Oleh Aminuddin Siregar
Kabupaten Padang Lawas, seperti juga kabupaten-kabupaten baru terbentuk lainnya, pastilah dihadapkan pada sejumlah tantangan tidak ringan. Bukan saja tantangan yang berisifat sosio-kultural, melainkan juga tantangan sosio-psikologis. Belum lagi tantangan yang sifatnya internal birokrasi itu sendiri. Termasuk tantangan yang memengaruhi program-program yang direncanakan oleh pemerintah kabupaten.
Semua itu memang mesti disikapi, dicermati, dan mungkin juga diperlukan kontempelasi atau perenungan, akan jadi apa Padang Lawas sesudah menjadi kabupaten. Tetapi salah satu cara mudah menyikapi hal tersebut ilah dengan terbentuknya kesadaran baru, bagi setiap orang, siapa pun saja. Tidak terkecuali politisi lokal, birokrat, pengusaha dan masyarakat lainnya, baik secara individual maupun kelompok. (lagi…)












