komentar, demi kebaikan dan kebersamaan selalu bermanfaat bagi khalayak ramai pilih salah satu blog ini untuk posting komentar Anda, di alamat ini :
Salam, Opung Regar
Komentar oleh opungregar — Juli 30, 2008 @ 1:26 am
Dear Mods..
Jakarta Under KOmpor..? Arham…? jujur saja, aku baru tahu kalo si Arham ini bikin buku, konyol lagi! karena selama ini aku pengunjung setia Blog dia di http://arhamkendari.multiply.com/yang emang komedis-abis,yang tak pake kudis dan kumis,sambil makan tumis.(Apaaan seehh..)waktu dia nulis menyinggung-nyinggung soal Jakarta Under KOmpor, aku bener-bener gak ngeh kalo itu judul buku dia..Wah kayaknya musti beli nih bukunya dia…
Arham..I’m coming..cheerz -Evi-
Blog of EVIWIDI http://eviwidiszone.blogspot.com
Komentar oleh Eviwidi — Agustus 10, 2008 @ 11:04 pm
Saya mampir di Gramedia Metropolitan Mall Bekasi. Wah, pandangan saya langsung jatuh
pada buku”Jakarta Under Kompor” karya kawan kita, Arham Kendari yang bertengger rapi di rak buku best seller.Buku ini diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama.
Saya langsung ambil satu dan bayar ke kasir. Luar biasa!. Bukunya sangat menghibur, kocak dan lucu. Saya sempat tertawa terpingkal-pingkal diatas bis. Yang membanggakan, Arham tak lupa menyampaikan ucapan terimakasih
kepada para daengnya di kata pengantar (nassami termasuk Daeng Battala..hehehe) . Thanks dan Selamat buat
Arham atas prestasi yang diraihnya ini. Terus berkarya cappo’!. Resensiku menyusul ya
wassalam,ATG http://www.daengbattala.com
Komentar oleh Ike — Agustus 10, 2008 @ 11:10 pm